19 February 2014

BISNIS DIGITAL PRINTING

Raup Laba dari Momentum Pemilu

Foto: Effendy Wongso
Boleh dikata, 2013 hingga 2014 disebut sebagai tahun politik. Lepas dari kisruh yang biasanya menyertai iklim perpolitikan itu sendiri, ternyata ada bisnis yang paling meraup keuntungan di mana justru usaha ini memanfaatkan momen-momen politik tersebut.
Selain lembaga survei dan konsultan politik ikut menikmati order dari “lahan basah” ini, bisnis percetakan juga ikut panen. Setiap penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), Pileg (Pemilihan Legislatif), hingga Pemilihan Presiden (Pilpres), media publikasi seperti baliho, spanduk, kalender, banner, dan poster menjadi pendukung kampanye masing-masing kandidat dan Calon Legislatif (Caleg). Hal ini tentu membawa rezeki tersendiri bagi para pelaku bisnis percetakan.
Kendati demikian, persaingan antara pelaku percetakan jelang euforia momen-momen tersebut, yang biasanya bermain di sektor harga tidak dilakukan oleh owner Creactive Graphic Design and Digital Printing, Andre. Pria yang telah merintis percetakan digital printing sejak 2007 ini mengaku tetap mengembangkan usahanya berdasarkan segmen korporasi.
Segmen yang dimaksud oleh pemilik usaha percetakan yang berlokasi di Jalan Gunung Latimojong, Ruko Metro Square C11-C12, Makassar ini, adalah bahwa perusahaan yang dibawahinya tersebut tetap mengutamakan kualitas. Ditemui di kantornya beberapa waktu lalu, Andre mengungkapkan strategi bisnis yang tetap dipegangteguhnya untuk tidak menurunkan mutu. “Ya, kita tahulah, banyak perusahaan percetakan, khususnya digital printing yang hanya mengejar momen Pilkada tanpa mengindahkan kualitas cetakan, yang penting murah,” sebutnya.
Meskipun tidak merinci dengan jelas apa-apa saja “value” yang kurang dari aksi banting harga para pengusaha percetakan, pria kelahiran Makassar, 12 Februari 1981 ini menerangkan bahwa selain kualitas cetakan maupun bahan yang dipakai seperti vinyl dan cat, mesin sebagai aplikasi utama usaha pun berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
“Jika perusahaan percetakan yang hanya mengejar momen Pilkada, biasanya tidak akan bertahan lama. Selain telah menurunkan mutu cetakannya untuk mencapai harga yang sangat rendah (murah), saya yakin mesin cetaknya pun tidak akan bertahan lama,” urai Andre.
Dikemukakan, bisnis percetakan yang baik, selain dapat menghasilkan produk cetakan berkualitas, juga dapat memaintenance mesin-mesin cetaknya. “Di Creactive, kami rutin memaintenance mesin-mesin sehingga dapat awet. Di sini, bahkan kami masih memiliki mesin cetak yang sudah dipakai pertama kali buka di 2007 silam, masih bagus. Saya yakin, perusahaan-perusahaan cetak, khususnya yang bergerak dalam bidang digital printing, yang hanya mengejar ‘setoran’ Pilkada atau Pemilu, selain menggunakan mesin-mesin ‘murah’, pasti juga tak mengabaikan maintenance mesin-mesinnya,” ungkapnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)