21 February 2014

BINTANG

Oleh Vina Sianipar

Aku terdiam.
Sesaat usai kau simpulkan senyum itu
di pojok hati yang sedang robek.
Ketika wajah harus berpura-pura
tidak mengagumi sayap sempurna
di balik bayangan punggungmu.

Yang bisa membuatku terbang,
menjadi debu nan perak,
sampai ke awan,
bermain dengan udara rasa surga.
Yang bisa membuatku
sesaat tidak bertapak
di aspal bumi yang semakin panas.

Kita berbeda.
Kau terbang.
Aku tinggal di perut bumi.
Aku terang, tapi kau bukan malam.
Kamu bintang.