03 February 2014

BEHEL, TREN ATAU KEBUTUHAN

Foto: Pribadi
Memang beberapa tahun ini, behel menjadi gaya hidup tersendiri terutama untuk kalangan muda. Perubahan ini terjadi karena meningkatnya perhatian masyarakat terhadap estetika penampilantermasuk saat sedang tersenyum. Kepada KATA HATIKU, dokter spesialis perawatan kawat gigi ini mengungkap bahwa behel semakin populer setelah para artis juga menggunakannya.
“Selama ini orang hanya memperhatikan kondisi wajah dan penampilan yang fashionable, namun ketika tersenyum ternyata giginya tidak menunjang. Makanya, masyarakat semakin memperhatikan bagaimana penampilan yang terbaik itu,” papar Eddy Heryanto Habar, dokter gigi alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar saat ditemui belum lama ini di ruang praktiknya, Klinik Dentamedica Care Centre, Jalan AP Pettarani, Makassar.
Menurutnya, awal kepopuleran behel ketika beberapa artis di Tanah Airu sudah mulai ramai menggunakan behel, apalagi dipopulerkan melalui media massa yang menayangkannya.
Lebih lanjut, Eddy memaparkan bahwa menggunakan behel atau kawat gigi tidak hanya untuk memperindah penampilan saja, namun juga berguna untuk kesehatan. Manfaat behel ternyata sangatlah penting. Terbukti dengan adanya salah satu cabang ilmu kedokteran gigi yang khusus mempelajari hal ini. Cabang ilmu itu biasa disebut dengan ortodonsi.
“Ortodonsi adalah jenis ilmu untuk mengatur kondisi gigi, estetika gigi, keindahan gigi, keseimbangan gigi, dan keseimbangan oklusi,” urai pria yang akrab disapa Dokter Eddy ini. “Namun biasanya istilah ortodonsi disebut dengan perawatan kawat gigi.”
Ia memberikan satu lagi bukti penting manfaat behel. Ternyata di luar negeri pemerintah menanggung biaya untuk perawatan kawat gigi dengan memberikan asuransi.
“Mereka biasanya melakukan perawatan kawat sejak usia dini sehingga pada saat dewasa giginya tumbuh teratur. Kita jarang sekali melihat orang luar negeri itu giginya tidak teratur karena dari kecil sudah dirawat,” urainya.
Namun di Indonesia, hal ini tidak dapat dilakukan karena tidak menjadi tanggungan asuransi, menurutnya ini terjadi karena pemerintah di Indonesia tidak memandang pemasangan behel sebagai bentuk pemeliharaan kesehatan, tetapi hanya untuk estetika saja.
“Padahal behel itu sangat penting untuk kesehatan gigi dan mulut, kalau gigi yang tidak teratur itu sulit dibersihkan, nah itu bisa buat karang gigi menumpuk, sudah itu giginya berlubang, gusi bengkak, dan napas jadi tidak enak,” ujar ayah dari dua orang anak serius.

Untuk Kesehatan

Behel terdiri dari beberapa jenis tergantung dari bahannya.Ada behel yang terbuat dari logam, keramik, dan emas.Namun yang terpopuler di masyarakat adalah behel yang terbuat dari logam dan keramik.Behel yang terbuat dari logam dan keramik banyak diminati, terutama oleh kaum muda karena model yang estetik.Untuk behel logam, biasanya banyak dipakai oleh wanita karena ragam warnanya yang variatif, sementara behel berbahan keramik diminati oleh pria karena warnanya yang transparan, sehingga tidak terlalu mencolok.
Selain itu harga behel logam dan keramik ditawarkan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan behel yang terbuat dari emas. Behel transparan (keramik) ditawarkan dengan harga kurang lebih Rp 10 juta, sedangkan untuk logam ditawarkan dengan harga Rp 6 juta hingga Rp 7 juta, sudah termasuk dengan perawatannya (penggantian kawat gigi selama dalam masa perawatan). Namun untuk setiap kunjungan konsultasi dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 150 ribu.
Biasanya waktu yang diperlukan untuk perawatan juga sangat bergantung pada kasusnya. Menurut pria yang juga hobi olahraga ini, waktu yang diperlukan untuk perawatan pada umumnya adalah satu tahun, namun jika kasusnya agak sulit biasanya membutuhkan waktu hingga dua tahun. Idealnya dalam masa perawatan, konsultasi dan kunjungan dilakukan sekali dalam dua minggu, akan tetapi untuk pasien luar kota bisa sekali sebulan ataupun sekali dalam dua bulan. Dalam setiap kunjungan perawatan dilakukan selama 10 hingga 30 menit.

Enam Kaidah

Pria kelahiran Parepare, 28 juni 1972 ini juga menjelaskan tentang kondisi gigi yang baik. Menurutnya, ada enam kaidah yang harus dipenuhi untuk memenuhi standar kondisi gigi yang baik. Di antaranya adalah pertemuan gigi taring dan geraham atas dan bawah, tidak ada gigi yang terputar, tidak ada gigi yang bercelah. Hubungan antara gigi atas dan bawah tidak terlalu dalam. Gigi atas dan bawah tidak boleh berjarak.
“Dalam perawatan kawat gigi, semua kaidah harus terpenuhi, itulah hasil yang harus dicapai,” pesannya
Oleh karena itu, ia menyarankan kepada pengguna behel agar memasang behel hanya kepada orang yang benar-benar kompeten atau yang punya pengetahuan tentang hal tersebut agar hasil yang didapatkan maksimal.
Namun ketakutan orang akan rasa sakit yang dialami saat penggunaan behel menjadi hambatan utama seseorang untuk tidak menggunakannya. Padahal, menurut Eddy, ada aturan yang berlaku untuk spesialis, bahwa tidak boleh ada rasa sakit yang dialami oleh pasien, baik pada saat pemasangan maupun pada saat proses perawatannya.
“Jadi keliru kalau ada orang pasang behel terus sakit, kalau orang kompeten yang kerja tidak boleh ada rasa sakit yang dialami oleh pasien,” tegasnya.

Bawa kepada Ahlinya

Dalam pandangannya, saat ini banyak orang yang membuka jasa pemasangan behel namun tidak ahli dibidang itu sehingga menimbulkan efek yang tidak baik.Beberapa efek yang dapat ditimbulkan di antaranya gigi menjadi lebih kuning dan tampak tidak sehat. Hal ini bisa juga disebabkan oleh penggunaan lem dan bahan logam yang tidak berkualitas, atau juga cara pemasangan yang tidak memenuhi kaidah pemasangan behel.
Menurutnya, untuk memasang behel, setiap gigi yang akan dipasangi behel berbeda ukurannya, tinggi, rendah ataupun kemiringan posisinya. Namun bagi yang tidak mengetahuinya, akan memasang behel dengan cara yang tidak benar. Bahkan, sebelum pemasangan behel dilakukan, perawatan telah dimulai dengan pembersihan karang gigi, penambalan gigi yang berlubang, atau bahkan pencabutan sisa akar gigi agar gigi dan mulut jadi lebih sehat. Semua tahapan yang dilakuakan berdasarkan pada riset dan teori yang menggunakan alat-alat berteknologi tinggi dan berstandar medis atau steril.
Suami dari Prema Hapsari ini juga menjelaskan, lebih 50 persen yang menjadi pasiennya adalah orang yang sudah pernah dirawat oleh orang yang tidak kompeten.Sehingga menyebabkan kondisi gigi semakin rusak. Beberapa gejala yang mengindikasikan seseorang harus mendapatkan perawatan kawat gigi adalah jika mulai mengunyah hanya menggunakan satu bagian gigi saja, atau rahang agak sulit untuk dibuka ataupun ditutup akibat dari penggunaan gigi yang tidak seimbang.
Eddy juga mengimbau kepada masayarakat agar tidak menggunakan behel yang dijual di pasaran dengan harga murah, karena behel tersebuat dibuat tidak berdasarkan riset sehingga dapat menyebabkan kerusakan gigi yang semakin parah. Selain itu, ia juga menyarankan kepada masyarakat agar selalu memeriksakan gigi karena menurutnya lebih baik mencegah daripada mengobati. (blogkatahatiku.blogspot.com)