22 February 2014

BAYANG PUTIH

Oleh Weni Lauwdy Ratana

Bayang-bayang tak pernah pudar....
ada sisi gelap dan terang
serupa lentera berjelaga
: dunia adalah cakra
dalam ruas dan dimensi

RS Stella Maris,
waktu seolah menghujatku dalam dingin
detik demi detik adalah bandul kematian
: ketika seonggok raga
menanti aura yang memudar

Lelaki ringkih
desah napasmu tinggal satu-satu
: Langit, gemintang menjelma liar
serupa ranggas dan lelatu dalam bara amarah
"Jangan kau bakar selembar nyawa
yang telah melafaz dalam kehidupan kami!"

Tiap sebentar lelaki itu meregang
nyawa telah mengutas di pengujung
: infus hanya mengeradiksi partikel esoteris,
sebuah kesia-siaan yang tak kupahami maknanya

Ayah,
tak pernah terbalas segala
jasamu yang seluas biru laut
dan hijau lelembah
: adalah lukisan abadi

Kau dan tabela
kerudung putih belacu
hanyalah gambaran duka dan seremoni
: tak berarti apa-apa
Kepadamu,
cinta ini tak akan pernah mati....