14 February 2014

BANK PANIN, PELOPOR KREDIT PEMILIKAN MOBIL DAN RUMAH

Bank Panin, Pelopor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Mobil (KPM)

Foto: Effendy Wongso
Pertumbuhan regional perbankan tidak terlepas dari sejumlah program yang dikeluarkannya. Keberhasilan beberapa program tersebut menunjukkan kinerja yang baik, bahkan secara tidak langsung telah menjadi agenda yang dilakukan berkala dan mendapat apresiasi yang baik dari nasabahnya.
Hal tersebut diungkap oleh Regional Manager Bank Panin Indonesia Timur, Andi Tenri Gappa, saat ditemui di Kantor Pusat Bank Panin, Jalan Ratulangi, Makassar, Selasa (4/2).Pria yang dijuluki “Komandan Bank Panin se-Indonesia Timur” tersebut, mengungkapkan keberhasilan Bank Panin selama ini tidak lepas dari sejumlah program yang telah diluncurkan seperti kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan mobil (KPM).
“Untuk program KPR, Bank Panin merupakan pelopor event pameran rumah terbesar yang digelar berkala setiap tahun melalui Panin Rumah Idaman (PRI). Tidak hanya KPR, melalui Panin Auto Show (PAS), kami unggul di program KPM. Ini menjadi kekuatan bisnis perbankan kami, di mana tujuan penyelenggaraan event-event tersebut mengacu kepada tren yang terjadi dalam masyarakat. Dalam PAS misalnya, kita bisa melihat transaksi penjualan mobil yang fantastis,” ungkapnya.
Dijelaskan, Bank Panin telah konsisten hingga 12 tahun menggelar dua event akbar itu, di mana Bank Panin dalam mengelola produk bisnisnya di tengah ketat dan kompetitifnya persaingan industri perbankan.
“Panin Auto Show  ke-12 di 2013 lalu misalnya, terjual 400 unit mobil dalam periode empat hari pelaksanaannya. Adapun transaksi yang berhasil kami bukukan mampu mencapai Rp 100 miliar,” terang pria asal Kabupaten Bone yang lahir di Jakarta, 1 Desember 1958 ini.
Selain itu, melalui corporate social responsibility (CSR), setiap tahun Bank Panin juga melakukan kegiatan peduli lingkungan hidup yang diberi nama “Reforest Indonesia”.
“Hingga saat ini pihak kami telah melakukan penanaman pohon sampai ratusan juta batang, guna menghijaukan kota dari Sabang sampai Merauke, di mana setiap pohon yang kita tanam akan menyumbangkan oksigen kepada manusia. Nah, oksigen tersebut adalah sedekah kami kepada orang lain,” tutur suami Andi Soraya Mattalatta ini.
Tenri Gappa menuturkan, keberhasilan Bank Panin bisa dijadikan referensi masyarakat dalam menakar pertumbuhan perbankan yang representatif. Pasalnya,  dengan pertumbuhan rata-rata per tahunnya sebesar 100 persen, aset Bank Panin sejak hadirnya di 1995 dengan aset mula sekitar Rp 50 miliar, kini telah berkembang menjadi Rp 5 triliun, naik 100 kali lipat dengan asumsi pertumbuhan sekitar 400 persen per tahunnya.
“Sampai sekarang sulit menemukan bank yang tumbuh sekitar 100 persen per tahun, tetapi Bank Panin mampu membuktikan eksistensinya sebagai bank swasta terkemuka di Indonesia,” ujarnya.
Untuk dana pihak ketiga atau DPK-nya, Tenri Gappa merunut berada di kisaran Rp 4,5 triliun. Diterangkan, pihaknya kini juga fokus di usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Ketika disinggung terkait tingginya BI Rate, ia mengatakan kebijakan pemerintah tersebut sudah benar karena naiknya BI Rate tersebut karena terjadi inflasi. “Terjadinya inflasikarena indeks harga yang meningkat. Indeks harga meningkat karena beberapa faktor, antara lain demand atau permintaan pembiayaan yang meningkat dan lain sebagainya,” urainya. (blogkatahatiku.blogspot.com)