16 February 2014

ASURANSI MASKAPAI PENERBANGAN

Foto: Effendy Wongso
Sedia payung sebelum hujan, peribahasa yang sederhana ini memang patut diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari demi keamanan dan kenyamanan hidup, meskipun hal tersebut diberlakukan di “udara”. Konotasi udara yang dimaksud adalah pengejawantahan asuransi yang mencakup program add-on operator penerbangan PT Indonesia AirAsia terhadap penumpangnya melalui AirAsia Insure.
Financial Service and Loyality Executive AirAsia, Fadli, saat ditemui di sela acara AirAsia Travel Fair (AATF) di Atrium Mal Panakkukang, Jalan Boulevard Raya, Panakkukang Mas, Makassar, beberapa waktu lalu, mengatakan AirAsia Insure hadir untuk meng-cover penumpang dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“AirAsia Insure disediakan secara khusus oleh AirAsia dengan penjamin PT Asuransi Dayin Mitra, Tbk. Nah, jaminan apa saja yang terdapat dalam program AirAsia Insure? Apabila Anda bepergian menggunakan penerbangan AirAsia dan mengambil program Asuransi Perjalanan, maka Anda akan secara otomatis mendapat perlindungan kecelakaan diri, pembatalan perjalanan, kerusakan atau kehilangan bagasi dan barang-barang pribadi, keterlambatan penerbangan atau transportasi umum, gangguan perjalanan, biaya pengobatan akibat kecelakaan dan biaya evakuasi atau repatriasi,” paparnya.
Fadli menjelaskan, untuk keterlambatan penerbangan di atas dua jam misalnya, pihaknya akan menggantikan biaya Rp 600 ribu per penumpang. Tentu saja klaim tersebut dibayarkan kepada penumpang yang membeli AirAsia Insure.
“Untuk kehilangan atau kerusakan barang di bagasi, penumpang akan mendapat ganti rugi sebesar Rp 5.500.000. Proses klaim juga sangat cepat, jika sudah data-data sudah terkumpul lengkap, maka dalam waktu seminggu penumpang sudah bisa memperoleh ganti rugi tersebut,” bebernya.
Adapun jenis jaminan, urai Fadli, bergantung pada jenis penerbangan. Semua syarat dan kondisi AirAsia Insure Asuransi Perjalanan dapat dibaca pada bagian Kebijakan Polis dan Deskripsi Produk di airasiainsure.com.
Foto: Effendy Wongso
Selama ini, sebutnya, selain asuransi reguler yang telah diterapkan oleh pihak penerbangan AirAsia, sebagai program add-on atau penambahan proteksi demi kenyamanan penumpang melalui AirAsia Insure tersebut, Fadli optimis dapat menggaet sekitar 30 persen calon penumpang Air Asia yang menggunakan AirAsia Insure di 2013 ini.
“Sebelumnya, kami telah meraup penumpang 24 persen yang menggunakan AirAsia Insure dalam penerbangan mereka menggunakan Air Asia,” ungkap Fadli.
Sebelumnya, ia juga mengungkapkan bahwa kriteria pemegang AirAsia Insure yang telah ditetapkan adalah minimal seseorang harus sudah berusia sembilan hari dan tidak lebih dari 75 tahun. Pemegang AirAsia Insure tidak perlu melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengajukan Asuransi Perjalanan, tetapi semua klaim yang disebabkan kondisi yang sudah diderita sebelumnya tidak dijamin.
“Anda tetap bisa membeli AirAsia Insure Asuransi Perjalanan, walaupun dalam polis AirAsia Asuransi Perjalanan mengecualikan kondisi yang sudah diderita sebelumnya. Kondisi yang sudah diderita sebelumnya (pre-existing condition) mengacu pada cedera, sakit, penyakit, atau kondisi medis lainnya yang membutuhkan perawatan sebelum seseorang membeli Asuransi Perjalanan,” urai Fadli.
Ketika ditanya apakah ada biaya tambahan untuk mendapatkan jaminan kondisi yang sudah diderita sebelumnya (pre-existing), ia mengatakan tidak ada pilihan untuk membayar biaya tambahan untuk mendapatkan kondisi pre-existing dalam program AirAsia Insure Asuransi Perjalanan.
Fadli menjelaskan, Asuransi Perjalanan dibedakan berdasarkan premi yang dibayarkan, seperti AirAsia Insure sekali jalan Dalam Negeri yang dibanderol Rp 19 ribu, AirAsia Insure sekali jalan Seluruh Dunia yang dibanderol Rp 55 ribu, AirAsia Insure pergi pulang Dalam Negeri yang dibanderol Rp 45 ribu, AirAsia Insure pergi pulang Seluruh Dunia yang dibanderol Rp 109 ribu, dan lain-lain. (blogkatahatiku.blogspot.com)