15 February 2014

ANDI TENRI GAPPA

ANDI TENRI GAPPA
Regional Manager Bank Panin Indonesia Timur
“Dari Penggiat Lingkungan Hidup (Indonesian Forest) Hingga Hobi Motor Gede (Moge)”

Foto: Pribadi
Siapa yang tak kenal sosok Andi Tenri Gappa? Bayangkan, pria simpatik dan berkarisma ini tengah memimpin salah satu cabang bank swasta nasional terbesar di Indonesia untuk kawasan timur Indonesia (KTI). Pencapaian kariernya memang dapat dibilang fantastis, sebab saat memulai pengabdiannya di Bank Panin, aset awal yang dimiliki bank itu hanya Rp 50 miliar. Namun seiring pengabdiannya, bank ini melaju sampai memiliki aset sebesar Rp 5 triliun.
Onny, demikian sapaan akrab Regional Manager Bank Panin Indonesia Timur ini, memulai kariernya di dunia perbankan dengan mengikuti pendidikan pelatihan Officer Development Program (ODP) Panin Bank pada 1987 di Jakarta. Sebelumnya, program tersebut memang telah melahirkan banyak pengabdi perbankan yang andal, termasuk dirinya sendiri. Setelah lulus pada 1988, ia ditempatkan di Bank Panin Makassar sebagai Junior Officer yang saat itu bertugas membantu kepala cabang.
Tidak lama kemudian, ia diangkat sebagai Kepala Bagian Operasional, Kepala Kredit dan Marketing, dan berturut-turut naik jabatan hanya dalam waktu singkat lantaran kinerja dan dedikasinya yang tinggi di Bank Panin. “Ya, hingga mentok menjadi kepala cabang pada 1995 sampai sekarang,” akunya saat ditemui di Kantor Pusat Bank Panin Indonesia Timur, Jalan Ratulangi, Makassar, Selasa (4/2/2014).
Hingga saat ini, Tenri Gappa telah menghasilkan banyak kader yang telah mengisi posisi penting di Bank Panin dengan area wilayah timur Indonesia seperti Jayapura, Kendari, Manado, Ambon, dan Palu. Dalam waktu dekat, kader-kader bentukannya akan merambah ke kota-kota lain seperti Ternate dan Gorontalo.
Pria yang dijuluki “Komandan Bank Panin se-Indonesia Timur” tersebut, mengungkapkan keberhasilan Bank Panin selama ini tidak lepas dari sejumlah program yang telah diluncurkan seperti kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit kepemilikan mobil (KPM).
“Untuk program KPR, Bank Panin merupakan pelopor event pameran rumah terbesar yang digelar berkala setiap tahun melalui Panin Rumah Idaman (PRI). Tidak hanya KPR, melalui Panin Auto Show (PAS), kami unggul di program KPM. Ini menjadi kekuatan bisnis perbankan kami, di mana tujuan penyelenggaraan event-event tersebut mengacu kepada tren yang terjadi dalam masyarakat. Dalam PAS misalnya, kita bisa melihat tren transaksi mobil yang fantastis," ungkapnya.
Foto: Pribadi
Dijelaskan, Bank Panin telah konsisten hingga 12 tahun menggelar dua event akbar itu, yang menjadi salah satu ciri Bank Panin dalam mengelola produk bisnisnya di tengah ketat dan kompetitifnya persaingan industri perbankan.
“Panin Auto Show  ke-12 di 2013 lalu misalnya, berhasil menjual 400 unit mobil dalam periode empat hari pelaksanaannya. Adapun transaksi yang berhasil kami bukukan mampu mencapai Rp 100 miliar,” terangnya.
Selain itu, melalui corporate social responsibility (CSR), setiap tahun Bank Panin juga melakukan kegiatan peduli lingkungan hidup yang diberi nama “Reforest Indonesia”.
“Hingga saat ini pihak kami telah melakukan penanaman pohon sampai ratusan juta batang, guna menghijaukan kota dari Sabang sampai Merauke, di mana setiap pohon yang kita tanam akan menyumbangkan oksigen kepada manusia. Nah, oksigen tersebut adalah sedekah kami kepada orang lain,” tutur suami Andi Soraya Mattalatta ini.
Tenri Gappa menuturkan, keberhasilan Bank Panin bisa dijadikan referensi masyarakat dalam menakar pertumbuhan perbankan yang representatif. Pasalnya,  dengan pertumbuhan rata-rata per tahunnya sebesar 100 persen, aset Bank Panin sejak hadirnya di 1995 dengan aset mula sekitar Rp 50 miliar, kini telah berkembang menjadi Rp 5 triliun, naik 100 kali lipat dengan asumsi pertumbuhan sekitar 400 persen per tahunnya.
“Sampai sekarang sulit menemukan bank yang tumbuh sekitar 100 persen per tahun, tetapi Bank Panin mampu membuktikan eksistensinya sebagai bank swasta terkemuka di Indonesia,” ujarnya.
Untuk dana pihak ketiga atau DPK-nya, Tenri Gappa merunut berada di kisaran Rp 4,5 triliun. Diterangkan, pihaknya kini juga fokus di usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Ketika disinggung terkait tingginya BI Rate, ia mengatakan kebijakan pemerintah tersebut sudah benar karena naiknya BI Rate tersebut karena terjadi inflasi. “Terjadinya inflasi karena indeks harga yang meningkat. Indeks harga meningkat karena beberapa faktor, antara lain demand atau permintaan pembiayaan yang meningkat dan lain sebagainya,” urainya.
Foto: Pribadi
Selama berkecimpung di dunia perbankan, Tenri Gappa mengaku hampir tidak pernah merasakan kendala berarti karena tetap fokus dan selalu dekat dengan bawahannya. Dengan memberikan pemberdayaan dan pelatihan yang maksimal terhdap karyawannya, ia berharap dapat tercipta sumber daya manusia (SDM) yang tangguh di Bank Panin, agar mereka dapat menomorsatukan pelayanan terhadap nasabah.
“Pada prinsipnya, saya selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Untuk itulah, saya sebisa mungkin menjadi sosok yang sederhana namun berkualitas. Ya, hidup kita kan tergantung sejauh mana kita berbuat baik kepada orang lain. Saya kira semua tergantung niat kita, dan yang paling tahu adalah diri kita sendiri,” ungkap pria asal Kabupaten Bone yang lahir di Jakarta, 1 Desember 1958 ini.
Di luar kesibukannya yang luar biasa di dunia perbankan, selain sebagai salah seorang penggiat lingkungan hidup, Tenri Gappa juga punya hobi unik yakni melakukan turing dan avonturir menggunakan motor gede (Moge).
“Saya punya koleksi motor dan mobil antik bersejarah, di antaranya Harley Davidson produksi 1950-an yang merupakan peninggalan mertua saya, Jenderal (Anumerta) Andi Mattalatta. Sedangkan Jeep tua berwarna hijau merupakan peninggalan dari paman saya, Jenderal (Anumerta) M Jusuf,” tutupnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)