10 February 2014

AKU MENCINTAI UNTUK SELAMANYA

Oleh Atika Dian Pitaloka

Sudah lama tebar bunga
tak sampai kepada raja,
karena angin tak pernah jua sampaikannya
melalui semilir dingin angin lembut
pada segarnya wangi tanah di pelataran pagi

Sudah lama pula tetes hujan
tak jatuh pada dua keping hati
yang berpadu indah
di dalam katupan mati kerang pantai pasir putih.
Karena kegersangan yang dahulu merambah
denyut jantung bumi
yang makin tua dalam kesendirian

Sudah lama pula tak kulihat
rona hati yang merona
membuncahkan rasa cinta
yang menyeruak indah,
menghujani bumi
dengan senyum dan tajam tatap matanya.
Karena telah lama batin mengeras
memunculkan segala ego
yang bergumul dalam asa

Tuhan,
aku mencintainya hari ini,
Tuhan,
aku mencintainya esok hari,
dan Tuhan,
aku mencintai dia
untuk selama-lamanya