16 January 2014

WUJUDKAN MODERNISASI USAHA KECIL MENENGAH INDONESIA

Telkom Luncurkan SME Indonesia Bisa

Foto: Effendy Wongso
Setelah sukses menciptakan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam hal pemasaran aplikasi untuk modernisasi sektor bisnis Small Medium Enterprise atau Usaha Kecil Menengah (UKM), “BosToko” di pengujung 2013 lalu, kini PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) semakin percaya diri untuk menggarap potensi pasar UKM yang masih terbuka luas.
Sebelumnya, Telkom juga telah mewujudkan komitmen terhadap pengembangan UKM melalui Program Indonesia Digital Entrepreneur (Indipreneur) yang dicanangkan di awal 2013 lalu, yakni pencanangan pengembangan terhadap 100 ribu UKM se-Indonesia.
Memasuki 2014, Telkom kembali meluncurkan program untuk lebih fokus menggarap sektor UKM melalui tiga revenue driver, yakni Small Office Home Office (SOHO), Business Solution for Community (BSC) dan Digital Media Solutions. Khusus terkait BSC, Telkom meluncurkan SME Indonesia Bisa (SIB) guna meningkatkan kompetensi dan nilai kompetitif UKM Indonesia menjadi lebih inovatif, produktif, dan kreatif melalui pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT).
Direktur Enterprise and Business Service Telkom, Muhammad Awaluddin mengatakan, Telkom meluncurkan program SIB, program pengelolaan 100 Sentra UKM di seluruh Indonesia melalui penyedia solusi ICT secara mudah, murah, dan bermanfaat.
“Program SIB telah diawali sebelumnya melalui pilot project secara terbatas pada 2013 lalu, dengan menggarap 20 Sentra UKM di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Serang, dan Karawang. Nah, kini akan diperluas ke seluruh Indonesia,” terang Muhammad Awaluddin saat membuka forum media gathering peluncuran program SIB di Jakarta, Senin (6/1).
Diungkapkan, saat ini Telkom semakin fokus dalam menggarap pasar bisnis UKM. Pihaknya menargetkan 500 ribu pelaku UKM dapat bergabung di 2014, dalam hal ini program Indipreneur.
“Yang mendasari program SIB adalah keinginan Telkom mendukung program pemerintah dan pelaku UKM Indonesia untuk melaksanakan modernisasi dan meningkatkan kompetensi UKM Indonesia,” ungkap Awaluddin.
Dikatakan, pihaknya meyakini bahwa dengan memanfaatkan ICT, UKM dapa semakin produktif, inovatif, dan kreatif sehingga akan memiliki daya saing dalam menghadapi globalisasi serta meningkatkan kontribusi UKM dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia,.
“Dalam melakukan pemasaran produk di lokasi SIB, Telkom menerapkan Strategi Paradox Marketing berupa More For Less. Pelanggan UKM mendapatkan Layanan ICT yang lebih komprehensif dan lebih baik namun dengan harga yang lebih kompetitif. Dari 100 sentra UKM yang terpilih, diharapkan 70 persen UKM dapat menikmati layanan berbasis voice dan sms (selular Telkomsel), serta 30 persen memanfaatkan aplikasi (hardware dan software),” jelas Awaluddin yang tampak ditemani akademisi Universitas Indonesia, Nining Idrayono Soesilo yang merupakan pendiri UKM Center UI, dan beberapa pelaku UKM.
“Tahun ini, Telkom menargetkan 500 ribu UKM dan diharapkan dapat menjadi satu juta UKM di 2015. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan insentif kepada UKM untuk mempromosikan UKM dan produknya melalui directory service www.smartbisnis.co.id, termasuk pembuatan website mudah secara gratis,” tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)