24 January 2014

TOTALITAS KELOLA BISNIS DAN USAHA

Ida Farida Noer Haris
Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulsel
“Totalitas Kelola Bisnis dan Usaha

Foto: Effendy Wongso
Muda, berintegritas, dan sukses. Ia adalah Ida Farida Noer Haris, pengusaha wanita yang kini menakhodai Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulawesi Selatan (Sulsel), mengisahkan sedikit ihwal keterlibatannya dalam organisasi kepengusahaan yang membawahi kurang lebih 113 pengusaha wanita di Sulsel tersebut.
Ditemui di sela acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-13 IWAPI Sulsel, di Jasmine Hall, Lt 2 Hotel Grand Clarion, Jalan AP Pettarani, Makassar, beberapa waktu lalu, Ida, demikian wanita ramah dan bersahaja ini dipanggil, mengungkapkan pengabdiannya di IWAPI yang sudah dilakoninya sejak lima tahun lalu.
Baginya, menjadi seorang pengusaha bukanlah cita-cita awalnya. Kendati demikian, diakuinya, apa yang dilakukannya merupakan komitmen, semangat, dan potensi diri yang sedapat mungkin diimplementasikannya ke dalam setiap sendi kehidupannya sehingga membawanya ke jenjang kesuksesan sebagai salah satu pengusaha wanita sukses.
“Saya tidak pernah bercita-cita menjadi pengusaha. Latar belakang pendidikan dan pekerjaan awal saya dulu adalah berkecimpung di dunia karier selama 15 tahun di sebuah perusahan asing yang bergerak di human resource, yang sama sekali bertolak belakang dengan profesi yang saat ini saya geluti,” ujar wanita kelahiran Makassar, 27 Januari 1970 ini.
Ditambahkannya, waktu itu ia ikut suaminya pindah ke Makassar. Setelah menetap di Makassar, ia tidak hanya tinggal diam dan  berpangku tangan saja. Dirinya terpanggil untuk ikut membantu keluarga dan menggali potensi yang ada di dalam dirinya.Lama kelamaan, disadarinya bahwa potensi itu adalah bergelut di dunia bisnis.

Potensi Terpendam

Pengusaha yang bergerak di sektor komoditi dan fashion serta pernah menjadi konsultan ini memiliki harapan besar kepada setiap wanita Indonesia agar mampu menjadi pengusaha,karena tanpa disadari setiap wanita memiliki banyak potensi yang terpendam.
“Jika Anda ibu rumah tangga yang belum memiliki pekerjaan, kenali hobi, kenali kemampuan danpotensi yang dimiliki, yang dapat menjadikan Anda seorang pengusaha.Nah, saya yakin segala sesuatu yang diawali dengan hobi dari sesuatu yang disukai serta sedikit mengenal teknik marketing kita bisa melihat menjadi seorang pengusaha,” tuturnya.
Mengatur waktu antara menjadi seorang ibu rumah tangga dan pengusaha bukanlah  hal yang mudah, namun tidak menjadikan ibu empat anak ini mengabaikan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga.
“Di tengah kesibukan, saya harus pintar-pintar mengatur waktu. Harus seimbang antara urusan rumah tangga dan pekerjaan, karena kodrat wanita yang diharuskan mengatur pengelolaan keluarga, tentunya tetap menjadikan keluarga skala prioritas. Pada dasarnya, jika bisa mengatur waktu dan skala prioritas pada tempatnya, saya rasa tidak ada masalah menjalani profesi sebagai ibu rumah tangga dan sebagai seorang pengusaha,” sahutnya.

Wanita sebagai Penggerak Ekonomi

Wanita yang dilantik sejak 2008 lalu di IWAPI ini memiliki visi mulia, yakni ingin menjadikan IWAPI sebagai organisasi terbesar di Indonesia. Hal itu dibuktikannya dengan senantiasa memimpin dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh.
“Sesuai misi IWAPI, yang ingin menjadikan wanita sebagai pelaku utama dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan bangsa, saya ingin organisasi ini demikian adanya. Beberapa waktu lalu, Makassar menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rakernas ke-12 IWAPI, sebuah kebanggaan bagi Kota Makassar karena dengan digelarnya Rakernas IWAPI di sini, sekaligus memberi promosi pariwisata dan membangun pencitraan untuk Kota Makassar,” imbuh wanita yang hobi membaca dan traveling ini.
Pada waktu itu, jumlah Badan Pengurus Daerah (BPD)yang hadir adalah 26 BPD dengan total sekitar 700 peserta, demikian lanjut Ida, adalah sebuah prestasi tersendiri dalam upaya memajukan wanita pengusaha Indonesia. Lagi pula, menurutnya, Rakernas maupun Rakerda IWAPI juga sebagai ajang untuk membantu pemerintah mempromosikan pariwisata dan potensi-potensi sumber daya alam.
“Semua bisa terangkat dari Rakernas maupun Rakerda IWAPI ini, sehingga pengusaha wanita di luar Makassar bisa melirik dan menggandeng pengusaha wanita Makassar untuk turut berinvestasidi Sulsel. Sebagai Ketua DPD IWAPI Sulsel, saya berharap pengurus IWAPI dapat semakin maju dan berkembang, baik sebagai seorang wanita pengusaha maupun ibu rumah tangga, yang mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki ke dalam dunia bisnis yang semakin profesional ini,” tandas Ida. (blogkatahatiku.blogspot.com)