22 January 2014

TIDAK GAMPANG KELOLA BISNIS RESTO

JULIA PUPELLA
Owner Tokyo Rice Burgers
"Dedikasi 23 Tahun di Dunia Kuliner"

Foto: Effendy Wongso
Selama 23 tahun berkecimpung di dunia kuliner, Julia Pupella memang tak sekadar mendirikan resto namun lebih mendedikasikan dirinya untuk mengembangkan kuliner yang sehat dan bercita rasa Indonesia meski memadukan makanan tersebut dengan sentuhan bernuansa Jepang. Itulah ihwal lahirnya Tokyo Rice Burgers yang dibawahinya, di mana resto ala Jepang ini menyediakan menu-menu berbahan makanan sehat.
Di bawah PT Tokyo Rice Burgers Indonesia, kepada KATA HATIKU beberapa waktu lalu di kantornya Lantai 5 New Shogun Rest Building, Jalan  Penghibur 2, Makassar, wanita berdarah Tionghoa kelahiran Makassar, 12 Februari ini mengungkapkan, Tokyo Rice Burgers yang didirikannya kurang lebih enam tahun lalu merupakan resto pertama di Indonesia yang menciptakan menu makanan sehat sendiri, yakni Rice Burgers. Sebelumnya, Julia adalah penerus resto Shogun yang didirikan 23 tahun lalu oleh kakaknya yang kini tinggal di Jakarta.
Shogun sendiri adalah salah satu resto pertama yang mengakomodir pecinta kuliner Jepang di Makassar. Berdiri pada 1987, resto ini mulanya didirikan untuk menyajikan menu-menu Jepang bagi para ekspatriat (Jepang) yang bekerja di Makassar. Di 1990, Julia dipercayakan untuk mengelola resto yang sudah memiliki pelanggan tetap orang-orang Jepang ini.
Seiring dengan pertumbuhan restonya yang kini melantai di tiga ruko di pesisir Pantai Losari Makassar, pelanggan Shogun pun bertambah dan lebih banyak dikunjungi oleh pelanggan lokal. “Kini pelanggan lokal kami malah lebih banyak, sekitar 80 persen,” jelas wanita cantik yang hobi golf dan mendengarkan musik ini.
Rice Burgers yang menjadi menu utama di resto Tokyo Rice Burgers, terang Julia, dibuat berbeda dengan kebanyakan fast food pada umumnya, di mana image orang selama ini adalah makanan yang “kurang sehat”.
Dikatakan, di Tokyo Rice Burgers ini ia mulai mencoba menciptakan menu baru, yakni burger (pao) yang tidak menggunakan bahan pemutih lazimnya pao yang lainnya. Makanya, ia menggunakan sari-sari sayuran untuk bahan jenisnya.
“Saya cukup merasa berbangga karena Rice Burgers merupakan menu ala Jepang buatan Indonesia pertama di Indonesia, dan kami merupakan (pionir) pembuat menu ‘burger’ ala Jepang nomor dua di dunia,” ujar ibu dari Yumi Nishikawa (26) ini.
Diakui wanita yang pernah bersuamikan pria Jepang ini, dengan menjamur dan mudahnya pendirian resto-resto Jepang di Indonesia, bukan berarti ia mempertaruhkan kualitas makanan itu sendiri sebagai bagian dari kompetisi ketimbang pemberian diskon dan promo misalnya, akan tetapi ia justru tetap memilih mempertahankan mutu makanan yang menjadi andalan salah satu resto yang berlokasi di Lantai 2 New Shogun Rest Building.
“Bukan kita berbangga, tetapi sebenarnya tidak gampang membuat (mendirikan) resto yang sudah bertahan sampai 23 tahun dengan menyuguhkan jenis makanan yang bukan tradisional (Indonesia), khususnya di Makassar,” ungkap Julia.
Di sela aktivitas dan kesibukannya sebagai wanita karier, pengusaha properti di bawah bendera Julia Property dan pemilik agen perjalanan PT Cathay Express ini tetap membina hubungan yang harmonis dengan putri tunggalnya yang sekarang bekerja di Jepang.
“Setiap hari saya mesti telepon untuk menanyakan kabar,” tutup wanita bernama Mandarin Cang Cui Lien ini. (blogkatahatiku.blogspot.com)