06 January 2014

THE BODY SHOP, BISNIS YANG HUMANISTIK (2)

USUNG ISU LINGKUNGAN HIDUP

Foto: Effendy Wongso
Semangat Anita Roddick dalam membela lingkungan dan kemanusiaan terus diperjuangkan The Body Shop dengan mengusung lima nilai dasar perusahaan, yakni Against Animal Testing, Support Community Fair Trade, Activate Self Esteem, Defend Human Rights, dan Protect The Planet.
Konsep Business as Unusual jelas bukan jenis pedoman “how to become the most successful businessman in the world” seperti yang banyak ditemui. Ini adalah gabungan memoar perjalanan, pemikiran, obsesi, dan resep menjalankan bisnis dengan prinsip keadilan sosial yang progresif. Anita dengan jujur dan gamblang bercerita tentang keberhasilan dan kegagalan dalam mengembangkan The Body Shop.
Sampai akhir hayatnya, ia tidak pernah kehilangan sisi-sisi humanistiknya. Sikap optimis tetap berkobar meskipun di tengah rundungan masalah, akan tetapi juga tak pernah membiarkan diri terlena saat dihujani pujian.
Sejauh ini, tak terhitung kegiatan sosial yang telah dilakukan oleh The Body Shop. Salah satunya bekerja sama dengan The Marine Foundation dan The Reef Check Indonesia, dengan melakukan penenggelaman patung putri duyung di Amed, Bali bagian Utara. Kegiatan ini sebagai upaya memanfaatkan seni untuk penyelamatan terumbu karang, yang merupakan tempat pembibitan ikan dunia dan pencegah erosi pantai. Acara penenggalaman patung putri duyung dilakukan pada 28 Mei 2013 lalu, yang juga dihadiri Suzy Hutomo. Patung yang terbuat dari semen dengan PH netral ini diharapkan nantinya dapat memberikan substrat untuk pemulihan terumbu karang dan juga sebagai atraksi pariwisata yang menarik.
Dalam program ini The Body Shop mendanai pembuatan patung putri duyung yang konsepnya dibuat oleh Celia Gregory (The Marine Foundation). Sedangkan pembuatan patung dilakukan oleh seniman Bali Wayan Winten. Bagi The Body Shop, kampanye ini merupakan kelanjutan dari upaya menjaga kelestarian laut terutama terumbu karang yang merupakan perwujudan dari salah satu values kita yaitu "Protect The Planet".
Menurut Suzy, di The Body Shop selalu bersemangat untuk melawan ujicoba terhadap binatang. Untuk itulah pihaknya tidak pernah mengujicobakan produk kepada binatang. Hal ini berarti masyarakat bisa merasa yakin bahwa prdouk-produk The Body Shop tidak diujicobakan kepada binatang untuk keperluan kosmetika.
Perusahaan ini juga berproduk cruelty-free. Ini berarti bahwa tidak satu pun produk The Body Shop yang diujicobakan pada binatang. Semua produk The Body Shop telah mendapat sertifikat dari The British Union for the Abolition of Vivisection (BUAV) lantaran memenuhi syarat Humane Cosmetics Standard yang mereka miliki.
Selain itu, pihaknya memenuhi persyaratan-persyaratan ketat yang ditetapkan oleh Humane Cosmetics Standard. Persyaratan ini ditetapkan oleh BUAV dan dijadikan standar tertinggi untuk kesejahteraan binatang di dunia kosmetika. Mereka mengaudit pihaknya secara rutin untuk memastikan The Body Shop memenuhi persyaratan. BUAV pun mengaudit perusahaan, di mana setiap dua tahun perusahaan memeriksa kebijakan dan persyaratan untuk memastikan bahwa The Body Shop selalu mengikuti peraturan kesejahteraan binatang yang terbaru.
Suzy juga mengatakan pihaknya selalu berkampanye tentang berbagai permasalahan yang dekat dengan The Body Shop, karena percaya bahwa mereka dapat membuat perubahan yang berarti. Sejak 1994, The Body Shop telah meningkatkan kesadaran global akan kekerasan dalam rumah tangga dan memperbanyak donasi untuk para korban.
Sejak 1994, mereka juga telah membantu menggalang dana dan meningkatkan kesadaran global mengenai kekerasan domestik, atau yang lebih kita kenal dengan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Lebih dari empat miliar Poundsterling telah didonasikan kepada partner lokal mereka untuk mendanai pencegahan, dukungan, dan perlindungan bagi perempuan dan anak-anak yang dianiaya.
Apa yang telah pihaknya capai dengan berkampanye? Di antaranya adalah kesuksesan yang layak diacungi jempol. Salah satunya adalah aksi unjuk rasa turun ke jalan dan petisi di Seoul, Korea Selatan. Aksi ini diikuti dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan anggaran bagi tempat penampungan korban KDRT dan investasi program-program pendidikan bagi polisi.
Di Swiss, The Body Shop membawa pesan-pesan ini langsung ke dalam ruang-ruang kelas, dengan mensponsori website untuk merangkul anak-anak untuk mengetahui isu permasalahan KDRT. Di Indonesia, kami telah membantu pembentukan Women Crisis Center sebagai shelter bagi korban KDRT, bekerja sama dengan Komnas Perempuan. Penggalangan dana lebih dari Rp 450 juta telah dilakukan untuk memperkuat Women Crisis Center.
Sejak 1993, The Body Shop juga terus berkampanye dan berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu-isu dan hal tabu seputar HIV/AIDS. Dalam dua tahun terakhir, mereka telah membantu menggalang dana sejumlah 1,1 miliar Poundsterling  untuk organisasi Staying Alive Foundation, suatu proyek kesadaran pemuda yang bertujuan mendidik komunitas yang berisiko menjadi korban HIV, mengenai seks yang aman, apa itu HIV, dan bagaimana hidup dengan AIDS.
Program kampanye lainnya adalah mendukung perlawanan terhadap human trafficking atau perdagangan manusia. Sedangkan kampanye The Body Shop terkait ini yang sedang berjalan adalah “Stop The Trafficking of Children and Young People”, yang bertujuan untuk menggalang dana dan memberikan bantuan kepada para korban atau kepada mereka yang berisiko menjadi korban. (blogkatahatiku.blogspot.com)