17 January 2014

SINERGI CIPTAKAN PENGUSAHA MUDA

Foto: Effendy Wongso
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Makassar dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Universitas Muslim Indonesia (UMI), sepakat bekerja sama untuk menciptakan pengusaha baru dari Perguruan Tinggi (PT).
Program tersebut membidik mahasiswa dan dosen untuk menjadi wirausahawan baru. Pasalnya, jumlah alumni yang dilahirkan setiap tahun sangat banyak. Sebagian besar di antaranya menjadi pengangguran dengan pendidikan sarjana.
Pimpinan Wilayah Bank BRI Makassar, Achmad Chumaidi mengatakan, program yang dicanangkan Kadin dengan melibatkan kampus dan perbankan seperti ini sungguh sangat luar biasa.
“Sudah sepantasnyalah kita terlibat dan membantu anak-anak kita yang ingin jadi pengusaha,” jelasnya di hadapan civitas akademika UMI, Selasa (07/1/2014).
Di BRI, katanya, setiap pengusaha baru akan memiliki profil bisnis, yaitu infrastruktur dan kebutuhan menjadi seorang pengusaha hingga yang terkecil. Untuk itu, akan bentuk tim bersama Kadin, seperti apa kebutuhan nantinya dalam menciptakan entrepreneur muda itu.
“Kita sangat apresiasi program Kadin yang sejalan dengan kebijakan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam menciptakan entrepreneur muda,” paparnya.
Menurutnya, inovasi dan entrepreneur hampir ada di dalam diri setiap orang  namun tidak kelihatan dan masih membutuhkan dukungan.
“Perbankan telah mencanangkan pengembangan wirausahawan baru. Tetapi, proses pengembangannya kadang terhambat dengan banyak hal, termasuk ide dan profil usaha. Saya mengharapkan mahasiswa, termasuk di UMI bisa mengembangkan diri, termasuk terlibat di perbankan dan menjadi pengusaha,” tuturnya.
Lebih lanjut Chumaidi mengatakan, dalam pengembangan usaha proses adalah yang paling penting. Jika sudah paham, modalnya pun gampang. “Yang paling penting saat ini adalah pemberian bantuan teknis dulu, baru modal. Sebab, kami memiliki banyak kredit usaha yang jumlahnya sangat beragam, termasuk dana corporate social responsibility (CSR), kredit usaha rakyat (KUR), dan bantuan lainnya,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Sulsel, Zulkarnain Arief menuturkan, jumlah pengangguran intelektual di Sulsel saat ini jumlahnya mencapai 6,8 persen, angka ini termasuk tinggi di Indonesia. Padahal, kemajuan suatu negara dilihat dari jumlah penduduknya yang menjadi pengusaha, yakni dua persen dari jumlah penduduk, namun Indonesia belum bisa mencapai hal tersebut. Padahal, UMI selalu melahirkan ribuan sarjana setiap tahun.
Menurutnya, jumlah lapangan kerja tak sejalan dengan banyaknya sarjana yang mau bekerja. Untuk mengatasi meningkatnya pengangguran intelektual ini, Kadin telah mencanangkan program pengembangan wirausaha baru di 42 perguruan tinggi.
“Saat ini Kadin telah menggratiskan membuat badan usaha, tidak lagi memberikan syarat lain. Hal ini untuk memacu pertumbuhan ekonomi Sulsel, sehingga mahasiswa yang mau membuat usaha, tinggal berkoordinasi dengan Kadin,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Zulkarnain menegaskan jika mau mengatasi masalah pengangguran, semua orang harus bisa jadi pengusaha. “Jadilah pengusaha kalau mau tangani soal pengangguran di Indonesia, termasuk di Sulsel. Saya kira, BRI adalah mitra paling besar sebab keberadaannya tak hanya di kota, tetapi juga dipedesaan. Sehingga, jangankan hanya mahasiswa, kalau perlu dosen dan guru besar juga jadi pengusaha,” ujarnya.
Sementara itu, tuan rumah Rektor UMI, Prof Dr Hj Masrurah Mochtar, mengatakan melalui kerja sama dengan Kadin dan BRI diharapkan dapat membangunan kualitas individu dan lembaga dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat Sulsel, khususnya mahasiswa. Menurutnya, saat ini UMI telah memiliki inkubator bisnis.
“Melalui lembaga ini, mahasiswa dapat mengembangkan dunia usaha sendiri,” cetusnya.
Dengan demikian, Masrurah berharap kerja sama tersebut tak hanya sebatas seremonial biasa. Adapun  Ketua Yayasan Wakaf UMI, Mochtar Jaya, menuturkan alumni UMI saat ini telah mencapai 70 ribu orang. Sebagian besarnya adalah pengusaha.
“Ketua Kadin Sulsel, Zulkarnain Arief adalah alumni UMI. Sehingga, menjadi tanggung jawabnya untuk membantu dan memfasilitasi mahasiswa UMI untuk mengembangkan usaha,” tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)