25 January 2014

SEPATU FASHION YANG MENDUNIA

Revolusi Sepatu Sneakers

Foto: Dok KATA HATIKU
Sneakers terlahir dari dunia olahraga, dan memang dalam dunia olahraga sepatu jenis sneakers selalu digunakan untuk melakukan kegiatan tersebut. Ini memang sebentuk bisnis oligarkik yang diarahkan pada pencitraan sebuah merek yang pada akhirnya mengejawantah “brand generic”. Amerika Serikat memang memiliki peran dalam pembentukan opini publik terhadap power of brand, tak hanya merambah dunia ritel seperti Walmart, atau dalam kuliner seperti McDonalds dan Kentucky Fried Chicken.
Jujur, sneakers hanyalah sebentuk alas yang dipakai untuk memijak tanah, akan tetapi esensinya bukan lagi terhadap fungsi, namun telah menjadi gaya hidup. Anak muda, atau siapapun yang berkepentingan terkaitnya, tak akan memiliki nilai-nilai lebih dalam pergaulan jika tak mengenakan sneakers. Mungkin ini terlalu naïf, tetapi itulah strategi bisnis kontemporer yang mau tidak mau harus dijalani.
Bentuknya yang sederhana pada zamannya, dan kenyamanan yang dimilikinya membuat sneakers benar-benar langsung menarik hati para olahragawan dan orang-orang yang berkepentingan di dalamnya. Kini sneakers telah melalui serangkaian revolusi, di mana desain sneakers pun kini semakin bervariatif dengan inovasi mutakhir. Bahkan produsen sneakers pun banyak yang melakukan kolaborasi dengan beberapa desainer dan olahragawan yang akhirnya melahirkan sneakers yang “top of mind” dan limited edition.
Sneakers memang merupakan sebuah fenomena yang sangat menarik masyarakat urban di hampir semua kota besar dunia. Pasalnya, sneakers memang memiliki keunikan sendiri, apalagi perjalanan “bisnis” sneakers untuk bisa hingga seperti ini memang tidaklah mudah. Perjalanan panjang memang harus dilalui hingga bisa seperti sekarang ini, di mana hampir semua etalase toko olahraga brand seperti Nike, Reebok dan Adidas merupakan nama besar yang cukup familiar bagi masyarakat urban. Selain itu nama LA Gear juga cukup terdengar sejak masa kejayaan Michael Jackson, sneakers ini memang di populerkan oleh King of Pop tersebut dengan mode anyaman talinya.
Perkembangan sneakers di Indonesia yang dimulai di Jakarta, juga sempat mengalami naik turun, apalagi ketika krisis moneter melanda Indonesia pada 1990-an akhir. Dapat dibayangkan ketika itu sneakers Nike Air Jordan seharga sekitar Rp 300 ribu melonjak menjadi beberapa kali lipat, begitu pun dengan sneakers-sneakers yang lainnya. Kendati demikian, sneakers masih menunjukan taringnya, bahkan saat ini semakin banyak kolektor sneakers bermunculan, termasuk perkembangan sneakers store yang marak di berbagai kota di Indonesia.

Legend of Sneakers

Bicara sneakers, rasanya tak lengkap jika tak membahas beberapa brand di bawah ini. Nama-nama tersebut merupakan brand dari sneakers yang sudah melegenda di dunia, bahkan bisa dibilang God Father of Sneakers. Munculnya beberapa brand dan tipe baru juga tidak mampu menggeser kekokohan brand-brand yang mendunia tersebut. Bagi beberapa kolektor, brand ini merupakan sebuah keharusan memilikinya, walaupun harus ditebus dengan harga yang sangat mahal. Desain pun benar-benar menentukan kelanggengan dari sneakers ini, brand-brand dengan tipe-tipe di bawah ini memang memiliki bentuk yang sangat “timeless”, sehingga dipakai kapan pun akan tetap terlihat menarik.
Adidas Stan Smith adalah sepatu tenis yang dibuat oleh Adidas yang didedikasikan untuk seorang petenis ternama Amerika Serikat yang bernama Stan Smith pada tahun 1960-1970-an. Sejak saat itu pulalah, Adidas mengendorse Stan Smith untuk selalu menggunakan sneakers ini kapan pun dirinya bertanding. Stan Smith merupakan sneakers yang meiliki desain yang sangat sederhana namun cukup berkelas. Di salah satu bagian sneakers ini akan terdapat sketsa pemain tenis sambil memegang raketnya. Sejak 1971, Adidas Stan Smith telah terjual hingga 30 juta pasang dan hingga kini Stan Smith selalu diburu oleh para penggila Sneakers khususnya pecinta Adidas.
Adidas Superstar adalah sneakers yang dibuat oleh Adidas sejak 1969. Pertama kali diperkenalkan ini adalah sneakers jenis low top basket dengan bahan karet dengan bahan karet di bagian ujung sepatu yang terkenal. Hampir semua pemain NBA pada tahun era 1970-an memakai sepatu itu dan sejak saat itu pula Adidas Superstar tidak kehilangan popularitas. Belakangan ini Superstar mulai kelihatan lebih seru karena perpaduan warna yang beraneka macam sehingga membuat sneakers ini lebih mudah dikenal oleh mata. Puncak kejayaan dari sneakers ini adalah ketika Fred Durst mengenakannya dalam setiap penampilannya bersama Limp Bizkit.

Sneakers Jepang

Asics Tiger Onitsuka merupakan salah satu brand dari Jepang yang bergerak di bidang alas kaki dan peralatan olahraga. Nama Onitsuka sendiri ialah nama salah satu founder dari sneakers ini yang pada awalnya mengeluarkan sepatu untuk basket. Setelah melalui perjalanan demi perjalanan, barulah Asics Tiger Onitsuka mulai diterima di masyarakat karena bentuknya yang sangat stylish dan cukup berkelas. Warna-warna yang cantik dan bentuk yang ramping memang menjadi daya tarik tersendiri dari sneakers ini.
Converse Chuck Taylor merupakan salah satu legenda yang tidak bisa terlepaskan dalam dunia sneakers, karena Converse pulalah sneakers bisa ada saat ini. Perusahaan milik Marquis M Converse ini langsung menjadi sebuah trend-setter pada saat kemunculan pertamanya di dunia basket Amerika dan dalam hitungan sekejap saja sudah menjadi sebuah American Icon.
Converse All Star mulai menunjukan sinarnya ketika pemain basket Chuck Taylor menggunakan sneakers tersebut untuk bermain basket di beberapa pertandingan besar. Setelah itu dengan sedikit campaign ke beberapa sekolah dan kampus, Converse All Star Chuck Taylor mulai menunjukan kelas dan namanya. Converse All Star Chuck Taylor memang telah mengalami sedikit re-style di beberapa bagian, namun itu semua semakin menjadikan sneakers ini sebuah sneakers yang cukup melegenda hingga sekarang.
LA Gear dikeluarkan oleh Lonnie Britton dan Kenneth Pardue pada 1979, yang pada awalnya ditujukan bagi para pencinta sepatu roda di kawasan Venice Beach. Sneakers ini jauh dari kesan mewah, yang ada hanyalah kesan kokoh dan kuat dari sneakers ini. Sekitar 1990-an akhir, dunia sneakers di hebohkan dengan sneakers ini yang dikombinasikan dengan lampu yang akan menyala ketika Anda sedang menggerakan sneakers ini. Sebuah gebrakan yang akhirnya banyak diikuti oleh beberapa sneakers buatan lokal yang ternyata memang tetap tidak bisa menggeser kehebatan dari sneakers ini.
New Balance 574, sneakers ini pertama kali dikeluarkan sebagai salah satu sarana untuk beriklan oleh New Balance Arch Support Company pada 1906 oleh William J Riley. Sepatu lari ini memang sedikit berbeda dari yang lainnya, benar-benar jauh dari kesan mewah dan unik. Sneakers ini benar-benar simple dengan warna yang sangat sederhana pada awalnya. Kini New Balance 574 telah hadir dengan warna-warna yang sangat menarik namun tetap dengan bentuk yang sederhana.
Pada 1984, Nike mulai melirik seorang pemain basket profesional pada era tersebut, Michael Jordan (MJ). MJ benar-benar menarik hati Nike sehingga membuat snakers yang diberi nama Nike Air Jordan. MJ pun dikontrak Nike dengan harga 2,5 juta dolar AS, yang merupakan angka yang sangat fantastis pada saat itu.
Sejak pertama kali keluar, Nike Air Jordan langsung menancapkan pesonanya di hati para penggemar sneakers, dan hingga saat ini Nike Air Jordan tetap setia di kalangan pencintanya walaupun dengan harga yang sangat mahal. Hampir setiap tahun, Nike Air Jordan selalu mengeluarkan seri terbarunya yang langsung diburu oleh para kolektor. (blogkatahatiku.blogspot.com)