22 January 2014

PERKEMBANGAN OTOMOTIF TAK LEPAS DARI INOVASI

AMELIA TJANDRA
Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor
“Perkembangan Otomotif Tak Lepas dari Inovasi Berbasis Konsumen”

Foto: Pribadi
Perkembangan dan kemajuan industri otomotif yang sangat pesat saat ini, tidak terlepas dari proses inovasi yang terus digulirkan oleh agen tunggal pemegang merek (ATPM). Banyak hal yang mendorong peningkatan produksi kendaraan bermotor di Indonesia, dan salah satunya adalah dengan melakukan inovasi berbasis konsumen seperti yang telah ditunjukkan oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM).
Sebut saja dalam kinerja produksi, di mana dalam proses ribuan kendaraan ini dapat memberikan penghematan yang signifikan jika inovasi yang tepat guna dapat diterapkan. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra, saat ditemui di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013 beberapa waktu lalu.
Terkait penerapan inovasi produk di Daihatsu, wanita murah senyum ini menggambarkannya sebagai sebuah sistem yang sudah ada, tetapi terus diperbaiki dan disesuaikan dengan situasi. “Menurut saya inovasi itu bisa jadi sesuatu yang sudah ada, tetapi terus diperbaiki dan disesuaikan dengan situasi, kondisi, dan keadaan pasar setempat,” terangnya.
Dijelaskan, mobil sendiri sudah ada sejak lama dan Daihatsu bukan pemain pertama. Kendati demikian, pihaknya terus melakukan inovasi dengan mengeluarkan produk-produk yang paling sesuai dengan pasar Indonesia.
“Nah, ini kami sebut dengan konsep ‘Tahu Indonesia’. Bila merek lain biasanya mengeluarkan produk global lalu  dimasukkan ke Indonesia, Daihatsu melakukan sebaliknya. Kami mengembangkan produk yang disesuaikan dengan pasar Indonesia. Itu adalah inovasi yang kami lakukan,” bebernya.
Salah satu direksi yang bernaung di bawah payung grup Astra ini mengatakan, inovasi harus menjadi sumber semua  pergerakan “brand” yang hendak eksis dan berkembang di Indonesia. Tanpa inovasi, konsumen akan merasa jenuh dan meninggalkan produk tersebut.
“Ya, hari ini disebut baru, tetapi besok bisa jadi kuno. Dengan inovasi, sebuah produk dapat di-refresh terus menerus sehingga akan terus dicintai dan diterima eksistensinya,” tuturnya.
Amelia mengungkapkan, satu hal yang pasti dan terus akan berlangsung adalah kedinamisan, di mana teknologi terus berubah. “Demikian juga lifestyle, semuanya pasti berubah. Ini menjadi tantangan bagi setiap pemasar untuk melakukan dan menyesuaikan setiap strategi marketingnya dengan mengadopsi perubahan tersebut. Artinya, melakukan inovasi yang mengikuti perubahan yang ada,” imbuhnya.
Diterangkan, inovasi dan diferensiasi sebenarnya harus berjalan beriringan. Diferensiasi yang dibangun mesti berdasarkan situasi dan kondisi terkini dari sebuah keadaan atau market dengan dukungan inovasi. Dengan demikian maka diferensiasi yang dibangun tersebut bakal berbeda, dan hal ini merupakan modal penting untuk memenangkan persaingan.
“Tetapi ini harus didukung dengan inovasi. Nah, kiat-kiat seperti apa yang harus dimiliki untuk melakukan inovasi? Salah satunya adalah buka mata, lihat perkembangan zaman. Kemudian, mau mendengar apa yang diharapkan oleh pasar, dalam hal ini konsumen,” sebut Amelia.
Ketika ditanya apakah ada aspek lain di luar teknologi yang dapat memaksimalkan inovasi, Amelia dengan gamblang menegaskan, pada dasarnya teknologi menjadi “drive” utama sebuah inovasi, namun ada kalanya hal tersebut tidak statis berporos terhadap teknologi saja.
“Inovasi juga tidak terlepas dari bidang pelayanan seperti basis purnajual. Inovasi atau perubahan layanan ini sebenarnya tidak ada kaitannya dengan teknologi, tetapi hal ini penting dilakukan lantaran konsumen sendiri mengalami transisi dari perubahan gaya hidup. Ini ‘demand’ yang mesti diikuti. Tentu saja inovasi pelayanan ini dapat menjadi keunikan tersendiri, bahkan menjadi ikon untuk brand tersebut,” paparnya.
Sementara itu, menyoal “masterplan” Daihatsu ke depannya, wanita yang telah berkarier selama 23 tahun di ADM ini mengatakan bahwa pihaknya tengah fokus terhadap produk low cost green car (LCGC) di 2013 lalu dan 2014 ini. “Konsepnya adalah mobil ramah lingkungan, efisien, irit, dan berharga terjangkau, namanya Daihatsu Ayla,” sebutnya.
Sedangkan tantangan ke depan yang bakal dihadapi ADM, imbuh wanita yang senang berkebun, berenang, berwisata, dan kuliner ini, adalah tak lepas dari arah persaingan bisnis antara grup Astra dengan produsen lainnya. “Nah, seperti kita ketahui, saat ini posisi Daihatsu sudah menjadi ranking dua. Posisi ini tidak diraih begitu saja. Tentu saja kami berjuang dari bawah, mulai dari rangking lima lalu empat, dan tiga, kemudian mempertahankan ranking dua,” ulasnya.
Diungkapkan, produsen yang dulu pernah menduduki ranking dua tentunya berkeinginan untuk merebut kembali dengan mengeluarkan segala usaha. Untuk itulah pihaknya menjadikan hal tersebut sebagai tantangan.
“Jadi, tantangannya adalah bagaimana kita tidak stagnan pada posisi ini walau sudah ranking dua. Kami juga terus berinovasi, memuaskan pelanggan, dan berusaha menjadi merek yang tetap dicintai masyarakat Indonesia. Harapan kami, Daihatsu ingin menjadi sahabat bagi bangsa Indonesia,” tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)