29 January 2014

PEREMPUAN BERNAMA KELANA

Oleh Atiek Soewadji

Lembut jiwa
bukan arti dari kelemahan
Jernih hati dan pikiran
selalu seperti gaun yang tak teraba
Kata yang terucap
seharum melati putih

Menjalani hidup mengikuti angin pagi
yang akan kembali pada kodrat Ilahi
Saat memandang terhenti pada si Tampan
Kelana Jatuh dalam pelukan
Terlena oleh sentuhan

Si Tampan hanya mengambil
sari manis dari Kelana
Ditinggal dan dicampakan
Hati yang hancur tak membuat mundur
Kelana tak ingin terlena oleh sedih
Perempuan bernama Kelana
bukan mainan laki-laki