15 January 2014

LOVE IN REINCARNATION 01

Oleh Weni Lauwdy Ratana

Dalam Belantara Pencarian
September 1, 2007 - Singapore

Labirin rak buku telah mengurungnya seharian.
Lalu-lalang dan rimba manusia di Orchard Road
seperti tidak ada habis-habisnya.
Legenda itu telah memaksa kehadirannya di tempat ini.
Borders menjadi saksi bisu kegelisahan seorang gadis.
Lalu, di manakah lektur yang ia cari?
Dalam rak angannya,
atau dalam sisipan batinnya?
Sejenak ia menggeleng.
Menggeleng.
Sebab,
sesungguhnya
ia telah terjerat
dalam jalinan
benang merah masa lalu

Foto: Effendy Wongso
TENTANG AMELIA

Halo, namaku Amelia. Amelia Samantha Hong. Aku ini seorang siswa SMA yang tengah tanggung, dan JATUH CINTA!
UPPSSS!
JATUH CINTA?! Yeah, wright! I’m in love now!
Dan hal inilah yang membuatku bingung seperti Mr. Bean. Heh, swear, deh. Sumpah! Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Apa-apa jadi salah. Kadang-kadang di mataku muncul pelangi tujuh warna dengan beragam bidadarinya yang cantik-cantik. But sometime, di mataku muncul iblis-iblis jutek lengkap dengan sepasang tanduk khas mereka. (Yeah, yang lebih nyebelin lagi kalau mereka datang dengan tombak trisula khas mereka, itu tuh tombak berujung tiga yang gambarnya seperti ini dan siap menohok dadaku!
Yeah, ini menyebalkan. MENYEBALLLLKANNNN! CAAAPEEE’ DEH!
Bagaimana tidak, sekarang mereka tengah nampang di hadapanku: bisik-bisik dan mengolok-olokiku seperti biasanya. Hah, memangnya Amelia Samantha Hong seorang selebritis apa?! Sampai-sampai digosipin habis-habisan sampai mutung?!
But don’t worry about me, Amigos!
Sorry, ya!
Aku tidak bakal berbuat konyol. Apalagi bunuh diri! Ihh, tidaklah yah… aku masih waras, kok! Lagian, bunuh diri kan dosa.
Jadi….
Ah, lebih baik dicuekin saja. Tapi, masalahnya: MUKAKU MERAH KAYAK KEPITING REBUS! kalau mendengar gosip-gosip tak sedap itu! Mereka bilang: HEI, GADIS YANG TIDAK TAHU DIRI! NGGAAACAAA, DONG! MASA SIH TAMPANG KAYAK GIITCHU BERANI-BERANINYA BERKOMPETISI NGEGAET RONALD YANG T.O.P.B.G.T ITU!
OUUUGGGH… GGGGRRRRT…! HEAVEN HELP!
Memangnya Amelia Samantha Hong lain dari kalian yang merasa paling cantik sedunia?! Memangnya Amelia Samantha Hong lahir di bonbin sehingga harus NGACAAAAAA?!
PUFFHH! Menyebalkan!
Yeah, menyebalkan kuadrat! Kesel aku bertubi-tubi tujuh turunan. Padahal, aku kan tidak pernah nyakitin mereka. Aku merasa tidak pernah menebar jala permusuhan. Tapi mengapa aku harus dimusuhi?! Mengapa aku harus disirikin?! Lagipula, Ronald kan bukan ‘apa-apa’ku. Ehem, maksudku, ‘apa-apa’ di sini adalah: Ronald tidak pernah NEMBAK atawa MENYATAKAN CINTA kepadaku! Dan Ronald….
PUFFHH! Puuuusinnng….
Hei, kenapa dadaku berdetak lebih cepat dari denyut normal biasa? Apakah… YAHHHH, AMMMPUNNNN! Justru inilah yang membuatku CRAZY! Karena, RONALD belum menunjukkan sinyal-sinyal itu!
Hihihi… memangnya ponsel apa pakai sinyal-sinyal segala, ya?
Hm, maksudku, Si Ronald yang kiyut itu belum menanggapi perhatian lebih yang telah kutunjukkan kepadanya. Iihh, aku malu… MAAALUUU banget!
Tapi, memang Ronald begitu, kok! Doi pendiam banget. Mirip patung mainan yang hanya dapat mengangguk-angguk malu. Itu, lho. Yang sering dipajang di atas dashboard mobil. Tahu, kan?
Padahal, terus terang nih, aku sudah pasang muka badak segala rupa untuk ngedeketin dia. Yah, jurusnya macam-macam. Dari pinjam buku, ngerjain pe-er bareng, minta diajarin mata pelajaran ini-itu, minta nyumbang tulisan untuk mading, dan… puffhh….
Nyatanya, Ronald anteng-anteng saja seperti tidak ada kejadian apa-apa. Doi biasa-biasa saja, kok. Aku dianggapnya, just friend! Heh, sebel tidak?! Kalau sudah begitu, lantas mau ditaruh di mana mukaku yang kerap berjerawat kayak cendawan di musim hujan ini?! Dan bukan itu saja, cewek-cewek tukang sirik itu pasti mengolok-olokku lagi Mengatai aku INILAH-ITULAH! Mereka semua asal, merasa paling baik. Sok cantik dan tajir begitu!
Iyalah, kan semua orang memiliki hak untuk berekspresi! Semua orang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Tidak ada larangan: YANG NAMANYA AMELIA SAMANTHA HONG DILARANG NGEDEKETIN RONALD! Coba, kan tidak ada!
Tapi, mereka selalu saja bikin ulah. Dasar tukang sirik. Gadis gokil. Dan, terserah deh! Sekarang aku lagi mumet, mading belum selesai. Padahal dua hari lagi sudah deadline.
Mati aku!
 Aduh, ini juga gara-garanya si ROOOOOOOOONALLLLD!!!!

***

 TENTANG RONALD

Mungkin aku adalah orang paling pengecut di dunia.
YEAH, I’M A LOSER!
Aku adalah pecundang sejati. Heh, bagaimana tidak kalau hanya tiga patah yang tak membutuhkan waktu lebih dari tiga detik untuk mengatakannya itu saja, sungguh tak mampu kuucapkan!
That it’s crazy, kan?!
Coba, apa bukan pecundang namanya?!
BTW alias By The Way, lepas dari sifatku yang inferior itu, aku memang harus lebih banyak belajar bersosialisasi. Mungkin aku memerlukan kepercayaan diri ekstra lebih untuk mengatasi sifat rendah diriku yang sudah tidak dapat ditolerir lagi.
Mungkin. Ya, mungkin.
Namun lepas dari semua itu, jauh di lubuk hatiku yang terdalam, jujur aku memang menyukai Amelia. Sayang sifat latenku yang tak terpuji alias minderan itu telah mengubur ‘impian indah bersamanya’. Hei, mungkin aku terlalu romantis (padahal, mungkin saja ia hanya menganggapku sahabat!). Mungkin bukan kalimat yang tepat bila aku mengatakan begitu tadi: Impian Indah Bersamanya! Kenapa? Karena mungkin saja aku yang kegeeran sehingga menganggap perhatian lebih yang ia tujukan kepadaku adalah sesuatu yang istimewa.
Rrrrrggghhhh…
Tapi, yah itulah. Semua memang salahku.
SALAHKU!
Yah, ngapain juga aku menjadi kerdil begini. Padahal, aku sebetulnya memiliki banyak kelebihan. Bukan memuji diri sendiri, ya? Namun, kenyataan kok. Buktinya, aku juara sekolah di SMA Saint Teresa. Pokoknya, banyak prestasi akademik yang telah kuperoleh. Beasiswa, misalnya. Dan, tentu saja masih sederet prestasi yang tidak dapat kusebutkan satu per satu.
But now, aku bingung dan merasa terjepit oleh dilematisasi. Sebagai cowok, mestinya aku berani ‘nembak’ duluan.
Bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa KITA HARUS JUJUR PADA DIRI SENDIRI?! Tapi, bagaimana kalau Amelia menolak dan menampik ‘TIGA PATAH KATA’ yang kuungkapkan kepadanya?!
Apa aku harus harakiri, dan mengembuskan napas terakhirku secara paksa di tali jemuran lantaran mokal?!
Makanya, sampai detik aku masih menjadi PENGECUUUUUUTTT!
Jadi, mulai detik ini aku harus banyak belajar untuk bersosialisasi. Yah, dipede-pedein saja kalau bertemu dengan Amelia di sekolah lagi. Toh, namanya juga usaha! (blogkatahatiku.blogspot.com)