24 January 2014

PRODUK RITUAL IMLEK YANG LARIS

Foto: Effendy Wongso
Di Makassar, tidak jauh dari sederetan toko penjual perlengkapan Imlek seperti toko Hap Long, KATA HATIKU menelusuri Klenteng Xian Ma. Klenteng yang telah berdiri lebih dari seratus tahun ini merupakan tempat yang paling banyak dikunjungi oleh komunal Tionghoa, baik hari biasa terlebih saat hari raya Imlek.
“Kami tidak menjual dupa maupun lilin, sebab semuanya merupakan sumbangan dari umat (Buddha),” cetus salah seorang kuncen atau pengelola klenteng yang tidak ingin disebutkan namanya saat dikonfirmasi di kantor Klenteng Xian Ma, Jalan Sulawesi, Selasa (21/1/2014) siang.
Memang, selama ini pula, rata-rata klenteng maupun vihara tidak menjual dupa atau lilin, serta beberapa aksesoris ritual lainnya. Semuanya diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang melakukan ibadah di sana. Hanya saja, ia menjelaskan apabila personal yang datang melakukan ibadah dapat menyumbangkan dana sekadarnya tanpa paksaan.
“Ya, biasanya, orang yang datang, baik sendiri maupun berkelompok, dapat menyumbangkan sesuka hatinya. Mereka dapat memasukkan dana sekadarnya di kotak-kotak dana yang sudah kami sediakan di beberapa sudut klenteng,” ungkapnya.
Dari pengamatan KATA HATIKU, jika satu klenteng dapat menghabiskan seratus paket dupa per hari di hari raya Imlek, maka konsumsi pemakaian produk ini luar biasa besarnya. Pasalnya, data yang dihimpun dari Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), di Makassar saja terdapat 60-an klenteng dan vihara, baik yang besar maupun kecil. Ini belum termasuk cetya atau tempat-tempat ibadah kecil yang belum terdaftar ataupun personal di lingkungannya masing-masing.
“Di Makassar saja terdapat 60-an klenteng maupun vihara, ini belum termasuk beberapa yang belum terdaftar atau berada di luar Makassar seperti di beberapa kabupaten di Sulsel,” ungkap Sekretaris Walubi, Frengky Fonso saat ditemui beberapa waktu lalu di Sekretariat Walubi, Jalan Sulawesi, Makassar.
Memang, dari serangkaian penelusuran KATA HATIKU tadi, harga paket dupa tidak dapat dipatok jelasnya karena harganya sangat bervariasi. Namun saat memasuki toko serupa yang menyediakan produk-produk ritual Imlek, Hap Long di Jalan Sulawesi, untuk dupa impor dari China bisa berharga Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu per paket.
“Biasanya satu paket berisi seratus lidi dupa, tetapi ada yang lebih, 200 lidi. Pasti harganya juga berbeda,” sebut salah seorang pegawai di Hap Long. (blogkatahatiku.blogspot.com)