22 January 2014

KEKASIHKU NAN BIRU

Oleh Weni Lauwdy Ratana

Kekasih nan Biru
- catatan harian pada sebuah diari....
(dari seuntai puisi alit yang telah berdebu:
'Kekasihku yang Tak Pernah Ada')

Kau runtuhkan binara yang mencakar
jadi abu setelah mengobong
dalam kepulan halimun debu
ini luka yang tak terperikan
dalam diammu yang bisu
dalam cintamu yang kemu

Rinduku telah kempung
saat ia terbang dan hilang selaksana lelawa
dalam bingar kepungan awan
dan selaksa aura yang mati

Tiap penggal kenangan
: bersamamu adalah luka yang kau rancap
dengan belati ikrar
sehidup-semati!

Di manakah gemintang yang kau janjikan
jika senyap menyapa dalam gulita
jika sunyi meranggas dalam kelam
di mana, di mana
di mana gemintang itu....

Oh, Kasihku nan biru
engkau renjana yang tak pernah ada
meski hanya serupa manekin dalam angan!