01 February 2014

INDONESIAN IDOL 2014 PENUH KEJUTAN

INDUSTRI MUSIK DAN STRUKTUR POLA BISNIS

Foto: Istimewa
Selain melahirkan idola-idola penyanyi baru, ajang Indonesian Idol juga selalu menghadirkan kejutan. Pada pengujung seleksi Indonesia Idol 2014 yang ditayangkan RCTI, Jumat (31/1) malam, beberapa penyanyi yang diprediksi dapat melaju hingga babak selanjutnya ternyata tereliminasi.
Penyanyi-penyanyi tersebut di antaranya adalah Riska Afrilia yang video aksinya di Youtube ditonton 1,7 juta lebih viewers atau penonton. Sewaktu babak audisi di Bandung, penyanyi yang membawakan lagu ciptaannya sendiri, Tak Lagi Galau tersebut juga sempat memukau para juri serta menuai pujian. Begitu pula dengan Indah Nevertari yang sering dikaitkan kemiripannya dengan jawara X Factor Indonesia, Fatin Shidqia Lubis lantaran bersuara unik dan memakai jilbab. Di Youtube sendiri pun, videonya pun ditonton lebih 700 ribu viewers.
Dalam babak eliminasi tersebut, tiga juri menyalakan lampu merah untuk Riska, di antaranya Ahmad Dhani, Titi DJ, dan Anang Hermansyah, sementara yang menyalakan lampu hijau hanya Tantri ‘Kotak’. Memang, untuk lolos ke babak selanjutnya, peserta minimal harus mendapatkan tiga lampu hijau.
Sebagai salah satu kandidat penyanyi yang diunggulkan dan memiliki paling banyak penggemar di dunia maya dalam babak audisi, tak lolosnya Riska menuai beragam tanggapan di fans page Indonesian Idol di Facebook. Tak kurang 1.496 tanggapan yang rata-rata berisi kekecewaan atas gagalnya penyanyi kelahiran Garut, 22 April 1992 ini.
Salah satu akun di Facebook atas nama Yoss Setyawan, mengungkapkan kekecewaannya dengan menulis komentar:
“Wah...  gua pikir minimal Riska masuk grand final, tapi ternyata selera juri beda dengan selera Indonesia, so... harusnya acaranya diganti menjadi juri Idol. Tapi meskipun tidak lolos Riska sudah menjadi idola dan tetap bersinar.”
Terkait pro dan kontra atas pilihan juri di ajang Indonesian Idol 2014 ini, penulis dan pemerhati bisnis-sosial sekaligus penikmat musik, Khiva Amanda saat dikonfirmasi via telepon seluler di Jakarta seusai tayangan babak eliminasi, mengatakan bahwa program musik TV seperti Indonesian Idol adalah salah satu acara yang memiliki daya tarik pemirsa paling tinggi serupa di tempat asalnya, Amerika Serikat.
“Saya kira, masyarakat atau pemirsa TV kita harus bijaksana menyikapi keputusan yang kadang-kadang dianggap kontroversial. Pasalnya, acara ini kan tidak terlepas dari unsur atau faktor ‘X’ seperti bisnis dan lain-lain, sehingga ada beberapa idealisme yang mesti disingkirkan,” ungkapnya.
Ketika didesak faktor-faktor yang dimaksud, Khiva tak menjelaskan secara gamblang tetapi ia hanya menjelaskan bahwa acara seperti ini sudah terstruktur dan memiliki patron atau pola yang tidak bisa diganggu-gugat. Dicontohkan, mengapa dalam setiap penyelenggaraan Indonesian Idol senantiasa memasukkan juri-juri yang berbeda, karena memang ada pola yang hendak disasar.
“Ya, kenapa harus Tantri ‘Kotak’ yang jadi juri, karena mungkin Indonesian Idol kali ini ingin melahirkan penyanyi idola dengan genre rock. Kenapa tahun sebelumnya Agnes Monica, ya karena pihak produser dari Fremantle ingin melahirkan penyanyi dengan genre hip-hop misalnya. Nah, ini hanya sebagian kecil dari industri musik yang mesti kita pahami,” bebernya.
Menyoal Riska yang telah memiliki banyak penggemar seperti video tayang babak audisinya di Youtube yang telah ditonton lebih 1,7 juta viewers, Khiva menegaskan bahwa hal tersebut tidak berpengaruh dan tidak menjadi patokan jika hal tersebut di luar pola dari apa yang  telah dirancang sebelumnya oleh pihak produser.
“Di sini saya tidak bicara kompetensi seorang penyanyi, ya? Tetapi, seperti yang saya katakan tadi, acara harus merujuk kepada rancangan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh pihak produser. Acara babak eliminasi ini kan sudah dilakukan bahkan sebelum tayang perdana babak audisi di stasiun TV. Jadi, meskipun misalnya seorang penyanyi memiliki viewers 10 juta orang di Youtube pun, hal itu sudah tidak berpengaruh lagi,” paparnya.
Kendati demikian, Khiva menyarankan untuk penyanyi pemula yang tidak berhasil di ajang-ajang pencarian bakat seperti ini, sebaiknya memilih cara lain seperti menjalin kerja sama dengan produser musik.
“Ya, apalagi Riska sendiri sudah punya modal penggemar dari berbagai daerah di Tanah Air. Video tayangnya di Youtube pun terbilang fenomenal, jadi ini modal dia untuk maju di industri musik,” tandas Khiva. (blogkatahatiku.blogspot.com)