18 January 2014

HARGA TELUR AYAM RAS NAIK DI MOMEN MAULID

Foto: Effendy Wongso
Pasokan kebetuhan telur ayam ras dibandingkan telur bebek dan ayam kampung memasuki bulan Maulid atau peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang biasa disebut sebagai bulan pesta telur dalam masyarakat Sulsel, mengerek keuntungan para penjual telur.
Ramiah, salah seorang distributor telur yang selama ini menjual secara grosir dan eceran ini mengatakan, memasuki bulan Maulid memang memberikan keuntungan tersendiri bagi bisnis telurnya. Meski kenaikan harga telur mengalami kenaikan hampir dua kali lipat dari harga biasanya, tidak lantas membuat pembelinya berkurang.
“Justru ini menambah jumlah pasokan,” ungkapnya, saat ditemui di warungnya di Pasar Karuwisi, Jalan AP Pettarani, Selasa (14/1).
Kenaikan harga telur ini memang hampir terjadi setiap tahun jelang Maulid seperti saat ini. Selama ini, kebanyakan masyarakat memang lebih konsumtif mengomsumsi terlur jelang Maulid. “Selama jelang dan memasuki peringatan Maulid, kami biasa menjual 600 rak per hari. Sementara jika hari biasa, hanya keluar sekitar 200 hingga 250 rak per hari,” jelasnya.
Lebih lanjut, wanita yang telah menjadi distributor telur selama delapan tahun ini mengatakan selain harga telur yang mengalami kenaikan, dari Rp 28 ribu per rak menjadi Rp 33 ribu per rak, jumlah pasokan pun mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan tersebut, baik harga per rak maupun intensitas pasokan, diakuinya berkontribusi memberikan keuntungan yang luar biasa.
Terpisah, hal yang sama pun diungkapkan oleh Sukma. Sebagai pengusaha telur grosir yang sudah lima tahun berjualan di Pasar Terong, ia mengatakan bahwa momen Maulid turut mendongkrak harga telur ayam ras. Kenaikan ini lebih signifikan kenaikannya bila dibandingkan kenaikan harga telur jelang Natal tahun lalu.
Sukma yang mendatangkan telurnya dari Sidrap ini juga menjelaskan bahwa kenaikan harga telur tersebut lantaran banyaknya ayam sakit akibat musim penghujan sehingga mengurangi produktivitas ayam petelur.
“Harga sebelum Maulid sebesar Rp 33 ribu per rak, sedangkan memasuki Maulid harga sudah berkisar Rp 36 ribu hingga Rp 40 ribu per rak,” bebernya.
Adapun pasokannya selama bulan Maulid capai 100 rak per hari. “Jauh lebih banyak bila dibandingkan hari biasa, di mana hanya capai 20 hingga 30 rak per hari,” tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)