18 January 2014

GAS ELPIJI NAIK HARGA SEMPAT BERVARIASI

Gas Elpiji Naik, Harga Sempat Bervariasi di Konsumen

Foto: Effendy Wongso
Kurang lebih dua pekan lalu di awal 2014, PT Pertamina (Persero) Region VII Makassar mengumumkan secara resmi harga Elpiji 12 kilogram untuk wilayah Makassar dan sekitarnya. Harga yang telah direvisi ini dipatok Rp 95.900 per tabungnya. Kendati demikian, berdasarkan pantauan KATA HATIKU, Sabtu (11/1/2014), harga Elpiji 12 kilogram di pengecer berbeda dan beragam. Bahkan perbedaannya pun sedikit mencolok.
Di gerai swalayan Indomaret yang teletak di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Hasanuddin, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, misalnya, harga tabung Elpiji 12 kilogram sudah dibanderol dengan harga standar dari rilis Pertamina, Rp 95.900. Sedangkan saat menyambangi sebuah kios kecil yang terletak di sebuah gang kecil di Jalan Andalas, pemiliknya yang dipanggil “Baba” ini mengatakan  saat ini harga Elpiji 12 kilogram Rp 100 ribu. Beberapa tempat seperti toko pengecer di Jalan Laiya, menjualnya dengan harga Rp 98 ribu. Perbedaan harga pun masih terjadi di beberapa tempat lain, meski kenaikan tak jauh dari kenaikan hasil revisi Pertamina.
Beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Makassar tampak menempel kertas pengumuman dari Pertamina yang berisi harga resmi Elpiji 12 kilogram, yakni Rp 95.900. Seperti yang tampak di SPBU Hasanuddin, pengumuman tampak bertulisan: “Harga Terbaru Tabung Gas 12 Kilogram Rp 95.900”.
Fluktuasi dari harga revisi yang dipatok Pertamina untuk ukuran 12 kilogram memang tidak terlalu signifikan di tingkat pengecer, namun tak demikian untuk tabung tiga kilogram. Selain harga tidak menentu, kelangkaan tabung jenis ini juga masih terjadi.
“Kalau mau dapat tabung melon ini, harganya sedikit naik,” keluh seorang pedagang balon gas, Cunding saat ditemui di Anjungan Pantai Losari, Rabu (15/1/2014) sore.
Menurut pria asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang sudah dua tahun berjualan balon dan mainan anak-anak di Makassar ini berharap harga tabung gas bisa stabil kembali.
“Soalnya, balon-balon jualan jadi agak mahal karena tabungnya naik di penyalur,” akunya. (blogkatahatiku.blogspot.com)