03 January 2014

FA MULAN (EPIK MAHARANA) 33

Oleh Effendy Wongso

Walaupun aku terlahir
sebagai anak perempuan
tetapi tekadku
melebihi seorang anak laki-laki

Ayah,
Putrimu menggantikanmu ke medan perang
dan tak akan kembali tanpa kemenangan

Fa Mulan
Surat untuk Ayah

BLOGKATAHATIKU/IST
Shang Weng memutuskan untuk menjatuhkan sanksi sesuai hukum kemiliteran setelah melakukan serangkaian pertemuan militer dengan para atase militer Yuan di Ibukota Da-du. Penyusupan dan penyamaran Fa Mulan di Kamp Utara sebagai laki-laki tersebut merupakan pukulan yang amat berat bagi militer Yuan. Nama baik militer Yuan tercoreng karena kecolongan oleh kasus sepele tetapi berdampak besar bagi kredibilitas dalam kemiliteran. Karenanya, tindakan Fa Mulan, yang dilakukannya semata-mata untuk menggantikan ayahnya yang sudah tua dan pincang, dapat dianggap subversif. Untuk itulah ia dijatuhi hukuman penggal!
Namun keajaiban itu datang sesaat sebelum golok algojo Istana Da-du hendak memisahkan kepala Fa Mulan dari badannya. Kaisar Yuan Ren Zhan, melalui ia, salah seorang prajurit wamil Kamp Utara yang lari ke Ibukota Da-du dan berhasil menembus koneksitas Istana untuk meminta permohonan pengampunan bagi Fa Mulan, tiba-tiba mengeluarkan maklumat untuk mengampuni tindakan Fa Mulan yang merupakan aib dalam kemiliteran Yuan.
Dan pada akhirnya, maklumat tersebut sampai kini menjadi enigma tak terjawab di kalangan militer Yuan. Entah karena alasan apa sehingga Kaisar Yuan Ren Zhang sampai mengeluarkan maklumat yang berstempel Istana Da-du dan ditandatanganinya sendiri.
Barangkali tindakan Kaisar Yuan Ren Zhan itu merupakan reformasisasi pengaruh Negeri Barat, yang erat kaitannya dengan rintisan bilateral politik luar negeri terobosan Perdana Menteri Shu Yong. Tindakan tersebut membawa iklim baru dalam tatanan kenegaraan yang kacau-balau warisan penguasa-penguasa masa lalu.
Kendati pada akhirnya gadis itu tidak jadi dipancung, tetapi ia, sebagai sahabat terbaik Fa Mulan, merasa Shang Weng sebagai pemimpin tertinggi di Kamp Utara tidak becus mengantisipasi hal terburuk dari kasus penyamaran identitas Fa Mulan tersebut.
Ia menilai Shang Weng tidak adil.
Ia tidak dapat memberikan argumen yang tepat kepada jenderal-jenderal di markas besar militer Yuan di Ibukota Da-du. Ia tidak berusaha semaksimal mungkin meyakinkan pejabat-pejabat militer di Istana bahwa sesungguhnya Fa Mulan tidak bersalah. Apa yang telah diperbuat gadis itu, manipulasi identitas diri dan tuduhan indisipliner, tidak sebanding dengan hukuman yang dijatuhkan militer Yuan kepadanya.
Shang Weng seperti buta.
Ia tidak dapat melihat betapa berjasanya gadis prajurit wamil tersebut yang, bahkan berani mengorbankan nyawanya suatu ketika pada sebuah pertempuran kecil dengan kaum nomad Mongol di perbatasan Tembok Besar. Fa Mulan nyaris tewas dengan sebilah anak panah yang menancap di dadanya.
“Anda tidak adil, Kapten Shang!” makinya pada waktu itu, sebelum eksekusi penggal kepala dilakukan terhadap Fa Mulan tujuh hari kemudian.
“Kamu pikir saya tidak sedih?! Saya juga sedih, Bao Ling! Hati saya juga sakit. Lebih sakit dan perih daripada yang kamu rasakan.”
“Sampai hati Kapten Shang berdarah-darah pun, Fa Mulan tetap akan dipenggal!”
“Saya sudah berusaha menyelamatkan gadis itu. Tapi….”
“Tapi apa?!”
“Saya tidak bisa melawan keputusan para jenderal di Ibukota Da-du!”
“Saya tidak ingin mendengar dalih murahan begitu, Kapten Shang!”
“Jangan kurang ajar!”
“Saya kecewa terhadap kepemimpinan Anda, Kapten Shang!”
“Kamu indisiplener! Kamu akan dipenggal!”
“Lebih baik saya mati bersama Fa Mulan daripada tetap loyal kepada seorang pemimpin yang, sama sekali tidak memiliki tanggung jawab terhadap nasib bawahannya.”
“Hal itu di luar kehendak saya.”
“Tapi kehendak untuk melenyapkan nyawa gadis itu sungguh keterlaluan! Di mana nurani para jenderal yang tahunya hanya memerintah di belakang meja itu?!”
“Hukuman itu telah menjadi sanksi dalam kemiliteran. Saya harap kita semua dapat berlapang dada menerima keputusan pahit untuk Fa Mulan itu, Bao Ling.”
“Tapi keputusan itu tidak adil! Bagaimana mungkin Fa Mulan dapat menerima sanksi seberat itu, hukuman mati, sementara apa yang telah dilakukannya hanyalah untuk menggantikan posisi kewajiban militer ayahnya, yang sudah tua dan pincang. Dia bukan penjahat perang, Kapten Shang! Kenapa harus dihukum pancung?!”
“Senang atau tidak, sanksi itu telah menjadi amar yang harus dipatuhi oleh siapa pun juga. Tidak terkecuali dia adalah jenderal sekalipun. Bagaimana wibawa hukum nantinya kalau ada sikap diskriminatif untuk Fa Mulan. Apa kata orang nanti tentang keadilan?”
“Sia-sia saja semua pengorbanannya selama ini di sini! Tidak ada penghargaan apa pun atas jasa-jasanya, yang bahkan mempertaruhkan nyawanya saat mempertahankan Tembok Besar dari serangan kaum nomad Mongol lalu.”
“Saya tahu bagaimana besarnya loyalitas Fa Mulan terhadap Yuan. Saya sadar, karena itu pulalah dia terkena anak panah dan nyaris tewas di tangan Mongol. Tapi, bukannya saya tidak peduli dengan jiwa patriotisme dia itu. Bukan. Tapi saya memang tidak memiliki wewenang lagi untuk menggagalkan eksekusi penggal itu, Bao Ling!”
“Kejam….”
“Maafkan saya. Saya telah berusaha semampu saya. Tapi….”
“Kalau semua pejabat militer Yuan seolah tidak memiliki nurani, bagaimana jadinya loyalitas prajurit Yuan kelak?! Kasus Fa Mulan adalah salah satu bukti kalau para pejabat militer kita di Ibukota Da-du sudah majal nurani. Tidak ada kepekaan hati mereka lagi untuk melihat sisi-sisi lain dari kebenaran, apa pun bentuknya.”
“Saya menyesal, Bao Ling. Tapi….”
“Maafkan saya, Kapten Shang! Saya tidak bermaksud menyudutkan Anda di dalam posisi ini. Tapi saya hanya iba kepada Fa Mulan. Dia prajurit yang sagat loyal, bahkan melebihi semua prajurit yang ada di Kamp Utara ini! Dia gadis yang baik, Kapten Shang! Dia….”
“Sudahlah, Bao Ling. Saya turut prihatin atas hukuman yang….”
“Ta-tapi, Anda harus bertindak! Sebagai pemimpin Kamp Utara ini, Anda memiliki legitimasi untuk menggagalkan hukuman pancung itu, Kapten Shang!”
“Ma-maafkan saya, Bao Ling! Atase militer telah memutuskan untuk tetap menjatuhkan hukuman penggal kepada Fa Mulan!”
“Tapi mana boleh….”
“Saya juga sakit hati, Bao Ling. Tolong, jangan salahkan saya lagi dalam hal ini!”
“Ja-jadi….”
“Sa-saya menyesal….”
“Huh, kalau sudah begini, membunuh seorang Shang Weng Shang pun tidak akan dapat menolong Fa Mulan dari kematian!”
“Saya….”
“Ti-tidak! Tidak! Tidak! Fa Mulan tidak boleh mati! Fa Mulan tidak boleh mati, Kapten Shang!”
Kala itu ia menangis.
Ia meratapi nasib malang Fa Mulan. Namun Shang Weng sama sekali tidak bergeming dengan permohonannya agar berusaha membebaskan Fa Mulan dari hukuman pancung tersebut. Komandan atas seluruh militer wamil di Tung Shao itu hanya menangis. Pemimpin Kamp Utara itu sama sekali tidak berkutik dengan keputusan getir yang, diamanatkan para jenderal kepadanya untuk mengeksekusi Fa Mulan pada hari dan waktu yang telah ditentukan. Juga ketika Chien Po dan Yao berlutut memohon, pemuda itu pun hanya menundukkan kepalanya tidak berdaya, dan tidak tahu harus berbuat apa lagi. Ia benar-benar kecewa terhadap Shang Weng.
Maka pada suatu malam ia kembali melarikan diri dari Kamp Utara menuju ke Ibukota Da-du. Ia harus membebaskan Fa Mulan dari kezaliman pejabat-pejabat militer di Ibukota Da-du. Ia akan mencoba memohon langsung kepada Kaisar Yuan Ren Zhan agar dapat membebaskan Fa Mulan dari sanksi hukuman pancung.
Tetapi upayanya tersebut seolah menggantang asap untuk menghidupkan api pada bara arang yang telah padam.

***

Tidak ada satu pun pejabat militer yang sudi menerimanya. Ia hanya dipandang dengan sebelah mata dan dianggap prajurit berkasta rendah. Gengsi militer Yuan ternyata lebih tinggi dari langit ketujuh. Semua petinggi militer dan jenderal memandangnya rendah. Namun ia tetap bersikeras dan berusaha mencari cara untuk dapat meluputkan Fa Mulan dari hukuman pancung.
“Kembalilah ke barak, Anak Muda!” sahut Jenderal Gau Ming saat ia berhasil masuk ke markas besar militer Yuan secara diam-diam. Ditemuinya jenderal tua itu dan mengungkapkan semua kejadian miris yang menimpa Fa Mulan di Kamp Utara. “Mustahil kamu dapat bertemu dengan Kaisar Yuan Ren Zhan! Istana terlalu keramat untuk kamu masuki hanya untuk menyampaikan berita sesepele itu.”
“Maaf, Jenderal Gau! Ini bukan persoalan sepele. Hidup-mati Fa Mulan merupakan tanggung jawab militer Yuan. Anda yang mewakili militer Yuan tidak dapat lepas tangan begitu saja. Dan hanya mengetukkan palu amanat tanpa melihat duduk-perkaranya. Saya mohon Anda dapat bertindak bijak menanggapi kasus Fa Mulan tersebut. Anda dapat menimbang kasus itu dengan seksama! Fa Mulan bukan penjahat perang! Dia tidak pantas diganjar hukuman mati!”
“Lancang benar kamu!”
“Maaf, Jenderal Gau! Saya tidak bermaksud apa-apa kecuali meminta atase militer Yuan mengambil keputusan benar!”
“Apa lagi?! Bukankah vonis telah dijatuhkan?!”
“Vonis itu tidak adil, Jenderal Gau!”
“Berani benar kamu menentang amar yang telah disepakati oleh seluruh atase militer Yuan!”
“Saya tidak berani! Tapi, mohon. Mohon tinjau kembali keputusan untuk mengeksekusi Fa Mulan, Jenderal Gau.”
“Tinjau kembali?! Kamu pikir amar yang telah diputuskan itu main-main?! Keputusan itu telah bulat, Anak Muda! Sudahlah. Jangan mengganggu kami yang tengah sibuk di markas besar militer Yuan ini. Keputusan penggal kepala untuk prajurit wamil Fa Mulan itu sah dan tidak cacat hukum! Atau, apa kamu menyangsikan kalau keputusan itu cacat hukum barangkali?!”
“Saya tidak berani berkesimpulan begitu. Tapi, rasa-rasanya apa yang telah menjadi amar para atase militer Yuan itu tidak sebanding dengan apa yang telah dilakukan Fa Mulan. Gadis itu tidak bermaksud makar dengan memanipulasi identitas dirinya saat mendaftar sebagai prajurit wamil. Gadis itu hanya ingin menggantikan posisi ayahnya yang sudah tua dan pincang. Itu saja. Tidak ada maksud lain. Dia juga bukan jasus, dan tidak pernah terbukti bekerja untuk pihak musuh.”
“Untungnya Fa Mulan bukan jasus musuh. Nah, bagaimana seandainya dia adalah jasus musuh?! Bukankah dia akan menjadi orang yang paling berbahaya di Kamp Utara?!”
“Tapi, kenyataannya Fa Mulan memang bukan orang yang bekerja untuk pihak musuh!”
“Saya tidak perlu mendengar jawaban atau penegasan kamu, bahwa Fa Mulan bukan jasus musuh! Kami semua sudah tahu kalau dia memang bukan jasus musuh! Saya hanya ingin mendengar jawaban kamu, bagaimana seandainya gadis itu adalah jasus musuh. Tahu tidak, kasus manipulasi identitas diri yang Fa Mulan lakukan itu merupakan preseden buruk bagi militer Yuan. Terus terang, kasus tersebut telah membuat kalang-kabut semua atase militer Yuan. Seharusnya hal itu tidak boleh terjadi. Lagipula, bukan hanya Fa Mulan yang akan dikenai sanksi atas kasus itu. Tapi banyak pihak yang terkait di dalamnya. Salah satunya adalah Inspektur Tang Zhien Zen, salah seorang pejabat militer yang paling bertanggung jawab dalam perekrutan calon prajurit wamil pada waktu itu. Dia pun dapat dijatuhi hukuman mati atas keteledorannya tersebut.”
“Mungkin itu salah satu kesalahan besar yang pernah dilakukan Fa Mulan. Tapi apakah tidak ada pengampunan untuknya, Jenderal Gau?” 
“Atase militer telah menimbang dengan matang persoalan manipulasi identitas diri yang terjadi di Kamp Utara. Memang tidak ada hal yang dapat meringankan hukuman untuk Fa Mulan.”
“Tapi….”
“Keluarlah, Anak Muda. Kamu hanya mengganggu aktivitas kami di sini!”
“Tunggu, Jenderal Gau!”
“Ada apa lagi?!”
“Saya Bao Ling, putra pertama Bao Nang! Saya akan melakukan apa saja demi menyelamatkan Fa Mulan dari jazam penggal!”
“Cukup! Pengawal, tangkap dia!”
“Jenderal Gau….”
Kala itu ia ditawan oleh prajurit pengawal Jenderal Gau Ming. Ia dijebloskan ke dalam penjara di markas besar militer Yuan karena dianggap indisipliner. Menyelinap masuk ke dalam markas besar militer Yuan tanpa izin. Di dalam penjara, ia menemukan ide cemerlang untuk dapat membebaskan Fa Mulan.
Koneksitas dengan pihak Istana!
Sebuah siasat yang sering ditempuh oleh ayahnya sewaktu berusaha mengelitkan ia dari kewajiban militer. Pejabat-pejabat negara memang masih banyak yang kemaruk oleh gemerlap harta dunia….