13 January 2014

DEVI KALIPUNG

HOBI SHOPPING BUSANA

Foto: Pribadi
Baju telihat mahal tergantung dari cara kita memakainya,” kata Marketing Communication Hotel Santika Makassar, Devi Kalipung, saat disambagi beberapa waktu lalu di kantornya, Hotel Santika Makassar, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa berbelanja busana, sebaiknya membeli yang terlihat pas dan membuat kita jadi lebih menarik, bukan hanya berdasarkan mereknya.
Apalagi, dalih Devi, pekerjaan yang dilakoninya saat ini sebagai marketing communication tentu saja sangat mementingkan penampilan. “Profesi saya, penampilan adalah yang utama. Setelah itu baru metode komunikasi,” ujarnya.
Devi menambahkan, orang sering lebih mementingkan apa yang mereka lihat dibandingkan apa yang mereka ketahui.Penampilan menarik pun, lanjutnya, menjadi kebutuhan dan tuntutan profesi. Namun sejalan hal tersebut, perempuan kelahiran Mamuju, 5 maret 1985 ini memang memiliki hobi berbelanja (shopping) sejak dulu. Dikatakan, ini tentu saja menunjang pekerjaannya saat ini.
“Saat duduk dibangku SMP, saya memang sudah senang merawat diri meski belum tahu berbelanja. Ya, waktu SMP, Mama yang biasanya membelikan saya aksesoris,” terangnya.
Beranjak dewasa, saat duduk di bangku SMA, Devi mulai berbelanja kebutuhan sendiri, terutama untuk penampilannya. Hal itu berlanjut sampai saat ini. Meski demikian, wanita modis ini mengaku tidak pernah “kalap” dalam belanja. Sudah menjadi karakternya untuk membeli barang berdasarkan kebutuhannya saja.
Biasanya, Devi meluangkan waktu tiap akhir pekan untuk berbelanja.Seperti yang dilakukannya saat ini, jika berbelanja ia banyak membeli jas untuk kebutuhan profesinya. Namun selain itu, ia juga senang membeli barang dengan model yang sesuai untuk dipakai ke beberapa momen seperti pesta, acara dengan klien, dan kegiatan kantor.
Sejalan dengan itu, Devi pun mengikuti tren mode untuk kategori jas. “Saat ini saya sangat menyenangi jas model Korea, dengan busa yang agak tinggi pada bahunya,” akunya.
Devi mengungkapkan, tak tanggung-tanggung, saat ini dirinya mengoleksi sekitar 20 jas yang didominasi warna hitam khusus untuk mendukung profesinya. Demikian pula dengan koleksi sepatunya, ia memiliki belasan sepatu high heels merek Charles & Keith untuk memperindah penampilannya. Meski demikian, alumni jurusan Publik Relation Universitas Fajar Makassar ini mengaku tidak pernah membeli sepatu dan jas yang sepadan. “Biasanya saya membeli secara terpisah, tergantung pada modelnya,” ujarnya.
Hal lainnya berkenaan dengan busana, saran Devi, agar tidak membuang pakaian yang mungkin saja telah ketinggalan zaman. Menurutnya, pakaian lama itu bisa dipadu padankan dengan barang yang masih baru sehingga menciptakan gaya yang lebih stylish.
Wanita cantik yang bercita-cita menjadi PNS ini juga mengaku, paling banyak berbelanja lima kali dalam sebulan, dengan menghabiskan paling banyak Rp 3 juta untuk sekali belanja. Namun begitu, ia mengaku keluarga tidak keberatan dengan hobi berbelanjanya tersebut.
“Ya, karena saya masih bisa mengontrol diri dalam berbelanja,” alasan Devi.
Putri dari Klemen Kalipung dan Emamirna Sipayo ini mengaku, dalam berbelanja ia memilih tempat yang menjanjikan pelayanan dan kenyamanan seperti mal dan butik. “Tapi tempat yang paling ingin saya kunjungi untuk menyalurkan hobi shopping saya ini adalah Hongkong dan Kuala Lumpur, karena banyak model baru dan kualitas pakaiannya bagus,” urai Devi.
Untuk tetap menjaga kualitas pakaiannya, bungsu dari tujuh bersaudara ini mengaku rutin menggunakan jasa laundry. Akan tetapi bukan juga laundry sembarangan, di mana menurutnya ia punya langganan sendiri yang telah terpercaya untuk merawat kebersihan dan keawetan pakaiannya. (blogkatahatiku.blogspot.com)