22 January 2014

DESAIN MOBIL YANG MASTERPIECE

Foto: Effendy Wongso
Tidak dapat dipungkiri, salah satu unsur terpenting dari bisnis otomotif adalah desainnya. Langkah awal yang terkesan “remeh” ini sekaligus penentu dalam proses akhir, yakni “selling point” suatu karya yang “masterpiece”. Karya otomotif yang menjual memang tidak hanya ditentukan oleh akurasi “engine” yang kokoh dan andal, akan tetapi juga sentuhan “seni” yang membalutinya.
Tampilan yang sedap dipandang mata tentu dapat berimbas pada ketertarikan orang untuk membelinya. Dari sini bisa simpulkan bahwa seorang desainer mobil memiliki peran yang cukup vital karena karyanya akan menentukan masa depan mobil ciptaannya, apakah mobil tersebut dapat diterima konsumen, ditolak, atau justru malah menjadi karya adiluhung yang revolusioner.
Hal tersebut diungkapkan oleh penulis dan pemerhati otomotif, Jujuk Margono. Dijelaskan, salah satu desainer mobil yang brilian dan terkenal akan hasil karyanya yang out of the box dan sangat revolusioner hingga saat ini adalah Harley Earl.
“Sempat dijuluki ‘the father of the dream car’ oleh The Detroit News, kepala desainer General Motor (GM) periode 1927 sampai 1958 ini mungkin bisa dianggap sebagai desainer mobil paling berpengaruh pada industri otomotif dunia,” ujarnya.
Diterangkan, bagaimana tidak, Harley Earl dan timnya adalah pelopor penggunaan model tanah liat sebelum proses produksi mobil dimulai. Mereka juga sekaligus pencetus desain fin tail dan panoramic curve windshield yang banyak ditemui pada mobil klasik Amerika.
“Nah, beberapa hasil karya Harley Earl juga banyak yang menuai sukses, dan bahkan menjadi masterpiece hingga saat ini. Salah satu contoh mobil hasil karyanya adalah Chevrolet Corvette yang sangat legendaris,” ungkapnya.
Jujuk memaparkan, selain dikenal sebagai seorang desainer andal, Harley Earl juga dikenal sebagai pengusaha yang cerdas. Ia dianggap mampu menangkap keinginan dan kebutuhan konsumen untuk kemudian menuangkannya dalam mobil yang diproduksinya.
“Bukti dari keandalannya adalah terjualnya 35 juta unit mobil yang desainnya berada di bawah pengawasan Harley Earl selama ia berkarier di GM. Di luar karya fenomenalnya yang berhasil terjual puluhan juta unit, Harley Earl yang juga seorang visioner yang memandang jauh ke masa depan berhasil mempopulerkan ide pembuatan mobil konsep, yaitu mobil eksperimental yang memamerkan inovasi dalam hal tampilan dan teknologi,” imbuhnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa mobil konsep garapan Harley Earl rata-rata mengusung teknologi atau fitur yang jauh ke depan melebihi zamannya kala itu, bahkan hingga saat ini.
“Ya, contohnya saja penggunaan joystick yang menggantikan posisi dan mekanisme setir di salah satu mobil konsepnya. Beberapa mobil konsep ciptaannya yang masih berhasil ‘diselamatkan’, kini menjadi incaran kolektor mobil dunia. Konon kabarnya, salah satu mobil konsep Harley Earl laku terjual dengan harga 2,8 juta dolar AS di balai lelang,” bebernya. (blogkatahatiku.blogspot.com)