05 January 2014

DELIVERY FAST FOOD

TAK TERGANGGU HUJAN DI MUSIM PENGHUJAN

Foto: Effendy Wongso
Neon sign bertuliskan 14022 di setiap gerai makanan cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC) memang menawarkan kemudahan bagi para pelanggan yang ingin menikmati sajian makanan dengan cepat tanpa repot. Setidaknya, nomor dering online tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati fried chicken tanpa harus kehujanan.
Di tengah guyuran hujan deras yang melanda Makassar sepekan terakhir di awal tahun ini, dari pantauan KATA HATIKU, aktivitas delivery bisnis jaringan berlogo Kolonel Sanders dari negara Paman Sam tetap ramai, paling tidak saat penelusuran dilakukan di gerai-gerai utama seperti KFC Gelael di Jalan Sultan Hasanuddin, KFC Ahmad Yani, dan KFC di Mal Ratulangi Indah (MaRI) dan KFC Coffee di Jalan Sam Ratulangi, Makassar, tetap ramai dikunjungi dengan tingkat order atau delivery yang stabil.
Ditemui saat hendak bertugas mengantarkan pesanan makanan pelanggan, karyawan pesan antar KFC Ahmad Yani, Nizaruddin (24), mengungkapkan, selama musim penghujan, delivery tak terganggu dan stabil menerima orderan makanan.
“Tetap ramai, meskipun hujan deras. Rata-rata pemesanan ada 15 order sehari untuk satu motor antar. Di KFC Ahmad Yani ini, ada tiga sepeda motor antar,” ujarnya.
Ketika ditanya berapa transaksi dan omset order antar, Nizaruddin enggan menyebutnya. Yang pasti, pesan antar tetap harus berjalan meskipun kondisi ekstrim seperti banjir melanda beberapa area pengantarannya. Dijelaskan, tim pesan antar di KFC Ahmad Yani sama dengan di gerai-gerai KFC lainnya. “Beroperasinya 24 jam, jadi divisi antar KFC selalu siap mengantar meskipun hujan deras,” ungkapnya.
Terpisah, di gerai McDonald’s MaRI, seorang karyawan antar yang tak ingin disebut namanya, mengatakan hal yang sama. “Para pengantar di McD (sebutan untuk McDonald’s), harus siaga, tidak peduli hujan atau banjir, larut malam atau subuh, kami tetap harus mengantar pesanan pelanggan,” ujarnya.
Kendati demikian, bebernya, tim antar sering mendapat telepon order dari orang-orang yang jahil. “Ini yang bikin bete (jengkel), sudah jauh-jauh mengantar, tapi ternyata si pemesan itu ternyata tidak ada atau alamat palsu,” keluhnya.
Sementara itu, order via telepon di chinese food resto, Ateng, Jalan Sangir, tetap menerima pesan antar namun terbatas. “Tetap kami antarkan, selama tempatnya itu tidak jauh, dan hanya ‘dalam kota’. Tapi, kebanyakan yang order makanan di sini adalah pelanggan lama,” jelas owner Ateng yang kerap dipanggil ‘Acik’ ini.
Dijelaskan, untuk makanan order di Ateng, ia mengenakan tarif antar Rp 2 ribu per sekali antar. “Itu hanya uang bensin untuk anak-anak pengantar,” dalih Acik. (blogkatahatiku.blogspot.com)