24 January 2014

CARA INSTAN HADAPI STRES

DIMULAI DARI HAL SEDERHANA

Foto: Effendy Wongso
Tuntutan pekerjaan, masalah keluarga, masalah pasangan, hingga masalah transportasi sehari-hari sudah bisa membuat kita stres. Berikut ini ada beberapa cara instan untuk mengatasi gejala stres saat mendera kapan saja.
Berlatih napas. Ketika Anda secara sadar berusaha untuk bernapas lebih dalam, secara alami akan membantu tubuh Anda kembali ke posisi rileks. Letakkan tangan Anda di perut, dan rasakan ketika ia mengembang saat Anda menarik napas, sambil berhitung hingga hitungan ke tiga atau empat, lalu tahan napas Anda dengan hitungan yang sama, lalu hembuskan selama mungkin, dan rasakan saat perut Anda mengempis. Hal ini akan membantu Anda untuk berfokus pada napas yang akan membantu menyingkirkan stres Anda.
Menantikan sesuatu. Setiap pagi, pikirkan tentang sesuatu yang kecil, dan menyenangkan untuk Anda lakukan pada hari itu, baik yang kecil misalnya mengisi teka-teki silang hingga hal yang sangat besar misalnya menaklukkan gunung Semeru. Ritual ini akan melatih otak Anda untuk mengalihkan fokus dari permasalahan yang dihadapi pada hari itu.
Membuat perubahan kecil. Hal-hal kecil di luar perencanaan bisa membuat seseorang stres. Jika Anda mau mencoba menggali bahkan sedikit saja hal baru di dalam hidup Anda, maka hal itu akan bisa membantu respon kognitif Anda untuk lebih fleksibel dan membantu Anda mengatasi apa pun tantangan yang ada di depan. Contohnya, mengikuti kelas kardio di gym dekat kantor, atau mencicipi makanan dari daerah yang belum pernah Anda coba sebelumnya.
Foto-foto bahagia. Tatap foto-foto momen bahagia Anda, misalnya saat Anda berlibur di Bali atau saat Anda bermain coreng muka bersama keponakan. Hanya menyisihkan waktu 10 detik untuk berkonsentrasi pada gambar-gambar tersebut sudah cukup untuk mengurangi ketegangan otot dan menstabilkan detak jantung.
Berbagi pujian. Studi menunjukkan, semakin hangat hubungan personal Anda dengan orang lain, semakin baik tubuh Anda dalam memerangi efek stres. Jadi, jangan ragu untuk memberikan pujian kepada rekan kerja Anda yang berhasil mendapatkan klien baru. Hal ini tak hanya membuatnya merasa bahagia, tetapi juga membantu Anda merasa nyaman.
Ubah Senin jadi hari luar biasa. Kebanyakan orang mendeklarasikan hari Jumat atau akhir minggu sebagai hari yang menyenangkan. Namun sisi buruknya, kebiasaan ini akan menganggap Senin sebagai hari yang menyebalkan. Tak heran ada laporan yang menyatakan, kebanyakan serangan jantung terjadi di Senin ketimbang hari-hari lain. Untuk membuat Senin menjadi hari menyenangkan, cobalah untuk menjadwalkan sesuatu yang menyenangkan pada hari tersebut. Misalnya makan siang bersama teman di setiap hari tersebut, atau ikuti kelas olahraga yang Anda senangi di hari itu. Semata-mata agar Anda memiliki rasa keinginan untuk menyambut hari tersebut.
Transisi dari kantor ke rumah. Setiap hari Anda melewati jalan yang sama, tetapi pernahkah Anda mencoba menikmati pemandangan yang Anda lewati, atau menikmati musik selama perjalanan Anda pulang tersebut? Tak masalah jika Anda membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya. Waktu yang Anda nikmati tersebut akan membantu Anda bertransisi dari suasana kantor ke suasana santai di rumah.
Mengungkapkan isi pikiran. Kekhawatiran yang konstan bisa membuat seseorang sulit tertidur. Simpanlah sebuah buku untuk Anda mengutarakan isi pikiran Anda, termasuk kekhawatiran dan solusi untuk mengatasi hal tersebut. Buat pula janji-janji untuk diri Anda sendiri mengenai hal yang bisa membuat Anda lebih baik. Bisa juga Anda berjanji untuk tidak lagi merasa khawatir sebelum pukul 11.00 pagi besok. Dengan begini, otak Anda akan berusaha mencari cara untuk mengalihkan pikiran dari hal yang bisa membuat Anda merasa khawatir.
Belajar untuk berdebat dengan adil. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh sebuah majalah kesehatan, disebutkan bahwa bertengkar dengan pasangan menempati posisi pertama sebagai penyebab stres. Berdebat atau bertengkar dengan pasangan memang boleh dan perlu untuk bisa memahami pola pikir masing-masing. Namun, disarankan untuk mengambil waktu sejenak di sela-sela perdebatan untuk bisa mengambil napas dan menenangkan diri. Usai perdebatan yang diakhiri dengan kesepakatan, lanjutkan dengan kegiatan positif, seperti berpelukan atau bercumbu dengan pasangan untuk meningkatkan level endorfin.
Wangi rosemary. Sebuah studi yang berlangsung di Jepang mengatakan, bahwa dengan menghirup wangi aroma rosemary bisa menurunkan tingkat kortisol dalam otak seseorang. Anda bisa coba cari wangi ini di toko-toko yang menjual aromaterapi. (blogkatahatiku.blogspot.com)