16 January 2014

BUSWAY SEGERA UJI COBA DI MAKASSAR

Foto: Effendy Wongso
Menyikapi keberadaan angkutan umum busway, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Sulawesi Selatan (Sulsel), Lambang Basri, angkat bicara dan meminta pemerintah untuk memperhatikan kesiapan ketika akan mulai melakukan uji coba busway.
"Tiga hal yang harus betul-betul dipersiapkan pemerintah ketika akan menguji coba Busway ini, pertama halte, sosialisasi, dan penyeberangan,” ungkap Lambang, Kamis (2/1/2014).
Ia menambahkan, hal-hal ini harus diperhatikan karena jangan sampai ketika diujicobakan, akan memunculkan permasalahan. “Seperti misalnya lajur busway berada  di pinggir sisi kiri, tentunya haltenya bisa berada di pinggir, namun harus dibuatkan ruang untuk menyeberang. Begitu juga ketika lajur berada di tengah, untuk membangun haltenya cukup susah karena harus membuat ruang di mana tidak akan terjadi permasalahan baru antara masyarakat yang ingin menyeberang dan juga kendaraan yang lewat,” pesannya.
Lambang menambahkan, sebenarnya di Makassar ini bukan busway tetapi bus-lane, karena untuk busway memang tidak boleh kendaraan yang masuk di lajurnya. "Ini juga harus mampu terintegrasi dengan angkutan lain yang tidak boleh berhimpitan dan  terkoneksi di sekitar halte lajur pinggiran," paparnya.
Untuk itulah, ia meminta sebelum diuji coba atau beroperasional, sebaiknya dilakukan sharing bersama untuk pengaturan kendaraannya antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota terkait lantaran belum adanya halte.
Untuk itulah ia mengungkapkan cukup khawatir lantaran halte  ini menjadi satu kesatuan dengan keberadaan busway. “Jjangan sampai busway ini bisa bermasalah seperti angkutan umum (petepete), di mana mereka berhenti di sembarang tempat dengan menggunakan ruang publik,” cetusnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Sulsel, Masykur A Sulthan, mengatakan sampai saat ini pihaknya telah melakukan dan membenahi segala persiapan agar uji coba tersebut dapat berhasil, di mana halte masih sementara dibangun dan armada masih dikerjakan.
"Yang masih menjadi masalah adalah busnya baru rampung lima pada Januari ini, dan lima lagi pada Februari. Saya tidak mau itu karena uji coba akan dilakukan bersamaan," ulasnya.
Terkait sosialiasi, Masykur akan merealisasikannya sesegera mungkin lantaran ini  merupakan alat transportasi massal yang diperuntukkan untuk masyarakat umum. Di samping, pihaknya akan melakukan langkah-langkah untuk mengatasi ketersinggungan antara mobil angkutan umum dan bus, di mana nantinya akan ada sistem “mix traffic”.
“Kami akan memberlakukan sistem mix traffic antara busway dan angkot. Jadi, busway ini tidak akan menganggu angkutan umum karena tidak ada rute yang sama. Persinggungan antara busway dengan petepete ini masih berkenaan dengan ketentuan mixing. Artinya, kedua moda transportasi massal tersebut masih dapat beroperasi bersama pada kondisi tertentu namun masih dalam tahap uji coba,” sebutnya.
Lebih lanjut Masykur mengatakan, khusus untuk halte sistemnya merupakan bentuk kerja sama antara pemerintah dan swasta. “Mal yang menjadi persinggahan akan membangun haltenya sendiri, di mana sekitar lima halte akan dibangun," imbuhnya.
Sebelumnya, pihak Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) berencana akan melakukan uji coba busway ini untuk Koridor Dua. Koridor tersebut nantinya akan melewati Mal Global Trade Centre (GTC), Jalan Metro Tanjung Bunga, Jalan Penghibur, Jalan Pasar Ikan, Jalan Ujung Pandang, Jalan Ahmad Yani, Jalan Bulusaraung, Jalan Masjid Raya, Jalan Urip Sumohardjo, Jalan AP Pettarani, Jalan Boulevard Panakkukang, dan Mal Panakkukang dengan panjang rute tempuh 13,5 kilometer. (blogkatahatiku.blogspot.com)