06 January 2014

BSM CIPTAKAN TREN LOYALITAS NASABAH

AISYAH NURDIN
Kepala KCP BSM Ahmad Yani, Makassar
“BSM Ciptakan Tren Loyalitas Nasabah”

Foto: Effendy Wongso
Nasabah bank semakin rasional, salah satu tren yang mulai terlihat beberapa tahun terakhir ini adalah kecenderungan nasabah untuk memiliki lebih dari satu rekening tabungan, bahkan juga lebih dari satu rekening kartu kredit. Fenomena ini menjadi indikasi bahwa nasabah cenderung tidak loyal dan tidak mau terikat dengan satu bank saja. Pemilihan tabungan dan kartu kredit yang digunakan didasarkan pada penawaran yang diberikan oleh bank.
Selain itu, jika dianalisa lebih dalam ke atribut-atribut yang membentuk loyalitas nasabah, atribut-atribut yang bersifat transaksional memiliki bobot yang cenderung tinggi. Namun, tren berbeda terlihat pada indeks loyalitas tabungan syariah.
Secara umum, per 31 Mei 2013 lalu, posisi rating Bank Syariah Mandiri (BSM) menduduki peringkat ke-19 di antara semua bank di Indonesia. Pencapaian yang membanggakan dari perbankan yang mengutamakan sistim bagi hasil ini merupakan kontribusi beberapa produk yang memang menarik minat nasabah. Sebut saja salah satunya, Tabungan Mabrur.
Disebut oleh Kepala KCP BSM Ahmad Yani Makassar, Aisyah Nurdin, saat ditemui beberapa waktu lalu di kantornya, Jalan Jend Ahmad Yani, tabungan dalam mata uang rupiah ini untuk membantu pelaksanaan ibadah haji dan umrah.
“Fitur yang bisa didapatkan oleh nasabah, tentu saja berdasarkan prinsip syariah dengan akad mudharabah muthlaqah. Tabungan ini sudah dapat dilakukan dengan setoran awal minimal Rp 500 ribu, dan setoran selanjutnya minimal Rp 100 ribu,” terangnya.
Prinsip yang dimaksud orang nomor satu di BSM KCP Ahmad Yani Makassar ini adalah bentuk kerja sama antara dua atau lebih pihak, di mana pemilik modal (shahibul maal) mempercayakan sejumlah modal kepada pengelola (mudharib) dengan suatu perjanjian di awal. Bentuk ini menegaskan kerja sama dengan kontribusi seratus persen modal dari pemilik modal dan keahlian dari pengelola.
Di sini juga berarti, shahibul maal memberikan keleluasaan penuh kepada mudharib untuk mempergunakan dana tersebut dalam usaha yang dianggapnya baik dan menguntungkan. Namun pengelola tetap bertanggung jawab untuk melakukan pengelolaan sesuai dengan praktik kebiasaan usaha normal yang sehat.
Aisyah menambahkan, selama ini Tabungan Mabrur sangat diminati nasabah dan menjadi salah satu tabungan favorit di BSM lantaran aman dan terjamin, sekaligus memiliki fasilitas talangan haji untuk kemudahan mendapatkan porsi haji.
“Selain itu, kami juga memiliki produk pembiayaan Griya BSM. Ini adalah pembiayaan jangka pendek, menengah, atau panjang untuk membiayai pembelian rumah tinggal (konsumer), baik baru maupun bekas, di lingkungan developer maupun ­dengan sistim murabahah,” ungkapnya.
Sistim murabahah yang dimaksud adalah bahwa pembiayaan ini menggunakan akad jual beli antara bank dan nasabah. “Di sini, bank membeli barang yang dibutuhkan dan menjualnya kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan margin yang disepakati,” beber Aisyah.
Adapun manfaat yang dapat dirasakan adalah terbiayainya kebutuhan nasabah dalam hal pengadaan rumah tinggal (konsumer), baik baru maupun bekas. Selain itu, nasabah dapat mengangsur pembayarannya dengan jumlah angsuran yang tidak akan berubah selama masa perjanjian.
“Fitur-fitur dari pembiayaan ini antara lain angsuran tetap hingga jatuh tempo pembiayaan, proses permohonan yang mudah dan cepat, fleksibel untuk membeli rumah baru atau second, maksimum plafon pembiayaan sampai dengan Rp 5 miliar, jangka waktu pembiayaan yang panjang, dan fasilitas autodebet dari Tabungan BSM,” runut Aisyah.
Menyoal persaingan antarperbankan yang semakin kompetitif, wanita cantik ini mengatakan keyakinannya bahwa BSM tetap dapat “survive”. Hal itu terbukti dari prestasi yang ditorehkan oleh BSM yang saat ini menempati posisi teratas sebagai bank syariah terbaik di Indonesia.
“Saat ini aset BSM KCP Ahmad Yani adalah Rp 55 miliar. Sementara nasabah kami telah mencapai 1.600 orang. Ini pencapaian yang pesat dari BSM secara umum, padahal kami bukan bank syariah yang pertama, tapi kini menempati posisi teratas sebagai bank syariah terbaik di antara semua bank syariah di Indonesia,” tandas Aisyah. (blogkatahatiku.blogspot.com)