10 January 2014

BISNIS ALAT TULIS KANTOR

ANTARA MITRA DAN KEBUTUHAN

Foto: Effendy Wongso
Alat tulis kantor (ATK) merupakan perlengkapan yang sangat dibutuhkan demi berlangsungnya operasional kantor, baik pemerintah maupun swasta. Selain instansi pemerintah atau kantor-kantor swasta, fungsi dan keberadaan ATK juga tak dapat luput dari sekolah, kampus, dan institusi pendidikan lainnya. Di tengah tingginya kebutuhan itu, prospek bisnis ATK pun sangat menjanjikan sehingga tidak mengherankan apabila toko ATK sangat mudah dijumpai di berbagai lokasi.
Meski sudah “membumi”, toko ATK tetap ramai dikunjungi pembeli. Selain mendirikan banyak cabang, banyak pelaku bisnis bahkan berani menawarkan kemitraan untuk toko ATK. Dengan konsep bisnis berbasis pelanggan loyal, baik skala ritel dan korporasi, tak sedikit yang siap memitrakan bisnisnya tersebut. Salah satunya adalah dengan mengusung konsep waralaba.
Konsep waralaba yang biasanya lebih fokus terhadap kecermatan manajemen, membuat bisnis ATK bersistem jejaring ini semakin menggurita. Di luar itu, fokus juga dimaksud untuk memperkuat sistem operasional, pengendalian stok barang, dan sistem pelayanan yang mumpuni. Dengan demikian, setali tiga uang, bisnis ini memang dapat menjadi “money machine” atau mesin uang yang diperoleh dari laba yang menggiurkan.
Berbekal dari pengalaman beberapa kemitraan di bidang ATK ini, bisnis yang dilakukan secara jejaring juga terbukti dapat melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang andal dan multitasking. Pasalnya, SDM di bidang ini tidak dapat lepas dari “knowledge”. Artinya, inilah fungsi mereka sebagai leader yang bermain pada usaha yang dekat dengan dunia profesionalisme.
Saat ini, kebutuhan ATK atau stationary boleh dikatakan kebutuhan primer. Bagaimana tidak, hampir semua sektor pasti membutuhkan ATK. Bahkan perusahaan yang tengah dilanda “kolaps” pun, masih tetap membutuhkan ATK. Belum lagi kebutuhan sekolah, membuat andil stationary ini tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari.
Sebagai salah satu komoditas yang cukup resisten, bisnis ini membuat para pelaku usaha tidak terlalu sering menghadapi risiko ketimbang bisnis-bisnis lain yang rentan mengalami kerugian seperti bisnis consumer goods. Mereka tidak perlu takut menyiapkan barang dalam stok yang banyak, apalagi  membuka usaha toko ATK atau sekolah pun tidak merepotkan pelaku usaha. Kegiatan operasional yang diakukan hanyalah belanja rutin, dalam periode mingguan atau bulanan untuk memenuhi stok barang dagangan. Selanjutnya tinggal menunggu dan melayani para konsumen yang berbelanja.
Selain mudah dijalankan, peluang usaha ATK ini juga dapat dimulai dengan modal kecil. Jadi bagi calon pengusaha yang memiliki modal minim, tidak perlu takut untuk mencoba usaha ini lantaran pada dasarnya bidang ATK dapat dimulai dengan menyesuaikan modal yang dimiliki oleh seseorang.
Kendati demikian, kendala terbesar yang sering dihadapi para pelaku usaha ATK adalah persaingan usaha yang terbilang sangat kompetitif. Tingginya kebutuhan ATK dan mudahnya menjalankan bisnis ini membuat sebagian besar masyarakat tertarik menekuni usaha ATK sehingga jumlah pemain ATK semakin menggerus laba pemain yang sudah berkecimpung lama di bidang ini.
Sedangkan kendala lainnya adalah kenaikan harga bahan baku yang sering terjadi, apalagi pada momentum tertentu seperti saat kenaikan kelas atau memasuki tahun ajaran baru. Biasanya, harga alat tulis menjadi lebih mahal dibandingkan hari-hari biasa. Untuk menyikapi hal ini, sebaiknya para pelaku usaha sudah menyediakan stok barang, jauh-jauh hari sebelum momentum tersebut tiba.
Untuk mendukung pemasaran produk ATK, strategi yang dapat diakukan adalah memberikan penawaran diskon atau bonus tertentu pada saat-saat khusus. Misalnya, saat tahun ajaran baru atau saat kenaikan kelas, karena pada saat tersebut permintaan konsumen cenderung meningkat dibandingkan hari-hari biasa. Di samping itu, para pelaku usaha juga dapat menyebarluaskan informasi bisnis ATK-nya dengan membagikan brosur atau pamflet di sekitar lokasi usaha, sehingga keberadaan bisnisnya dapat diketahui masyarakat sekitar.
Namun, semuanya kembali kepada profesionalisme usaha yang dirintis. Seorang pelaku usaha di bisnis ini tidak dapat melalaikan kreativitas dengan menimbang banyaknya “demand” atas bisnis ini. Sebab bagaimanapun, pelayanan yang baik, program, maupun konsep promosi seperti gimmick sangat penting untuk mendongkrak “positioning” usaha mereka.
Mendirikan toko online ATK adalah salah satu langkah cerdas menyikapi tren penggunaan internet oleh masyarakat saat ini. Cara pemasaran online ini juga patut dipilih karena “low-cost” serta berakses tak terbatas dan luas, sehingga mudah menjangkau konsumen di manapun berada. (blogkatahatiku.blogspot.com)