16 January 2014

ASEAN OPEN SKY 2015

2015, Perluasan Bandara Hasanuddin Rampung

Foto: Effendy Wongso
Asean Open Sky pada 2015 mendatang tentunya meminta kesiapan seluruh sektor, baik yang bergerak di sektor ekonomi, perhubungan, komunikasi, dan informasi serta sektor-sektor lainnya untuk berbenah dan menyiapkan diri.
Salah satu sektor yang harus lebih dulu berbenah yakni sektor perhubungan, komunikasi dan Informasi. General Manager PT Angkasa Pura I (Persero), Rachman Syarief mengungkapkan perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin ditargetkan bisa selesai pada 2015 mendatang.
Proyek tersebut akan diperluas dengan memakai lahan 20 hektare di bagian selatan Bandara, di mana saat ini luas lahan bandara tersebut hanya 7,4 hektare yang telah selesai dan sisanya 12,6 hektare yang masih dalam proses pengukuhan dan pembayaran lahan.
"Dengan begini, perluasan kapasitas penumpang bisa naik. Saat ini kapasitas bandara tujuh juta orang. Apabila perluasan selesai, bisa menampung sampai 30 juta orang," ujarnya.
Rachman optimistis pengerjaan proyek ini dapat selesai tepat waktu. Dengan perluasan bandara, pesawat dengan body besar tentunya sudah bisa masuk karena panjang landasan sekarang mencapai 3.100 meter. Kalau digabung dengan yang lama mencapai sekitar 3.350 meter. Perbandingannya dengan bandara di Bali, pesawat 747.700 dan 777 sudah bisa mendarat di situ, artinya kita bisa selesai pada era Asean Open Sky.
"Selesai pada era Asean Open Sky, saya kira itu tidak masalah di mana saat ini bandara pun sudah bisa menampung jet yang berkapasitas 170 penumpang. Kita berharap, pesawat dari Australia dan Jepang bisa langsung masuk ke bandara kita," jelasnya, usai acara talk show bersama Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Sulsel di Kedai Kita, Jalan Landak Lama, Makassar, Senin (30/12/2013) lalu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Infomasi Sulsel, Masykur A Sulthan, memaparkan perluasan Bandara Hasanuddin dapat segera terealisasi pada 2015 mendatang. "Kami harap ketika era Asean Open Sky diberlakukan, maka perluasan Bandara Sultan Hasanuddin sudah siap. Minimal pertengahan tahun ini sudah selesai sehingga maskapai penerbangan bisa bertambah, khususnya untuk pesawat berbadan besar," harapnya.
Dikatakan, rencananya Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo akan melobi pemerintah Arab Saudi untuk membuka langsung penerbangan dari Jeddah. Pihaknya berharap rute itu bisa terlayani sehingga calon haji tidak perlu ke Jakarta lagi.
"Semua itu dapat diurus di Makassar, dan 14 provinsi lainnya pun dapat terlayani. Di samping itu, kementrian juga dapat menambah kuota calon haji, selain itu keuntungan rute penerbangan  langsung Jeddah-Makassar bisa menghemat biaya sebesar Rp 2-3 juta per orang," tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)