16 January 2014

ASEAN ECONOMY COMMUNITY 2015

Tingkatkan Kualitas Sumber daya manusia

Foto: Effendy Wongso
Memasuki 2014, seyogianya harus ada perubahan yang menuju ke arah yang lebih baik dibanding tahun lalu, termasuk perekonomian dan sistem pemerintahan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Perekonomian Republik Indonesia (RI) Hatta Radjasa mengatakan bahwa sistem perekonomian bangsa ke depan akan mengalami banyak tantangan, terutama ketika melihat dari sisi persaingan bisnis, investasi, dan hasil produk.
“Ini sangat mempengaruhi sistem perekonomian bangsa dan negara, sehingga untuk menuju Asean Economy Community 2015, ke depannya kita harus banyak melakukan persiapan yang betul-betul mantang. Ini yang harus bisa direalisasikan, dan hal tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk pemerintahan kita yang akan datang,” demikian dikemukakan Hatta saat menyampaikan materi dialog kebangsaan bertajuk “Daya Saing Bangsa: Perspektif Ekonomi Digital dan Hegemoni Politik dalam Era Asean Community 2015” di Baruga Universitas Hasanuddin (Unhas), Jalan AP Pettarani, Jumat (3/1).
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa yang menjadi tantangan global ekonomi saat ini tersebut sangat dipengaruhi oleh perkembangan pendidikan dan teknologi. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan cerdas sehingga mampu bersaing dalam dunia ekonomi global.
“Sehingga peran-peran universitas menciptakan putra-putri bangsa yang cerdas dan mampu bersaing itu harus diapresiasi dengan positif, dalam hal ini bersaing di dunia ekonomi,” tambahnya.
Selain itu, Hatta juga menegaskan, dengan melihat potensi negara-negara berkembang yang jelas lebih masif perkembangannya ketimbang negara-negara yang sudah maju, maka hal ini menjadi kapabilitas pertimbangan untuk memicu kemandirian suatu bangsa.
“Ini yang menjadi suatu acuan, sehingga seluruh komponen bangsa diharapkan senantiasa belajar agar mampu bersaing dalam dunia bisnis dan ekonomi, khususnya ekonomi secara global,” terangnya.
Hatta menambahkan, ada bebarapa poin yang perlu diperhatikan untuk menuju Asean Communitiy 2015, di antaranya adalah dengan memiliki integritas kemampuan SDM serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) secara nasional.
“Untuk mewujudkan hal ini, pertama, dunia pendidikan dan universitas harus betul-betul mampu menciptakan tenaga-tenaga ahli untuk meningkatkan tenaga produktif. Kedua, terbentuknya integritas logistik nasional. Ketiga, integritas SDM energi, di mana dalam hal ini kita mampu mereformasi secara struktural pemakaian energi secara keseluruhan. Yang terakhir, integritas pengelolahan sumber daya alam (SDA) karena melihat masih banyak ditemukan keunggulan SDA yang belum difungsikan dengan optimal,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa kondisi Indonesia yang terimbas krisis ekonomi global disebabkan karena pihak pemerintah belum secara riil berpihak kepada rakyat.
“Padahal pemerintahanlah yang menjadi tempat apresiasi masyarakat untuk memberantas kesenjangan ekonomi. Indonesia sebenarnya mampu menjadi negara yang terdepan dengan melihat SDA yang luar biasa banyaknya. Akan tetapi, ini tidak diikuti dengan pengadaan SDM yang baik sehingga SDA ini tidak terolah dan produktif sebagaimana mestinya,” ungkapnya.
Pria yang menjabat gubernur Sulsel dua priode ini juga mengatakan, Indonesia mesti mengantisipasi Asean Economy Community 2015, karena melihat kondisi perekonomian Indonesia yang belum benar-benar stabil saat ini. Untuk itu, ia berpesan agar perlu ada akselerasi baru yang dapat mengubah paradigma lama.
“Ini menjadi tantangan yang dihadapi bangsa kita. Untuk itu, harus ada transformasi kekuatan dengan melihat potensi besar yang dimiliki bangsa seperti SDA yang luar biasa,” bebernya.
Syahrul menambahkan, kondisi negara yang kurang menguntungkan ini jangan hanya dilihat dari kacamata ekonomi saja, karena ada hal-hal lain yang juga mampu menopang perkembangan negara ini.
“Salah satunya adalah adanya integrasi ekonomi, politik, sosial, dan juga keamaanan yang baik sehingga kita mampu menghadapi Asean Economy Community 2015,” imbuhnya.
Dikatakan, untuk menuju Asean Economy Community 2015, masyarakat harus mampu juga perlu mengubah paradigma berpikirnya. “Apalagi bila ini terkait dalam hal pemakaian barang dan jasa. Kita tidak menolak impor dan ekspor, akan tetapi bagaimana masyarakat Indonesia mampu mencintai produk bangsa sendiri,” tegasnya.
Untuk merealisasikan apa yang disebutnya tadi, Syahrul mengemukakan bahwa harus ada usaha untuk mendorong kualitas produksi nasional agar mampu bersaing di pasar dunia.
Sementara itu, mantan gubernur DKI Jakarta, H Sutiyoso mengatakan persiapan menuju Asean Economy Community 2015 harus betul-betul dipersiapkan dari sekarang. “Karena mau tidak mau, suka tidak suka, kita akan masuk dalam pencapaian itu sehingga dari sekarang kita harus mampu bersaing dengan negara tetangga,” pesannya.
Ia juga memaparkan banyak hal yang mesti diperbaiki dalam menuju Asean Economy Community 2015 mendatang, salah satunya dengan meningkatkan infrastruktur trasportasi, menciptakan iklim investasi bisnis yang kondusif, serta memperbaiki anggaran pendidikan.
“Krisis ekonomi global yang terjadi pada negara kita juga tidak terlepas dari peran pendidikan yang kurang memadai. Beberapa lembaga riset merilis, hampir 60 persen masyarakat kita tidak terdidik, dan hanya lima persen yang mencapai pendidikan S1, S2, dan seterusnya. Ini yang betul-betul harus diperhatikan, menciptakan SDM yang berkualitas membutuhkan peran pemerintahan agar dapat meningkatkan SDM dan mampu menciptakan orang-orang yang intelek,” tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)