07 January 2014

APRESIASI BAGI PENGUSAHA KULINER

MOST FAVOURITE AWARD CULINARY

Foto: Effendy Wongso
Kondisi Makassar yang semakin kondusif membuat para investor berani berinvestasi di Kota Anging Mamiri ini. Hal itu membuat pertumbuhan ekonomi di Makassar menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Salah satu jenis investasi bisnis yang sangat berkembang adalah dalam bisnis kuliner.
Beragam jenis makanan dan minuman, baik lokal khas Makassar maupun dari suatu daerah tertentu, dapat dengan mudah ditemui di kota ini. Para pelaku bisnis kuliner di Makassar ini juga berlomba menawarkan produk mereka melalui berbagai media promosi guna menarik para penikmat kuliner untuk membeli dan mencicipi menu yang mereka tawarkan.
Kendati demikian, banyak faktor yang menjadikan suatu tempat kuliner lebih diminati dibandingkan tempat kuliner yang menjadi pesaingnya. Salah satu faktor yang bisa menjadikan tempat kuliner tersebut menjadi yang terfavorit, adalah kemampuan tempat kuliner tersebut menyajikan ekuitas menu terbaik.
Hingga saat ini jumlah rumah makan beroperasi yang tercatat telah mencapai angka 500 tempat dengan menu makanan yang beragam. Sementara itu, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Makassar, pada 2009 saja terdapat 33 objek wisata kuliner yang tersebar di area Kota Makassar. Pesatnya pertumbuhan jumlah tempat kuliner di ibu kota Provinsi Sulsel ini berimplikasi pada meningkatnya peta persaingan di antara para pemain di industri kuliner.
Melihat fenomena tersebut, sekaligus untuk mengapresiasi tempat kuliner terfavorit di Makassar, maka sebuah lembaga survei independen asal Kota Makassar, Makassar Research menggagas “Makassar Most Favourite Award Culinary” sebagai sebuah penghargaan yang diberikan kepada restoran dan rumah makan yang telah sukses membangun dan mempertahankan ekuitasnya.
Penghargaan yang telah berlangsung selama empat tahun ini merupakan penghargaan paling bergengsi yang diberikan kepada perusahaan restoran dan rumah makan di Makassar atas hasil pilihan masyarakat Makassar.
“Penghargaan ini pertama kali diberikan pada Desember 2010 lalu, dan diadakan setiap tahun untuk menghargai para pengusaha restoran dan rumah makan yang telah membuat Makassar terkenal dengan kulinernya,” jelas Managing Director Makassar Research, Adhi Santoso, saat dikonfirmasi di Makassar.
Dijelaskan, survei Makassar Most Favourite Award Culinary 2013 dilakukan dalam area Kota Makassar, dengan melibatkan responden yang merupakan penduduk tetap Makassar, pria dan wanita dengan usia 20 tahun hingga 55 tahun, dan tingkat status ekonomi sosial (SES) yang diukur dari pengeluaran rutin rumah tangga per bulan maksimal Rp 2.500.000.
“Metode yang digunakan adalah purposive random sampling dan dipadukan dengan metode intercept melalui wawancara langsung atau face to face interview, serta menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpul data. Makassar Research merumuskan indikator penilaian tempat kuliner terfavorit dengan menggunakan Most Favourite Index (MPI),” imbuhnya.
Dari hasil tersebut, diperoleh beberapa kategori MPI setiap tahunnya seperti kategori jenis makanannya (Mi Goreng, Pallumara, Coto Makassar, Ikan Bakar, dan lain-lain). MPI di 2013 ini misalnya, menobatkan Rumah Makan Ulu Juku sebagai “most favourite” restoran atau rumah makan dengan sajian Pallumara terbaik pilihan masyarakat (60 persen), juga Rumah Makan Mie Titi dengan sajian mi kering terbaik pilihan masyarakat (53,50 persen), demikian pula untuk kategori-kategori lainnya sesuai jawaban dari responden.
“MFI 2013 ini diformulasikan berdasarkan variabel tunggal, yaitu restoran atau rumah makan terfavorit berdasarkan 50 jenis makanan dan minuman. Untuk mendapatkan nilai atas variabel tersebut, digunakan metode coding yang diperoleh dari daftar seluruh rumah makan dan restoran yang ada di Makassar. Berdasarkan coding tersebut, maka melalui metode descriptive statistics diperoleh modus tertinggi berdasarkan kategori,” terangnya.
Untuk mendapatkan predikat Most Favourite, Adhi mengatakan ada dua kriteria yang harus dipenuhi yaitu tempat kuliner tersebut memperoleh Most Favourite Index (MFI) dengan nilai minimal 10 persen, dan tempat kuliner tersebut berada dalam peringkat tiga teratas di masing-masing kategorinya.
“Apabila kedua kriteria tersebut terpenuhi, maka perusahaan dapat disebut Most Favourite. Dengan konsekuensi ini, maka dimungkinkan terjadinya lebih dari satu perusahaan dalam satu kategori yang mendapakan Makassar Most Favourite Award,” tandas Chief Executive Officer PT Makassar Indomedia ini. (blogkatahatiku.blogspot.com)