08 January 2014

2014, CERAH UNTUK INDONESIA

GRANT THORNTON INTERNATIONAL BUSINESS REPORT
Proyeksikan Indonesia Cerah di 2014

Hasil riset terbaru dari Grant Thornton International Business Report (IBR) menunjukkan peningkatan yang tajam pada optimisme bisnis terkait dengan kondisi ekonomi Indonesia untuk kurun waktu 12 bulan mendatang di 2014. Indeks net balance meningkat dari plus 56 persen pada Q3 2013 menjadi plus 78 persen di Q4 2013. Peningkatan yang signifikan ini berhasil menempatkan Indonesia pada peringkat empat di antara 45 negara yang disurvei, di belakang Uni Emirat Arab (90 perseng), Filipina (90 persen), dan Peru (84 persen).
Hal tersebut diungkapkan oleh Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani dalam rilisnya kepada sejumlah media di Jakarta, Selasa (7/1). Dipaparkan, di wilayah ASEAN, Indonesia adalah negara dengan optimisme ekonomi tertinggi kedua, mengungguli Vietnam (40 persen), Singapura (24 persen), Malaysia (20 persen), dan Thailand (minus 20 persen).
Indonesia juga diyakini akan menjadi salah satu kontributor utama bagi ekonomi ASEAN di  2014. Dalam kaitannya dengan aktivitas investasi, Indonesia masih menjadi negara tujuan investasi yang menarik, terutama bagi industri otomotif dan gadget elektronik.
“Pertumbuhan kelas menengah Indonesia akan menumbuhkan kepercayaan yang tinggi di kalangan investor. Pada akhir 2013, populasi kelas menengah Indonesia bertumbuh hampir 50 kali lipat, dan diperkirakan akan mencapai populasi 150 juta orang pada 2014, membawa Indonesia sebagai salah satu pasar yang sangat menarik di dunia. Pendatang baru di kelas ekonomi Indonesia tersebut diyakini memiliki kecenderungan konsumsi yang tinggi,” terangnya.
Dijelaskan, melihat pertumbuhan yang pesat pada kelas populasi yang dimaksud, Indonesia diharapkan akan mencetak rekor penjualan mobil baru. Total penjualan otomotif diharapkan akan meningkat 10 persen, setara dengan penjualan 1,3 juta unit kendaraan untuk 2014.
“Dalam industri gadget, Indonesia adalah negara dengan pasar nomor empat terbesar di dunia dengan 278 juta pengguna. Lebih dari 60 juta mobile gadget terjual di Indonesia selama 2013, dengan tingkat penetrasi 114 persen. Pasar ini disetir oleh social media,” ungkap Johanna.
Menurut data IBR terkini, lanjutnya, semua indikator ekonomi Indonesia tercatat mengalami peningkatan dari kuartal yang lalu. “Bank sentral akhir-akhir ini telah mengumumkan prediksi resmi atas pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi di 2014. Pada tahun baru, ekonomi Indonesia diharapkan akan bertumbuh sekitar 5,8 persen hingga 6,2 persen, sementara tingkat inflasi diharapkan akan turun sekitar 4,5 persen karena dampak positif dari berbagai kebijakan terkini dari pemerintah.
“World Bank mengumumkan bahwa beberapa paket kebijakan baru dari pemerintah Indonesia, seperti 17 inisiatif yang diarahkan untuk memperbaiki iklim investasi nasional, akan mempermudah para pelaku ekonomi untuk melakukan bisnis di Indonesia,” imbuh Johanna.
Menurutnya, perbaikan tersebut sangat mungkin meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan dan mendongkrak pembelian durable goods selama tahun 2014 mendatang.
“Nah, beberapa besaran indikator lainnya juga mengindikasikan bahwa konsumen Indonesia memiliki persepsi yang lebih positif terhadap kondisi ekonomi dalam kurun waktu enam bulan mendatang,” tandasnya.

Pengumpulan Data
Grant Thornton International Business Report (IBR) memberikan temuan perihal pandangan dan ekspektasi lebih dari 12,500 entitas bisnis per tahun yang tersebar di 45 negara. Survei ini didasarkan atas data tren dengan kurun waktu 21 tahun untuk sebagian besar negara-negara Eropa dan 10 tahun dari sebagian besar negara-negara non-Eropa.Pengumpulan data
Pengumpulan data dikelola oleh mitra riset utama Grant Thornton, yaitu Experian. Kuesioner diterjemahkan ke bahasa setempat dengan kesempatan bagi setiap negara yang berpartisipasi untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang spesifik sesuai dengan kebutuhan mereka sebagai tambahan dari pertanyaan-pertanyaan inti. Pekerjaan lapangan dilaksanakan per kuartal. Kajian ini dilakukan dengan wawancara per telepon dan atau tatap muka.
Adapun sampel, IBR adalah survey untuk perusahaan terbuka (Tbk) dan perusahaan swasta. Data untuk rilis ini diperoleh dari wawancara dengan 3.300 pimpinan perusahaan atau chief executive officer (CEO), direktur (managing director), direktur pelaksana, pimpinan atau eksekutif senior lain dari semua sektor industri yang dilakukan antara November hingga Desember 2013.
Grant Thornton Indonesia adalah member firma dari Grant Thornton International Ltd (GTIL), merupakan gabungan para profesional muda yang dinamis yang memiliki visi untuk salah satu penyedia jasa assurance (audit), pajak, dan advisory yang terkemuka di Indonesia serta memberikan kontribusi bagi pengembangan profesi dan praktek bisnis akuntansi di Indonesia.
Grant Thornton adalah salah satu organisasi terkemuka di dunia yang menyediakan jasa assurance (audit), pajak, dan advisory. Para member firma membantu organisasi-organisasi yang dinamis untuk membuka potensi mereka untuk bertumbuh dengan memberikan masukan-masukan yang bermakna dan berwawasan ke depan.
Tim yang proaktif dipimpin oleh partner yang professional, berdedikasi, berpengalaman, dan memiliki naluri memahami isu yang kompleks pada perusahaan swasta, perusahaan terbuka dan klien pada sektor public, serta membantu mereka untuk menemukan solusi. Lebih dari 35 ribu karyawan Grant Thornton di lebih dari 100 negara saat ini fokus untuk membuat perbedaan untuk para klien, kolega, dan komunitas di mana mereka tinggal dan bekerja. (blogkatahatiku.blogspot.com)