01 January 2014

ZILQIAH ANGGRAINI

FOTOGRAFI DAN PUISI ADALAH SATU

Foto: Mamin Bachmin
Rasanya tidak kurang komunitas fotografi yang ada di Makassar. Nyaris setiap hari dapat dijumpai sekumpulan orang yang menenteng kamera atau memotret sebuah objek, baik sekadar hobi maupun untuk tujuan komersil. Namun ada yang berbeda dengan komunitas yang didirikan oleh wanita muda bernama Zilqiah Anggraini ini, di mana komunitas bentukannya tersebut tidak sekadar latah meramaikan komunitas fotografi yang ada di Makassar.
Anak pertama empat bersaudara dari pasangan H Ismail Naba SH, MH dan Hj Nursiah Ismail ini dengan gamblang menceritakan ihwal terbentuknya Fotografer dan Model Muslimah Makassar (FM3), di mana FM3 hadir dengan menjunjung amanat syariah yang sesuai dengan kaidah Islami. Adapun kecintaannya terhadap keindahan literatur puisi, kerap diaplikasikan wanita kelahiran Makassar, 13 Juli 1988 ini dalam bentuk foto esai yang menggugah. Berikut wawancara Zilqiah dengan KATA HATIKU di sela acara “Photography Hunting and Bazaar Fashion of Hijab” di Pelataran Masjid Raya Makassar, beberapa waktu lalu.

Apa yang menginspirasi Anda untuk mendirikan FM3?
“Awalnya saya agak risih melihat Muslimah yang cenderung minder dalam dunia seni, terutama di bidang fotografi dan modeling. Padahal, dunia modeling dan fotografi juga bisa ‘dibintangi’ oleh seorang Muslimah. Muslimah juga bisa berpotensi besar memaksimalkan karya-karyanya, tetapi bukan berarti harus mengesampingkan kewajiban sebagai umat Muslim.”

Maksud Anda?
“Sekarang ini semakin banyak wanita Muslim yang serius mempelajari atau menggeluti dunia fotografi. Ada banyak ide dan pemikiran dari para Muslimah tentang dunia fotografi, namun mereka belum menemukan wadah sharing untuk memperdalam dunia fotografi. Banyak alasan yang membuat para wanita Muslim, khususnya di Kota Makassar ini, enggan untuk terjun di luar atau di berbagai event maupun acara yang diadakan oleh para fotografer yang dominan adalah seorang ikhwan (pria) dengan alasan malu atau tidak dianggap. Juga tidak banyak perkumpulan fotografer yang dapat menampung pemikiran-pemikiran para Muslimah tadi. Bagaimanapun juga sebagai Muslimah yang sholehah banyak batasan yang harus dijaga ketika bersinggungan dengan dunia fotografi.”
  
Lantas apa inisiatif Anda untuk “menyatukan” dua hal yang agak berbeda ini, di satu sisi adalah hobi (fotografi), dan di sisi lain Muslimah harus tetap menjaga syariah?
“Sebagai seorang Muslimah yang selalu berusaha untuk berada di koridor yang diridai Allah SWT, banyak yang merasa hobi mereka di dunia fotografi mengalami banyak benturan. Terus terang, perbandingan fotografer ikhwan dan seorang Muslimah sangat jauh. Wanita adalah makhluk yang lemah, tak sanggup memikul perlengkapan fotografi atau berjalan dengan beban berkilo-kilo selama beberapa jam hanya untuk mengejar objek yang sangat menarik. Oleh karena itu, Muslimah sebagai kaum minoritas di dunia fotografi, mau tidak mau harus bergabung dengan para fotografer lain jenis. Memang keuntungan yang diperoleh seperti bertambah teman dan ilmu serta pengalaman, namun banyak juga kesulitan yang diperoleh.
Untuk itulah komunitas ini ada dan terbentuk, dengan begitu kami berharap melalui komunitas ini para Muslimah yang menggandrungi dunia fotografi bisa bebas mengekspresikan kreativitas mereka tanpa merasakan ketidaknyamanan. Komunitas ini semata-mata dibentuk untuk saling berbagi ilmu, pengalaman, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.”
  
Apa visi dan misi FM3 yang Anda dirikan?
“Komunitas ini ingin menunjukkan sisi positif dan keindahan lewat sebuah dunia fotografi. Semua orang menyukai keindahan, dan komunitas ini ingin menjadi penghubung atas dunia Islam dengan dunia fotografi. Islam adalah suatu ilmu dan fotografi adalah seni. Mari kita bersama-sama saling bantu membantu menunjukkan identitas seorang fotografer dan model Muslimah, khususnya di Makassar, melalui Fotografer dan Model Muslimah Makassar (FM3), bahwa keindahan itu tidak harus meninggalkan iman kita.”

Bagaimana proses perekrutan anggota, dan apakah ada media sharing atau semacam markas untuk FM3?
“Kami merekrut anggota lewat cyberworld dulu, mungkin ke depan akan merekrutnya lewat media dan lain sebagainya. Saat ini publikasi yang intensif kami lakukan adalah lewat Facebook, Twitter dan Yahoo! Massenger (YM). Markas atau sekretariat FM3 belum ada, namun kami sering ngumpul dan hunting bareng di sekitar Makassar saja. Lebih sering sih di eat@out Karebosi Link atau di Kampoeng Popsa, Makassar. Di situ view-nya bagus jadi bisa sekalian menjepret sambil sharing.”

Foto: Faisal Ramli
Apa FM3 ini hanya komunitas biasa (hobi) atau komersial?
“Di bawah naungan Federasi Fotografi Sulawesi Selatan (FFSS), FM3 awalnya hanya komunitas biasa, tempat sharing untuk belajar fotografi dan modeling dalam tematik Muslimah. Tetapi, Insya Allah,  ke depan akan dikomersialkan menjadi rumah produksi atau manajemen tersendiri. Mohon doanya, ya….”

Apa yang ingin dicapai Anda dan anggota kepengurusan dengan adanya FM3 ini?
“Kami hanya ingin menjalin silaturahmi, dan sukses di bidang seni yang, Insya Allah, penuh berkah.”

Bagaimana tanggapan masyarakat khususnya umat Muslim dengan adanya FM3 ini?
“Sejauh ini, setelah mengadakan beberapa event, Alhamdulillah, kami dapat tanggapan yang menyenangkan. Mereka semua salut dan merasa puas atas adanya FM3. Komentara-komentar mereka rata-rata mengenai perkembangan fotografi dan modeling. Bisa dilihat di page kami http://www.facebook.com/fm3makassar. Nah, di situ ada banyak testimoni untuk FM3.”

Apa kendala atau hambatan terberat saat mendirikan FM3?
“Kendala dan hambatan yang rasional sebenarnya tidak ada, mungkin hanya beberapa donaturnya kurang, hahaha…. Insya Allah ke depan sudah banyak sponsor dan donatur untuk mendukung kami agar lebih maju.”

Oh ya, boleh tahu siapa-siapa saja yang terlibat di dalam kepengurusan FM3?
“Untuk ketua, kebetulan saya sendiri (Zilqiah Angraini), wakil ketua dijabat oleh Lubhna Lukman, sekretaris oleh Chintasih Manitarini, serta tim kreatif dan dokumentasi oleh Jany Ermil, Hielda Ali Genda, dan Nirma. Semuanya adalah fotografer Muslimah.” (blogkatahatiku.blogspot.com)