01 January 2014

SIDE JOB

UNTUNG ATAU BUNTUNG?

Foto: Dok KATA HATIKU
Istilah side job kini semakin populer, jika dulu orang cukup senang mendapatkan satu pekerjaan, sekarang lain ceritanya. Dengan semakin banyaknya populasi manusia yang haus akan kerja sampingan, maka side job dianggap lumrah. Benarkah pekerjaan sampingan ini bikin untung, atau malah sebaliknya bikin buntung?
Krisis global kian memperburuk perekonomian dunia, bila Anda rajin menyaksikan atau membaca berita mengenai topik terkait, tentu rasa ciut seakan memeluk selusur nyali Anda. Belum lagi biaya hidup yang tidak kunjung menunjukkan aura bersahabat, mungkin itulah salah satu mengapa orang semakin memburu pekerjaan sampingan demi pemasukan tambahan. Nah, sebagai smart-officer yang modern, tentu Anda semua tidak mau ketinggalan ikut mencari-cari profesi sampingan, yang siapa tahu malah akan memberikan manfaat lebih luas dibandingkan pekerjaan utama Anda.
Lalu bagi sebagian orang memiliki side job bukan hanya sebab perkara uang saja, melainkan disebabkan field job dari pekerjaan sampingan tersebut menjadi amat menggiurkan lantaran bidang kerjanya menantang plus suasana kerja yang sama sekali berbeda. Akan tetapi sangat disayangkan, umumnya perusahaan tidak menyetujui bila sang karyawan memiliki pekerjaan sampingan tersebut, ini tak hanya terjadi di Indonesia saja, di luar negeri pun demikian. Sederhana saja alasan mereka ialah tak mau fokus karyawan terbelah dua, dengan begitu ujung-ujungnya bisa menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Sebenarnya asalkan Anda pandai bermain cantik dan mengerti akan rambu-rambu side job, sah-sah saja untuk dilakukan.
Nah, sebelum memulai mencari atau menerima tawaran side job, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan terlebih dahulu. Kali ini akan diuraikan mengenai aturan-aturan yang harus Anda jalani, agar pekerjaan utama dan pekerjaan saingan tidak saling tabrak kemudian malah jadi menyulitkan diri Anda nantinya.

Aturan Perusahaan
Sebelum mulai mengetik website lowongan kerja dan browsing info job vacancy di dalamnya, lebih baik Anda ketahui dengan baik terlebih dahulu mengenai kebijakan perusahaan di tempat Anda bekerja sekarang. Karena beberapa perusahaan melarang keras setiap pegawainya memiliki pekerjaan sampingan, yang melibatkan kontrak tertentu dengan perusahaan lain. Bahkan di perusahaan-perusahaan tertentu, berbisnis kecil-kecilan saja pun tidak diperbolehkan, misalnya bagi para wanita yang hobi bisnis mengkreditkan produk-produk khas wanita, atau bahkan menjual camilan kue-kue kering pun tidak diizinkan. Dan tak menutup kemungkinan perusahaan akan memberikan sanksi keras pada karyawan yang tertangkap basah. Selain kondisi di atas, perusahaan pun tak akan berbangga diri jika tahu Anda ternyata melakukan side job di perusahaan lain, apalagi jika jelas-jelas company tersebut ialah kompetitornya. Peringatan keras tentu akan dengan mudah dijatuhkan pada diri Anda, atau yang lebih parah mungkin Anda akan dipecat dengan tidak hormat. Jangan sampai jadi seperti ini, reputasi Anda bisa tamat dalam waktu sesaat saja.
Misalnya seperti ini, Anda adalah seorang marketing asuransi di sebuah perusahan X, lalu iseng-iseng Anda menerima tawaran menjadi agen freelance di perusahaan asuransi serupa dengan produk yang sama, nah kondisi macam inilah yang dilarang. Namun jika masalah memiliki pekerjaan sampingan tak tertulis pada kontrak kerja Anda, Anda boleh mulai memikirkan untuk mencari pekerjaan sampingan. Akan tetapi sebelum melakukan itu, minta izin terlebih dahulu pada HRD tentu saja.

Mengatur Waktu
Mempunyai pekerjaan sampingan berarti waktu dan konsentrasi Anda akan terpecah dua. Bekerja di dua tempat atau pekerjaan berbeda, membutuhkan perencanaan yang matang agar keduanya bisa berjalan beriringan dan tak saling berbenturan. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu Anda pertanyakan seperti bagaimana waktu kerjanya, apakah bisa dikerjakan setelah jam produktif kantor usai atau bahkan di sela-sela jam makan siang, serta apa saja konsekuensinya? Hal-hal tersebut harus bisa Anda identifikasikan sejak awal. Di sini Anda diwajibkan untuk cerdas memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, kerjakanlah tugas-tugas utama Anda pada jam kantor. Side job yang legal adalah yang tidak mengganggu pekerjaan di kantor dan sebisa mungkin dilakukan di luar waktu jam kerja resmi. Meski hanya side job saja, tetapi jangan anggap remeh bila dikerjakan dengan serius, siapa tahu Anda bisa menjadi bintang di bidang kerja tersebut. Untuk itu Anda pun mesti mampu memenuhi target pekerjaan yang telah ditentukan.
Sebaiknya, carilah side job yang tidak mempunyai target cukup ketat, yang menguras energi dan pikiran Anda sehingga konsentrasi Anda bekerja tidak terganggu. Misalnya disebabkan semalaman begadang menyelesaikan target pekerjaan sampingan, keesokan paginya Anda bangun tanpa stamina yang segar dan mengantuk, lihatkan akibatnya pekerjaan utama jadi terabaikan. Bila terus-menerus berlangsung, bukan tidak mungkin surat peringatan melayang mampir ke atas meja kerja Anda.

Tetapkan Tujuan
Tahu apa tujuan Anda, sebelum Anda mencari atau menerima tawaran side job, Anda harus terlebih dahulu mengetahui tujuan Anda. Misalnya, ingin menebalkan penghasilan, atau mengembangkan hobi dan keterampilan dengan memanfaatkan waktu luang. Apapun tujuan Anda, sebenarnya tak masalah, asalkan Anda melakoninya dengan serius. Ingat, walaupun pekerjaan sampingan, tetap saja membutuhkan perhatian dan kecintaan agar hasilnya maksimal.

Prioritas Pekerjaan Utama
Posisikan pekerjaan sampingan di urutan kedua setelah pekerjaan utama Anda sebenarnya. Karena Anda mempunyai tanggung jawab penuh dalam menyelesaikan tanggung jawab utama di perusahaan tempat Anda bekerja full time. Ketika terjadi benturan, idealnya Anda mesti mementingkan pekerjaan utama Anda. Sikap konsekuen sangat dibutuhkan di sini. Jika Anda mengerjakan tugas side job Anda di kantor dengan menggunakan fasilitas kantor dan pada jam kantor, itu artinya Anda secara tidak sadar telah mengurangi integritas Anda pada perusahaan. Bila kaitannya pada proyek yang lebih besar, sehingga side job Anda sementara waktu harus mendapat perhatian lebih, maka jalan tengah yang bisa Anda lakukan adalah mengambil cuti untuk menyelesaikannya. Setelah itu Anda pun bisa bekerja kembali seperti biasa.

Income Side Job
Anda harus cermat berhitung mengenai manfaat side job yang akan Anda lakukan. Hitung-hitungannya mesti jelas. Jika Anda ingin mendapat uang lebih banyak, Anda harus memastikan bahwa Anda jelas untung. Begitu juga kalau tujuannya untuk mengembangkan diri, harus bisa dipastikan bahwa Anda memang memiliki kesempatan untuk berkembang. Kalau dari kalkulasi hitungan tersebut tujuan Anda sulit dicapai, sebaiknya kembali pertimbangkan penawaran side job. Untuk apa memiliki pekerjaan sampingan, jika malah membuat Anda keok di tengah jalan, dan di akhir usaha justru hanya rasa letih yang Anda terima. Misalnya, bila Anda berharap mendapatkan pekerjaan sampingan dengan upah jutaan, tetapi karena terlampau letih dalam mengerjakan si side job tersebut, Anda justru malah akan sakit-sakitan lalu mesti masuk rumah sakit, jerih payah Anda pun malah berbuntut impas.
Ukur kemampuan Anda, jangan karena ngoyo ingin kejar setoran, tanpa memperhitungkan kualitas kesehatan, Anda terima saja semuanya. Bersikaplah realistis, bila memang sepertinya tak ada banyak waktu dan tenaga, ya tidak usah dipaksakan. Buat apa memiliki pekerjaan sampingan bila malah membuat Anda tidak dapat menikmati hidup, dan yang paling parah ialah menyebabkan Anda tidak mampu menjaga komitmen awal pada perusahaan yang telah menerima Anda sebagai karyawan tetap full time. (blogkatahatiku.blogspot.com)