01 January 2014

PISANG IJO BRAVO

PENGANAN KHAS MAKASSAR YANG DIGEMARI PENDATANG

Foto: Effendy Wongso
Tak kenal maka tak sayang, tak sayang berarti tak cinta. Artinya, jika ada “pendatang” dari luar Makassar yang tak singgah ke tempat muasal lahirnya ikon penganan khas Kota Anging Mammiri ini, pisang ijo, berarti ia memang belum benar-benar “singgah” di Makassar.
Itulah perumpamaan yang tepat ditujukan buat Rumah Makan (RM) Bravo, di mana dari tempat inilah lahir penganan “fenomenal” yang sekaligus menjadi ikon penganan kebanggaan Kota Makassar, Pisang Ijo Bravo.
Pisang Ijo Bravo dibuat dari satu buah pisang raja yang matang, dan dibalut tepung kenyal berwarna hijau yang terbuat dari tepung beras. Aroma wangi daun pandan merupakan salah satu kelebihan mengapa penganan ini demikian disukai oleh masyarakat, khususnya bagi pendatang dari Jakarta.
“Pisang Ijo biasanya dicampur dengan es serut yang disiram dengan sirup merah yang terbuat dari gula murni,” jelas Indrawati (64), chef sekaligus staf ahli kuliner yang telah mengabdi di Rumah Makan Bravo sejak 1980-an.
Ia menjelaskan, selain bahan-bahan dasar tadi, Pisang Ijo Bravo juga disajikan bersama sumsum atau bubur yang terbuat dari santan kelapa dan susu kental. “Dulu kami memakai santan dari buah kelapa, tetapi karena buah kelapa (santan) cepat basi, maka sekarang kami menggantinya dengan santan Kara yang lebih awet,” terang Indrawati.
Lebih lanjut ia menjelaskan, popularitas Pisang Ijo Bravo tidak lepas dari rasanya yang legit, kenyal, dan manis alami. “Bahan-bahannya kami peroleh semuanya dari dari sini (Makassar), tapi kami olah sendiri secara tradisional. Kami tidak menggunakan bahan pengawet, pemanisnya, juga sirupnya, semuanya berasal dari gula murni. Jadi kami tidak menggunakan ‘sari manis’ (pemanis buatan),” papar Indrawati.
Meski sudah populer di kalangan artis ibu kota dan pejabat-pejabat pemerintah di Jakarta, namun RM Bravo belum membuka cabang di Makassar maupun di daerah lain. “Kami masih konsentrasi menjaga kualitas penganan RM Bravo, sehingga belum ‘kepikiran’ untuk membuka cabang. Tapi meski hanya di sini, tapi kadang-kadang kami kewalahan melayani pemesanan pelanggan dari luar daerah. Kebanyakan dari Jakarta, namun selain itu pendatang dari Papua, Surabaya, Semarang, dan daerah-daerah lain seperti Kalimantan juga memesan Pisang Ijo Bravo,” ungkap Indrawati.
Ditambahkan, sehari RM Bravo menghabiskan bahan pisang sebanyak 50 tandan, dan terjual sebanyak 300 hingga 500 paket Pisang Ijo Bravo. “Kalau bulan Ramadan, pelanggan membeludak. Biasanya kami menghabiskan seratus tandan pisang raja, dan terjual kurang lebih seribu paket Pisang Ijo Bravo,” ujar Indrawati.
Dengan harga per paket yang cukup murah, Rp 15 ribu, membuat penganan ini laris manis dijadikan ‘oleh-oleh’ para pendatang dari luar Makassar. Kendati demikian, selain Pisang Ijo Bravo yang menjadi makanan andalan rumah makan yang terletak di Jalan Andalas No 154, Makassar ini, beberapa jenis hidangan untuk bersantap siang atau malam juga tersedia di sini. Sebut saja Nasi Campur, Sup Rawon, Soto Ayam, dan beberapa penganan lainnya seperti Jalangkote, Es Pallubutung, Lumpia, dan lain-lain. (blogkatahatiku.blogspot.com)