01 January 2014

BRAND MINDED

KALA EKSKLUSIF MEREK BIKIN GALAU

Foto: Dok KATA HATIKU
Katanya sekarang ini sedang krisis ekonomi global, akan tetapi kalau dilihat lagi berbagai produk hi-end brand dengan harganya yang selangit, tetap saja laku di pasaran. Bahkan toko-toko asal merek produk berkelas tersebut banyak yang membuka flagship store-nya di kota-kota besar di Indonesia.
Sekarang, Anda yang mengaku fashionista atau setidaknya hobi berbelanja memang tidak perlu lagi repot-repot ke luar negeri atau yang paling dekat ke Singapura, untuk berbelanja barang-barang branded. Toh, di beberapa kota besar Indonesia, mal-malnya sudah padat dengan produk berkelas ini. Dari mulai brand klasik seperti Dior, Prada, Burberry, atau Louis Vuitton hingga yang mutakhir, yang mulai mengindoktrinasi otak konsumen, contohnya saja Marc Jacobs, Just Cavalli, Juicy Couture, atau Diane Von Furstenberg.
Ada apa di balik branded stuff ini sehingga tetap saja diburu para penggila mode? Pertama, mungkin karena kualitasnya yang tidak main-main. Produk desainer ternama memang menomorsatukan kualitas, mulai dari pemilihan bahan yang baik, teknik penjahitan yang digarap serius, sampai model produk yang merupakan hasil inovasi kreatif yang memerlukan perencanaan yang lama. Belum lagi, produk-produk tersebut biasanya memang hottest items yang nantinya menjadi tren.
Selain berkualitas, biasanya the ‘it’ stuff memang everlasting alias tahan lama dalam model maupun pemakaiannya. Misalnya saja, Anda membeli satu buah wrapped dress hitam dari DVF, dijamin dress itu akan bertahan lama dan berguna setiap kali Anda bingung memilih pakaian saat akan ke pesta. Bandingkan apabila Anda membeli tas dengan harga supermurah di butik tak dikenal, yang dalam waktu enam bulan atau satu tahun bisa saja sudah tidak prima lagi tampilannya. Hasilnya, Anda malah harus membeli lagi barang itu, setiap kali barang tersebut sudah tak layak pakai.

Prestise
Alasan di atas memang cukup masuk akal. Selanjutnya bagi beberapa orang, memakai barang-barang branded memang merupakan suatu prestise tersendiri. Secara langsung atau tidak, dengan memakai produk hi-brand, orang akan tahu status si pemakainya. Identitas bergaya dengan produk berharga mahal ini pasti mampu menarik mata orang-orang di sekeliling Anda. Karena kalau dipikirkan lagi, mereka yang memakai barang bermerek pasti “somebody”, entah sosialita, selebritis, atau setidaknya high class society, mengingat harga yang ditawarkan barang-barang itu tergolong tinggi dan mewah.
Secara keseluruhan, masyarakat mulai menggilai produk branded juga karena pengaruh media terutama majalah mode internasional yang kebanyakan meng-highlight clothing para desainer kenamaan. Belum lagi di dalamnya banyak image para selebritis atau supermodel yang mengenakan produk berelas tesebut dalam aktivitas keseharian mereka. Misalnya saja, siapa sih yang tidak tergoda membeli sepasang Manolo Blahnik, saat melihat artis Sarah Jessica Parker memakainya ke suatu event bergengsi. Atau, kita bisa mendadak membeli tas Balenciaga berbagai warna setelah Nicole Richie memakainya kemana pun ia melangkah. Pengaruh para selebritis itu memang diakui sangat berpengaruh.
Bagaimanapun juga, hal itu merupakan “pekerjaan” mereka. Memang, mereka adalah publik figur yang menjadi “iklan berjalan” bagi para desainer ternama. Jika kita bersusah payah membeli barang kelas berat itu, bisa saja para selebritis itu malah mendapatnya secara gratis untuk mempopulerkannya. Akan tetapi, apapun alasan kita untuk membeli produk prestisius ini, asalkan harganya masih masuk akal semestinya wajar-wajar saja. Jangan gara-gara tergiur untuk tampil bak Paris Hilton, Anda membeli busana seksi (yang hanya tren semusim) denga harga selangit, lalu membuat hidup Anda menderita karena mesti utang sana-sini. Tetapi, bisa juga dengan membeli satu barang branded yang tahan lama, kita malah berhemat karena tidak perlu lagi membeli barang serupa bertahun-tahun ke depan.
Sekali lagi, sekarang ini kita sedang mengalami masa sulit dalam perekonomian, berarti waktunya bagi kita, khususnya eksekutif muda untuk menjadi smart shopper, namun tetap tampil fashionable.

Produk Berkelas
Balenciaga biker bag, item ini pantas masuk daftar belanjaan Anda karena modelnya yang simpel dan edgy sampai sekarang tetap membuat orang menoleh. Lalu ada Burberry trench coat, selain karena memang diakui sebagai pioneer dalam urusan coat, Burberry biasanya mendesain coat dengan model klasik yang selalu keren dari masa ke masa.
Sementara itu, Alexander McQueen skull scarf tak kalah “kinclong”. Syal ringan ini masuk dalam kategori super-stylish. Apalagi untuk Anda yang gemar bergaya rocker chic dan sedikit boyish. Tidak sedikit selebritis yang memakainya, dari Lindsay Lohan, MK Olsen, Ashlee Simpson, hingga Nicki Hilton menyukai scarf ini. Tak ketinggalan,  Hermes Birkin bag. Tas yang satu ini memang bisa menguras kantong Anda, akan tetapi dari pertama kemunculannya di 1980-an, tas ini terus berjaya dan semakin banyak peminatnya.
Adapun Mike & Chris leather jacket selalu tampak memikat, di mana jaket kulit ini ternyata mampu menyihir para selebritis untuk membelinya. Dipadankan dengan skinny jeans, dress, atau shorts tetaplah cantik. Apalagi Chanel quilted bag, di mana tas ini booming kembali berkat Mischa Barton, sampai-sampai para remaja “tergila-gila” dan ingin memiliki produk berkelas tersebut. Modelnya memang klasik dan chic, serta tersedia dalam berbagai warna, hitam, putih, merah, pink, ungu, dan silver.
Untuk aksesoris wajah, ada Rayban Wayfarer. Dulunya Rayban populer setelah dipakai Tom Cruise dalam film Risky Business. Sekarang, walaupun harganya cukup mahal untuk ukuran kacamata, setiap dipakai, kacamata Wayfarer ini pasti membuat Anda terlihat gaya. Terakhir, Little Black Dress, di mana gaun hitam berpotongan sederhana ini tak akan kehilangan pesonanya. Jadi yang Anda lakukan sekarang hanyalah memilih, mau hasil rancangan Narciso Rodriguez, Badgley Mischka, atau Givanchy.
Namun, saat Anda ingin membeli satu barang branded, pastikan modelnya bukan musiman, melainkan klasik dan terus trendi setiap waktu Anda memakainya. Pastikan baju branded yang Anda pilih memang cocok dan pas di badan Anda, dan cocok juga dengan musim di kota Anda. Buat apa beli jaket wool tebal dengan harga yang super-expensive, tetapi tidak bisa dipamerkan juga ke sahabat karena cuaca yang lebih sering panas terik.
Selalu berpikir dua kali, apakah harga yang ditawarkan memang sesuai untuk produk tersebut. Jika Anda mengeluarkan puluhan juta hanya untuk sepotong scarf, itu bisa dinamakan boros. Terakhir, pastikan kalau Anda membeli barang branded karena benar-benar keinginan Anda, bukan karena sekadar keinginan sesaat terpengaruh film seperti dalam The Devil Wears Prada yang bertaburan barang-barang papan atas. Eksklusif sebuah merek memang terkadang bikin galau, akan tetapi tetaplah bijak dalam mengeluarkan uang Anda. (blogkatahatiku.blogspot.com)