30 December 2013

Aviani Malik, presenter cantik yang dinamis


DINAMIS - Energik dan ceria, itulah ciri khas yang melekat pada diri Aviani Malik. Tak heran bila kedinamisannya tersebutlah sehingga ia sempat menjadi pembaca berita-berita olahraga di Metro Sport sebelum menjadi presenter berita (news) di tempat yang sama, News Maker Metro TV. britaloka.com/Effendy Wongso
britaloka.com - Energik dan ceria, itulah ciri khas yang melekat pada diri Aviani Malik. Tak heran bila kedinamisannya tersebutlah sehingga ia sempat menjadi pembaca berita-berita olahraga di Metro Sport sebelum menjadi presenter berita (news) di tempat yang sama, News Maker Metro TV.
Saat mewawancarai narasumber, Aviani memang akan tampak serius. Namun jangan salah, wanita yang berkiprah sebagai presenter di Metro TV sejak 2009 ini ternyata adalah tipe orang yang sangat santai dan tidak mau “repot”. Hal itu tampak saat birtaloka.com menemui wanita blasteran Arab-Betawi-Tionghoa ini di sela Rakernas Serikat Karyawan Telkom IV di Hotel Makassar Golden (MGH), Jalan Pasar Ikan 52, Makassar, beberapa waktu lalu.
Wanita yang gemar memasak ini mengungkap bahwa ia tidak pernah menyangka akan menjadi seorang pembaca berita atau News Anchor. Ia justru bercita-cita menjadi seorang pengusaha. Namun ujarnya, “Aviani belia” pernah menulis semua keinginan dalam sebuah buku yang diberi nama “What I Want”.
"Believe it or not, saya lupa bahwa saya dulu itu pernah tulis ingin jadi presenter. Ya sudah, it happened kejadian begitu,” kenangnya sambil tertawa.
Saat pertama kali jadi anchor untuk berita olahraga di salah satu stasiun televisi lokal di Jakarta, “O Chanel”, wanita yang gemar bermain basket semasa SMA itu ternyata tidak mengerti apa-apa tentang dunia arena itu.
"Saya tidak tahu apa-apa tentang olahraga, apalagi sepak bola. Buat saya, sepak bola apa menariknya, orang sedang mengejar-ngejar bola. Iya, benar. Jadi pada saat itu saya kasih tahu, saya itu nol, pengetahuan saya itu nol,” paparnya.
Ia bahkan pernah mencoba membuat naskah tentang berita golf. Bukannya naik, ia malah dimarahi produser. Akan tetapi itu tak lantas membuatnya berputus asa. Ia justru merasa tertantang.
"Sejak saat itu, kalau tidak bisa saya bukannya kabur. Saya malah penasaran kenapa saya tidak bisa, saya harus bisa. Gemas begitu, kan? Buat saya belajar itu, belajar apapun, tidak ada ruginya,” jelasnya.
Fans “Barca”
Wanita kelahiran Jakarta, 6 Oktober 1984 ini menambahkan, bahkan kini ia menjadi penggemar berat klub asal Spanyol, Barcelona. "Sekarang saya pasti nonton bola. Saya pendukung Barca (Barcelona). Seperti kemarin waktu Barca lawan Real Madrid, ya sudah nonton,” ujarnya dengan mata berbinar-binar.
Selain itu, Avi, demikian nama panggilannya, menjelaskan pengalamannya di program News Maker Metro TV. Menurutnya, berkarier di dunia broadcasting jelas menambah pengalaman dirinya seperti dapat ke mana-mana, kemudian juga dapat menemui berbagai macam karakter orang.
“Di News Maker saya bisa wawancara menteri, bahkan orang yang paling susah ditemui di negeri ini. Saya bisa ketemu, dan itu prestasi yang membanggakan,” akunya.
Namun ada satu hal yang sangat membekas di hatinya, yaitu ketika berkunjung ke Pulau Selaru yang terkenal dengan kualitas rumput lautnya. “Saya sempat menangis melihat realitas di sana. Sama sekali tidak ada listrik. Jadi, selama Indonesia sudah merdeka berpuluh tahun, baru sekali ada menteri yang datang ke sana. Sepertinya tidak ada perhatian dari pemerintah,” kenangnya.
Hobi baca
Ketika ditanya tentang kegemarannya, wanita yang mengaku masih “jomblo” ini sontak mengatakan membaca. Hobinya akan literatur membuatnya bikin perpustakaan mini di rumah, dan terkait kegemarannya akan membaca, sontak ia bercerita tentang satu buku yang sangat berkesan untuknya, Oei Hui Lan. Buku itu bercerita tentang kisah tragis putri konglomerat Indonesia.
"Saya sampai ke Semarang, cari nomor kontaknya, saya konfirmasi. Saya datangi tempatnya. Nah, saya itu seperti begitu. Kalau menemui sesuatu yang menarik, saya akan cari sampai dapat. Kalau tidak lihat langsung, kan saya tak bisa cerita seheboh ini?" selorohnya terbahak.
Tentang kehidupan percintaannya, Avi mengaku belum ingin membina hubungan dulu dan lebih memilih mengembangkan karier terlebih dulu.
"Kalau sekarang, single and very happy. Lagi fokus di karier, sih. Tetapi kalau yang dekat banyak juga, sih. Namun semua itu saya anggap teman saja, sebab sekarang saya ingin fokus pada rencana jangka panjang untuk membuka yayasan atau bisnis restoran,” ujarnya.
Wanita yang kurang suka shopping ini mengaku sangat suka liputan ke lapangan. Kebetulan pekerjaan dan tugasnya sebagai presenter News Maker Metro TV juga menuntut untuk lebih dinamis dan lebih banyak terjun di lapangan.
"Saya suka sekali karier saya yang sekarang, sangat dinamis seperti sifat saya yang senang pekerjaan di lapangan,” ungkapnya.Menutup perbincangan, Avi mengatakan bahwa semua pekerjaan yang ia lakoni selalu dikerjakannya secara profesional meski ia tetap pada cita-citanya semula untuk menjadi seorang wanita pengusaha.