27 December 2013

ANDI PANGERANG PELEALU




THE POWER OF KEPEPET SEBAGAI BUKTI SUKSES

Foto: Effendy Wongso
The Power of Kepepet judul sebuah buku yang pernah populer di awal 2012 lalu memang telah dibuktikan kebenarannya oleh seorang pengusaha sukses yang membuka usaha coffe shop dengan nama Zodiac Cafe and Resto. Adalah Andi Pangerang Pelealu sebagai pemilik yang telah mengalami pahit manisnya dunia usaha akhirnya menuai sukses.
 “Saya mengubah konsep teknis perusahaan saya hanya dalam sehari, tanggal 18 saya masih menggunakan franchise saya, tanggal 19 saya sudah mengganti nama dan konsep perusahaan saya,” ujarnya kepada KATA HATIKU di Zodiac Cafe and Resto, Jalan Bontolempangan, Makassar, beberapa waktu lalu.
Hal ini dipaparkannya terkait kegagalan yang pernah dialaminya dalam menjalankan usaha. Selepas menyelesaikan studinya di jurusan bisnis manajemen pada universitas terkemuka di Sidney, Australia, ia kembali ke Indonesia untuk melihat potensi bisnis yang tengah berkembang.
Keinginannya untuk membuka coffe shop memang telah tumbuh sejak masih menduduki bangku SMA di SMA Katolik Cendrawasih. Pria kelahiran Kupang, 27 Agustus 1987 ini menceritakan tentang seorang guru perpustakaan yang mengisi jam pelajaran kosong. Guru itu meminta kepada siswa untuk membuat rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang. Dalam rencana jangka panjangnya, ia bermimpi akan membuka sebuah perusahaan coffe shop.
Sejak saat itu cita-citanya adalah membuka coffe shop, bertepatan dengan kedatangannya kembali ke Indonesia pada 2010 lalu, di mana usaha coffe shop sedang menjamur di berbagai kota, tidak ketinggalan juga Kota Makassar yang menjadi pintu gerbang perkembangan usaha di kawasan timur Indonesia.

Hadapi Banyak “Ujian”
Bungsu dari tiga bersaudara yang mengaku tak mahir bahasa Mandarin ini, melihat hal ini sebagai peluang. Ia kemudian mencari franchise coffe shop untuk dikembangkan di Makassar. Dari sinilah awal “ujian” yang dihadapinya selepas dari bangku kuliah.
“Meski dibesarkan di Makassar sejak kelas 1 SD hingga SMA, saya tidak tahu banyak tentang jalur birokrasi pemerintahan untuk mendapatkan izin usaha. Karena itulah, saya menggunakan jasa orang lain untuk mengurus perizinan,” jelas pria yang akrab disapa Andi ini.
Menjelang tiga bulan persiapan untuk menjalankan usaha, runutnya, ia mempertanyakan izin usahanya namun belum ada hasil. Menjelang dua minggu ada kabar bahwa surat izin usahanya sudah terbit dan usahanya bisa berjalan.
Namun ternyata dua minggu setelah usahanya berjalan, pria yang masih berstatus lajang ini mendapat surat panggilan dari pemerintah karena belum mengantongi surat izin usaha. Meski demikian, ia bersabar dan menghentikan usahanya sembari menunggu surat izin usaha dikeluarkan oleh pemerintah.
Setelah menunggu selama tujuh bulan, ternyata surat izin belum juga didapatkannya. Nasib 30 orang karyawannya tidak menemui kejelasan. Kendati demikian, pria yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga pengusaha ini tidak putus asa. “Kalau orang mau sukses, tidak boleh punya mental kerupuk,” tegasnya.
Akhirnya ia memutuskan untuk mencari tempat lain, dan di lokasi inilah perusahaannya mulai bangkit. Ia berhasil mengantongi surat izin dan kemudian memulai usaha franchise-nya. Namun ternyata masalah tidak berhenti sampai di situ. Setelah tujuh bulan berjalan, beberapa masalah antara pihaknya dan franchisor terjadi. Franchisor tidak menjalankan perjanjian sesuai dengan kesepakatan awal mereka.
Beberapa masalah yang menemui kebuntuan akhirnya membuatnya mengambil keputusan tegas untuk menarik diri dari bisnis franchise ini, dan mulai membangun usaha sendiri dengan brand baru. “Meski konsep tentang coffe shop sudah sejak lama saya pikirkan, namun konsep teknis seperti logo, brand, dan desain kafe hanya disiapkan dalam sehari,” ujar Andi.
Demikian juga dengan menu dan makanan yang menjadi ciri khasnya. Andi meluncurkan menu-menu baru dengan menggabungkan menu masakan yang didapatkan dari bangku kuliah dengan resep keluarga. Alhasil, saat ini ia mampu meraih omset hingga Rp 13 juta sejak dibuka 19 Maret tahun lalu. Meski ia mengaku pada hari biasa atau pada hari kerja, ia hanya mampu meraup omset sebesar Rp 5 juta.
Meski dalam waktu singkat Andi telah membuka cabang di Parepare, dan awal tahun depan akan membuka gerai franchise di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, namun ia tidak berbangga diri. “Saya berharap dalam lima tahun mendatang, perusahaan saya telah memiliki 20-30 franchise yang kesemuanya produktif,” ungkapnya.
Menurut Andi, ia tidak ingin terburu-buru dalam mengembangkan usaha. Ia menginginkan cabang-cabang yang akan dibuka ke depan membawa hasil yang baik untuk mitranya. Mengambil pelajaran dari kegagalan di masa lalu, ia menganggap bahwa kemitraan yang akan dibangun ke depan berlandaskan pada kepercayaan. “Mitra itu harus saling mempercayai,” tandasnya.

Menu Tema Zodiac
Andi juga memaparkan keunggulan perusahaannya yang selalu menyediakan kebutuhan konsumen, di mana ia menyediakan note untuk saran-saran demi kepuasan konsumen. Selain itu, berdasarkan namanya zodiac, ia selalu mengganti tema-tema sesuai nama zodiac tiap bulan, mulai dari menu hingga desain, dan menyediakan merchandise yang terkait dengan zodiac bulan itu.
Ia juga tidak ragu untuk membuat event-event unik untuk mendatangkan pelanggan seperti zodiac idol, zodiac gangnam style, zodiac hallowen, dance, dan live music dari band lokal. Kafe dengan slogan “your life journey begin here” juga terbuka untuk semua kalangan dan komunitas di Makassar.
Satu lagi resep sukses Andi yaitu selalu beradaptasi dengan perubahan tren. Menurutnya, meski berat namun seorang pengusaha harus terus melangkahkan kaki ke depan untuk mencapai kesuksesan. Namun demikian, tetap harus memiliki originalitas dan mencintai produk lokal. (blogkatahatiku.blogspot.com)