12 August 2018

Minuman rekomendasi kesehatan ini diluncurkan Waroenk Kupang

Dalam momentum Kemerdekaan tahun ini, tepatnya di awal Agustus 2018, resto dan kafe yang meraih penghargaan dari Kamar Dagang dan Industri Nusa Tenggara Timur (Kadin NTT) sebagai restoran dengan menu terinovatif se-NTT ini kembali meluncurkan jus baru, Juice Merdeka. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Salah satu unsur terpenting dalam usaha kuliner adalah penyediaan minuman yang dapat dikata tidak dapat dipisahkan dari makanan utama. Sehingga, juga boleh dikata hampir tidak ada restoran maupun kafe yang tidak menyediakan minuman, baik sekadar air putih (mineral water), minuman ringan (soft drink) maupun jus (juice).
Demikian pula yang disajikan manajemen Waroenk Resto and Cafe yang sudah menjadi destinasi kuliner terpandang di Kota Kupang, yang rutin meluncurkan minuman-minuman baru dalam daftar menunya.
Dalam momentum Kemerdekaan tahun ini, tepatnya di awal Agustus 2018, resto dan kafe yang meraih penghargaan dari Kamar Dagang dan Industri Nusa Tenggara Timur (Kadin NTT) sebagai restoran dengan menu terinovatif se-NTT ini kembali meluncurkan jus baru, Juice Merdeka.
“Kami ada luncurkan Juice Merdeka. Kenapa dinamakan merdeka, karena tampilan juice ini berwarna merah-putih. Bahannya terdiri dari buah naga dan sirsak. Yang pasti, sangat menyegarkan,” jelas Marketing Communication and Public Relation Waroenk, Bunga Aprilia dalam keterangan resminya belum lama ini di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang.
Peluncuran Juice Merdeka yang dibanderol Rp 21 ribu itu juga bersamaan peluncuran dua menu Nusantara baru lainnya, di antaranya Nasi Campur Waroenk Rp 35 ribu dan Cakalang Suwir Rp 25 ribu.
Bunga menambahkan, bahan jus yang disajikan pihaknya pada umumnya menggunakan sari buah asli, begitu pun dalam bahan Juice Merdeka. “Seperti yang diketahui, buah-buahan (asli) kaya akan nutrisi seperti vitamin dan zat-zat alami yang baik untuk kesehatan. Juice Merdeka terdiri dari dua bahan buah, yaitu buah naga dan sirsak. Jadi, sangat recommended-lah untuk dikonsumsi,” sarannya.
Lebih lanjut, Bunga berharap minuman baru yang dipersembahkan manajemen di Agustus 2018 ini dapat diterima baik masyarakat. Adapun target penjualan yang ingin disasar, dara kelahiran 1999 itu hanya menyebut kalau bisa sebanyak mungkin.
“Kalau bisa sebanyak mungkin, soalnya berpengalaman terhadap menu minuman berbahan sari buah lainnya seperti Juice Alpukat, Juice Apel, dan banyak buah lainnya penjualan cukup tinggi,” imbuhnya.
Sekadar diketahui, sari buah atau jus (berasal dari bahasa Inggris juice, namun lebih tepatnya fruit juice) adalah cairan yang terdapat secara alami dalam buah-buahan.
Sari buah populer dikonsumsi manusia sebagai minuman. Biasanya dibuat dengan cara memblender buah-buahan bersama sedikit air dan takaran gula yang sesuai. Beberapa jenis sari buah yang terkenal di antaranya sari buah jeruk, sari jeruk nipis, sari buah jambu biji, sari buah sirsak, sari buah mangga, sari buah terong Belanda, dan sari buah markisa.
Buah naga atau lebih dikenal sebagai pitaya di Inggris, merupakan buah dari beberapa jenis kaktus marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Saat ini, juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia, dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara, dan Tiongkok selatan.
Uniknya, Hylocereus hanya mekar pada malam hari. Pada 1870, tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan Tiongkok, buahnya dianggap membawa berkah (hoki). Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar.
Warna merah buah terlihat mencolok di antara warna naga-naga yang hijau. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Tiongkok dikenal sebagai Thang Loy (buah naga). Istilah Thang loy kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai Dragon Fruit.
Buah naga harus dibelah hingga daging buahnya terlihat ketika akan dikonsumsi. Tekstur buahnya sering disamakan dengan buah kiwi lantaran bijinya yang hitam dan renyah. Daging buahnya terasa agak manis ketika dimakan dan memiliki kandungan kalori yang rendah. Biji buah naga memiliki rasa pedas serta kaya akan lipid (kelompok molekul alami yang meliputi lemak, lilin, sterol, dan vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K, monogliserida, digliserida, trigliserida, fosfolipid, dan lain-lain) serta dimakan bersama daging buahnya, namun bijinya harus dikunyah karena sulit dicerna tubuh.
Selain dimakan langsung, buah naga juga dapat diolah menjadi berbagai bentuk makanan dan minuman seperti sup, salad, keripik, agar-agar, jus buah, bubur mutiara, dan sebagainya.
Buah naga merah sebagai salah satu buah yang memiliki banyak manfaat untuk membantu mengatasi dan membantu menyembuhkan berbagai penyakit. Mulai dari batang buah naga, daging buah naga, sampai dengan kulit buah naga juga memiliki banyak kandungan vitamin dan zat yang sangat bermanfaat. Dokter juga sangat merekomendasikan buah naga merah, sebagai buah konsumsi yang bisa di gunakan untuk terapi dalam penyembuhan suatu penyakit.
Buah naga merah membantu menyembuhkan penyakit kanker, kandungan vitamin kompleksnya, sudah direkomendasikan dokter sebagai buah terapi penyembuhan kanker.
Sementara itu, buah sirsak, atau biasa disebut nangka belanda atau durian belanda (Annona muricata L) di beberapa daerah di Indonesia adalah tumbuhan berbuah yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.
Di berbagai daerah Indonesia dikenal sebagai nangka sebrang, nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak (Sunda), nangka buris, nangkelan (Madura), srikaya jawa (Bali), boh lona (Aceh), durio ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau), serta jambu landa (di Lampung, "Nangko Belando" (Palembang).
Penyebutan "belanda" dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak (dari bahasa Belanda, zuurzak yang berarti "kantung asam") didatangkan pemerintah kolonial Hindia Belanda ke Nusantara, yaitu pada abad ke-19, meskipun bukan berasal dari Eropa.
Tanaman ini ditanam secara komersial untuk diambil daging buahnya. Tumbuhan ini dapat tumbuh di berbagai kondisi tempat, tetapi paling baik ditanam di daerah yang cukup berair. Beberapa pakar kesehatan merekomendasikan buah ini dibikin jus untuk dikonsumsi lantaran jus sirsak membantu mencegah kanker dan tumor ganas lainnya.
Pasalnya, jus sirsak menawarkan tindakan antioksidan untuk tubuh karena membantu menghilangkan racun penyebab penyakit kronis seperti kanker. Untuk itu, dianjurkan minum jus sirsak sebagai terapi alami menyertai prosedur medis pada pasien dengan kanker.

10 August 2018

Ini rahasia kelezatan Nasi Campur Waroenk yang bakal diluncurkan di momen Kemerdekaan

Menyambut perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI yang ke-73, Waroenk yang sudah menjadi destinasi kuliner populer di Kota Kupang, tidak ketinggalan merayakannya dengan meluncurkan menu baru, salah satunya adalah Nasi Campur Waroenk yang dibanderol Rp 35 ribu. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Bagi penikmat kuliner, rasanya tidak ada yang tidak mengenal Nasi Campur. Makanan asli Indonesia yang terdiri dari berbagai bahan ini sudah sangat populer, tidak hanya masyarakat Indonesia, tetapi juga mancanegara.
Bagaimana tidak, kombinasi campuran beberapa bahan lezat menyatu dalam satu sajian. Sebut saja item lauk yang digunakan seperti sambal goreng, abon, serundeng, tahu goreng, ikan goreng, telur, dan lain-lain sesuai penyajian warung atau rumah makan yang menyajikannya.
Sehingga, Nasi Campur dapat memiliki variasi tersendiri. Sekadar informasi, masakan ini juga sering dijual dalam bungkus kertas atau daun pisang.
Menyambut perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI yang ke-73, Waroenk yang sudah menjadi destinasi kuliner populer di Kota Kupang, tidak ketinggalan merayakannya dengan meluncurkan menu baru, salah satunya adalah Nasi Campur Waroenk yang dibanderol Rp 35 ribu.
Secara mendetail, saat ditemui di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Senin 6 Agustus 2018 lalu, Marketing and Public Relation Waroenk, Bunga Aprilia menguraikan selain Nasi Campur Waroenk, pihaknya meluncurkan dua menu baru Nusantara lainnya, Cakalang Suwir Rp 25 ribu dan Juice Merdeka Rp 21 ribu.
Ia menjelaskan, pihaknya memang sengaja mengangkat menu nasional di momentum kemerdekaan sebagai bentuk apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan para pendahulu bangsa.
“Jadi, bertepatan di bulan Kemerdekaan, ada jiwa nasionalisme-lah (dengan mengangkat menu nasional). Selain itu, (peluncuran menu baru) tentu untuk melepaskan kerinduan para penikmat kuliner mencicipi menu Nusantara seperti Nasi Campur Waroenk dan Cakalang Suwir yang memang seratus persen bahannya dari negeri kita sendiri,” paparnya.
Bunga mengatakan, animo terhadap menu Nusantara di Waroenk dan Waroenk Podjok Transmart cukup apresiatif. Beberapa menu Nasional bahkan sudah menjadi ikonik dan terus diburu pelanggan.
“Selama ini, menu Nusantara kami memang masih menjadi andalan, sebut saja Nasi Iga Goreng Sambal Bawang di Waroenk dan Nasi Goreng Balacan di Waroenk Podjok. Menu-menu tersebut menjadi favorit karena memang kami tidak menafikan kualitas racikan dari chef andal kami,” imbuhnya.
Bunga menguraikan, pihaknya optimistis Nasi Campur Waroenk bakal disukai pelanggan karena bahannya komplet.
“Bahannya beragam, terdiri dari nasi putih, paru goreng, ubi kering, abon, telur balado, dan rawon daging,” jelasnya.
Sementara itu, Cakalang Suwir terdiri dari suwiran ikan cakalang berkualitas dan sayur kangkung. Tidak hanya makanan, Bunga menginformasikan Waroenk juga meluncurkan minuman segar pelepas dahaga.
“Kami juga meluncurkan Juice Merdeka. Kenapa dinamakan merdeka, karena tampilan juice ini berwarna merah putih. Bahannya terdiri dari buah naga dan sirsak. Yang pasti, sangat menyegarkan,” tambahnya.
Bunga berharap, menu-menu baru yang dipersembahkan manajemen di Agustus 2018 ini dapat diterima baik masyarakat. Adapun target penjualan yang ingin disasar, dara kelahiran 1999 itu menyebut kalau bisa sebanyak mungkin.
“Ya, sebanyak mungkinlah. Soalnya, berpengalaman terhadap menu kami sebelumnya seperti Ayam Geprek Original di Waroenk Podjok, penjualan cukup tinggi,” jelasnya.

08 August 2018

Waroenk Kupang luncurkan tiga menu Nusantara di momen kemerdekaan

Sebagai pusat destinasi kuliner terpopuler di Kota Kupang, Waroenk Resto and Cafe tidak ketinggalan mengakomodir para penikmat kuliner dengan terus meluncurkan menu-menu baru, khususnya menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-73. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Selalu saja ada yang istimewa setiap perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI. Di HUT Kemerdekaan yang ke-73, lazimnya tahun-tahun sebelumnya, seluruh warga Indonesia turut merayakannya dengan semarak.
Selain masyarakat pada umumnya, pelaku usaha dalam berbagai kompartemen pun masif memeriahkannya, tidak terkecuali para pelaku kuliner.
Sebagai pusat destinasi kuliner terpopuler di Kota Kupang, Waroenk Resto and Cafe tidak ketinggalan mengakomodir para penikmat kuliner dengan terus meluncurkan menu-menu baru, khususnya menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-73.
Mengawali Agustus 2018, tempat makan dan minum berlogo “Koki Berkumis” tersebut meluncurkan tiga menu Nusantara baru, di antaranya Nasi Campur Waroenk yang dibanderol Rp 35 ribu, Cakalang Suwir, Rp 25 ribu, dan Juice Merdeka Rp 21 ribu.
Saat ditemui di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Senin 6 Agustus 2018, Marketing and Public Relation Waroenk, Bunga Aprilia mengatakan pihaknya sengaja mengangkat menu nasional di momentum kemerdekaan sebagai bentuk apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan para pendahulu bangsa.
“Jadi, bertepatan di bulan Kemerdekaan, ada jiwa nasionalisme-lah (dengan mengangkat menu nasional). Selain itu, (peluncuran menu baru) tentu untuk melepaskan kerinduan para penikmat kuliner mencicipi menu Nusantara seperti Nasi Campur Waroenk dan Cakalang Suwir yang memang seratus persen bahannya dari negeri kita sendiri,” paparnya.
Bunga menjelaskan, animo terhadap menu Nusantara di Waroenk dan Waroenk Podjok Transmart cukup apresiatif. Beberapa menu Nasional bahkan sudah menjadi ikonik dan terus diburu pelanggan.
“Selama ini, menu Nusantara kami memang masih menjadi andalan, sebut saja Nasi Iga Goreng Sambal Bawang di Waroenk dan Nasi Goreng Balacan di Waroenk Podjok. Menu-menu tersebut menjadi favorit karena memang kami tidak menafikan kualitas racikan dari chef andal kami,” imbuhnya.
Bunga menguraikan, pihaknya optimistis Nasi Campur Waroenk bakal disukai pelanggan karena bahannya komplit.
“Bahannya beragam, terdiri dari nasi putih, paru goreng, ubi kering, abon, telur balado, dan rawon daging,” jelasnya.
Sementara itu, Cakalang Suwir pihaknya terdiri dari suwiran ikan cakalang berkualitas dan sayur kangkung.
Tidak hanya makanan, Bunga mengatakan, Waroenk juga meluncurkan minuman segar pelepas dahaga.
“Kami ada luncurkan Juice Merdeka. Kenapa dinamakan merdeka, karena tampilan juice ini berwarna merah putih. Bahannya terdiri dari buah naga dan sirsak. Yang pasti, sangat menyegarkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bunga berharap menu-menu baru yang dipersembahkan manajemen di Agustus 2018 ini dapat diterima baik masyarakat. Adapun target penjualan yang ingin disasar, dara kelahiran 1999 itu menyebut kalau bisa sebanyak mungkin.
“Ya, sebanyak mungkinlah. Soalnya, berpengalaman terhadap menu kami sebelumnya seperti Ayam Geprek Original di Waroenk Podjok, penjualan cukup tinggi,” imbuhnya.

17 May 2018

Selama Ramadan, Waroenk Kupang buka hingga pukul 04.00 Wita, ada free takjil juga

Guna mengakomodir umat Muslim yang akan berbuka puasa dan sahur di luar rumah keluarganya masing-masing, Waroenk yang sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang menyediakan free takjil, serta beroperasi hingga pukul 04.00 Wita. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Bulan penuh berkah, Ramadan memasuki hari pertama dan dirayakan seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Kebahagiaan, lebih terasa saat berbuka puasa dan sahur bersama di antara keluarga yang berkumpul di rumah.
Akan tetapi, bagi yang tidak memiliki kesempatan berbuka puasa dan sahur di rumah lantaran satu dan lain hal, biasanya akan berbuka puasa di resto maupun kafe.

Untuk itu, guna mengakomodir umat Muslim yang akan berbuka puasa dan sahur di luar rumah keluarganya masing-masing, Waroenk yang sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang menyediakan free takjil, serta beroperasi hingga pukul 04.00 Wita.

“Selama bulan puasa ini, mulai besok Jumat (18/5/2018) hingga akhir Ramadan, Kamis (14/6/2018), kami akan buka hingga pukul 04.00 Wita. Biasanya, di hari biasa kami tutup pukul 11.30 Wita, tetapi untuk mengakomodir pelanggan yang melaksanakan ibadah puasa di Ramadan tahun ini, Waroenk akan buka sampai subuh,” terang Public Relation and Representative Admin, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk Resto and Cafe, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Kamis (17/5/2018) sore.
Menurut wanita muda yang senang dengar musik ini, jam operasional yang lebih panjang pihaknya selain memberi kesempatan kepada pelanggan untuk sahur, jugat (18/5/2018) hingga akhir Ramadan, Kamis (14/6/2018), kami akan buka hingga pukul 04.00 Wita. Biasanya, di hari biasa kami tutup pukul 11.30 Wita, tetapi untuk mengakomodir pelanggan yang melaksanakan ibadah puasa di Ramadan tahun ini, Waroenk akan buka sampai subuh,” terang Public Relation and Representative Admin, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk Resto and Cafe, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang,  Kamis (17/5/2018) sore.a memberi kesempatan bagi para “night worker” atau pekerja yang beraktivitas di malam hari untuk tetap dapat menikmati makanan di Waroenk.
“Mereka boleh juga ‘ngopi’ sembari kongko-kongko bersama teman, karena kopi yang kami tawarkan dari biji kopi pilihan. Selain itu, kami juga menyediakan roti Royal Bakery yang berkualitas. Yang pasti, makan maupun minum pastinya lebih asyik di Waroenk,” ujar Merlin.

Tidak hanya itu, tambah Merlin, setiap harinya pihaknya akan memberikan secara gratis takjil yang jenisnya berubah setiap hari kepada pelanggan yang berbuka puasa.

Sebelumnya, Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok (Waroenk Group), Yunita Kitu mengatakan, manajemen  turut berbahagia atas datangnya bulan penuh berkah ini.

“Makanya, kami memberikan free takjil yang nantinya akan berbeda-beda setiap harinya (di Waroenk Podjok dan Waroenk Oebufu),” jelasnya.

Adapun jenis takjil yang bakal disediakan resto dan kafe yang belum lama ini meraih penghargaan Kadin NTT Award 2018 kategori “Restoran dengan Menu Terinovatif se-NTT” tersebut, antara lain Kolak Pisang, Kolak Singkong, Bubur Kacang Ijo, dan berbagai jenis takjil lainnya.

“Untuk di hari pertama puasa sore hari ini, kami menyediakan Kolak Pisang. Free takjil berlaku untuk umum, atau siapa saja yang bersantap di Waroenk Podjok (dan Waroenk Oebufu) pada pukul 17.30 Wita hingga 18.30 Wita,” imbuh Yunita.

Ia menambahkan, khusus bagi pelanggan yang ingin membeli menu takjil, pihaknya menyediakan dan menjual aneka jenis takjil di Waroenk Podjok.

“Takjil yang kami jual adalah jajanan pasar (penganan) yang fresh atau dibuat pada hari ini juga, di antaranya Onde-onde Rp 2.500, Putu Ayu Rp 2.300, Pici-pici Rp 2.000, Singkong Keju Rp 2.800, Talam Rp 2.500, Lalampa Rp 6.000, dan masih banyak kue lainnya,” papar Yunita. 
Sebelumnya, Sales Representatif Royal Bakery yang menjaga stan jajanan pasar di Waroenk Podjok, Ika menjelaskan setiap harinya pihaknya memang sudah menjual aneka jajanan pasar yang menjadi pelengkap menu-menu resto di Waroenk Podjok.

“Tetapi, jelang dan masuk Ramadan tahun ini, kami lebih memperkaya variasi jualan. Yang pasti, lebih banyak pilihan bagi pelanggan yang menjalankan ibadah puasa,” katanya.

Yang pasti, sebut Ika, semuanya segar lantaran kompartemen pantry pantry membuatnya langsung untuk hari itu juga. “Jadi tetap terjaga kualitasnya,” ujarnya.

Dijelaskan, tidak hanya jajanan pasar tetapi di Waroenk Oebufu juga menjual aneka roti (bakery).
“Yang ingin membeli roti, boleh ke Royal Bakery di Jalan Bundaran PU (TDM), atau boleh juga ke Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu,” tutupnya.

Alhamdulillah, ada free takjil bagi pelanggan yang bersantap di Waroenk Podjok

Untuk mengakomodir umat Muslim yang akan berbuka puasa di luar rumah keluarga masing-masing, Waroenk Podjok yang merupakan resto dan kafe representatif di Kota Kupang menyediakan free takjil. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Bulan penuh berkah, Ramadan memasuki hari pertama dan dirayakan seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Kebahagiaan terasa saat berbuka puasa bersama di antara keluarga yang berkumpul di rumah.
Namun, bagi yang tidak berbuka puasa di rumah biasanya akan berbuka puasa di resto maupun kafe. Untuk mengakomodir umat Muslim yang akan berbuka puasa di luar rumah keluarga masing-masing, Waroenk Podjok yang merupakan resto dan kafe representatif di Kota Kupang menyediakan free takjil.
“Setiap harinya, kami akan memberikan secara gratis takjil yang jenisnya berubah setiap hari kepada pelanggan yang berbuka puasa di tempat kami. Kami turut berbahagia atas datangnya bulan penuh berkah ini. Makanya, kami memberikan free takjil yang nantinya akan berbeda-beda setiap harinya,” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok, Yunita Kitu dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Oebobo, Kupang, Kamis (17/5/2018).
Adapun jenis takjil yang bakal disediakan pihaknya, antara lain Kolak Pisang, Kolak Singkong, Bubur Kacang Ijo, dan berbagai jenis takjil lainnya.
“Untuk di hari pertama puasa sore hari ini, kami menyediakan Kolak Pisang. Free takjil berlaku untuk umum, atau siapa saja yang bersantap di Waroenk Podjok pada pukul 17.30 Wita hingga 18.30 Wita,” imbuh Yunita.
Ia menambahkan, bagi pelanggan yang ingin membeli menu takjil, pihaknya menyediakan dan menjual aneka jenis takjil.
“Takjil yang kami jual adalah jajanan pasar (penganan) yang fresh atau dibuat pada hari ini juga, di antaranya Onde-onde Rp 2.500, Putu Ayu Rp 2.300, Pici-pici Rp 2.000, Singkong Keju Rp 2.800, Talam Rp 2.500, Lalampa Rp 6.000, dan masih banyak kue lainnya,” papar Yunita.
Sebelumnya, Sales Representatif Royal Bakery, Ika yang menjaga stan jajanan pasar di Waroenk Podjok menjelaskan, setiap harinya pihaknya memang sudah menjual aneka jajanan pasar yang menjadi pelengkap menu-menu resto di Waroenk Podjok.
“Tetapi, jelang dan masuk Ramadan tahun ini, kami lebih memperkaya variasi jualan. Yang pasti, lebih banyak pilihan bagi pelanggan yang menjalankan ibadah puasa,” imbuhnya.
“Yang pasti, semuanya segar, karena kami membuatnya langsung untuk hari itu juga. Jadi tetap terjaga kualitasnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tidak hanya jajanan pasar tetapi pihaknya juga menjual aneka roti (bakery).
“Yang ingin membeli roti, boleh ke Royal Bakery di Jalan Bundaran PU (TDM), atau boleh juga ke Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu,” tutupnya.

13 May 2018

Ini alasan Waroenk Resto and Cafe raih Kadin Award 2018 sebagai resto dengan menu terinovatif se-NTT

Dalam kegiatan Rapat Pimpinan Provinsi Kamar Dagang dan Industri Nusa Tenggara Timur (Rapimprov Kadin NTT) dan Malam Penganugerahan Kadin NTT Award 2018 di Hotel Aston, Jalan Timor Raya, Kupang, Jumat (11/5/2018), Waroenk Resto and Cafe meraih penghargaan sebagai restoran dengan menu terinovatif se-NTT. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Inovasi dalam bidang kuliner yang selama ini diimplementasikan manajemen Waroenk Resto and Cafe membuahkan hasil.
Dalam kegiatan Rapat Pimpinan Provinsi Kamar Dagang dan Industri Nusa Tenggara Timur (Rapimprov Kadin NTT) dan Malam Penganugerahan Kadin NTT Award 2018 di Hotel Aston, Jalan Timor Raya, Kupang, Jumat (11/5/2018), resto dan kafe berlogo “koki berkumis” tersebut meraih penghargaan sebagai restoran dengan menu terinovatif se-NTT.
Penghargaan yang diraih manajemen Waroenk itu merupakan salah satu dari 35 penerima Kadin Award 2018 dari berbagai kategori bidang usaha, termasuk kuliner (restoran/kafe).
Dari ratusan pelaku kuliner yang bergerak di Kota Kupang, bahkan ribuan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kadin NTT memilih manajemen Waroenk. Memang bukan tanpa sebab jika komunal swasta terkait dagang ini menetapkan menu-menu yang diluncurkan Waroenk adalah terinovatif se-NTT.
Dalam penyerahan piagam dan trofi kepada perwakilan Waroenk, Ketua Kadin Abraham Paul Liyanto memuji menu-menu yang ada di Waroenk.
“Secara pribadi, saya sudah dua kali bersantap (bersama kolega/keluarga) di Waroenk. Semuanya enak, mohon dipertahankan terus. Semoga pada Kadin Award berikutnya masih dapat menjadi (pelaku kuliner) terbaik,” ujarnya.
Terkait penghargaan yang diperoleh manajemen, Public Relation and Representative Admin, Bunga Aprilia mengatakan pihaknya sangat bangga dan akan tetap berkomitmen menjadi yang terbaik.
“Komitmen tertinggi kami adalah mencapai tingkat kepuasan pelanggan. Ini tentu dapat kami capai dengan konsisten menghadirkan produk-produk kuliner unggul,” terangnya saat dikonfirmasi di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Minggu (13/5/2018).
Selain produk berkualitas, pihaknya juga tidak mengabaikan hal-hal pendukung lainnya seperti standardisasi resto dan kafe yang baik serta sertifikasi kelayakan higienitas seperti dari Dinas Kesehatan dan kehalalan produk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Ini juga yang menjadi alasan keterpilihan kami sebagai salah satu destinasi kuliner terpandang di Kota Kupang khususnya, dan NTT pada umumnya,” imbuh Bunga.
Saat ini, sebut wanita muda kelahiran 1999 itu, total menu yang ada di Waroenk dan Waroenk Podjok sekitar 200. Tidak cukup sampai di situ, sebab setiap bulannya manajemen bakal meluncurkan menu-menu inovatif lainnya.
Sekadar diketahui, Waroenk Resto and Cafe resmi dibuka pada 8 Juli 2017. merupakan perusahaan kuliner yang saat ini sudah menjadi salah satu destinasi kuliner di Kota Kupang.
Perkembangan tersebut dapat dilihat dari dibukanya cabang kedua Waroenk Resto and Cafe, yaitu Waroenk Podjok di Transmart Kupang pada 2 Maret 2018, dan tidak menutup kemungkinan untuk membuka cabang-cabang berikutnya dalam waktu dekat.
Berkat komitmen untuk menjadi perusahaan kuliner yang unggul, dengan produk yang inovatif dan kreatif, Waroenk akan terus bersumbangsih memajukan Kota Kupang, khususnya dalam bidang kuliner.
Dengan komitmen itu pulalah, Waroenk berusaha menjadi ikon destinasi kuliner yang dapat menarik wisatawan penikmat kuliner, baik domestik maupun mancanegara yang tengah berkunjung ke Kota Kupang khususnya, dan NTT pada umumnya.

12 May 2018

Waroenk raih penghargaan restoran dengan menu terinovatif se-NTT dari Kadin



Karyawan Waroenk tengah memamerkan piagam dan trofi penghargaan dari Kadin NTT sebagai restoran dengan menu terinovatif se-NTT, Sabtu (12/5/2018). / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Inovasi dalam bidang kuliner yang selama ini diimplementasikan manajemen Waroenk membuahkan hasil.
Dalam kegiatan Rapat Pimpinan Provinsi Kamar Dagang dan Industri Nusa Tenggara Timur (Rapimprov Kadin NTT) dan Malam Penganugerahan Kadin NTT Award 2018 di Hotel Aston, Jalan Timor Raya, Kupang, Jumat (11/5/2018), resto dan kafe berlogo “koki berkumis” tersebut meraih penghargaan sebagai restoran dengan menu terinovatif se-NTT.
Penghargaan yang diraih manajemen Waroenk itu merupakan salah satu dari 35 penerima Kadin Award 2018 dari berbagai kategori bidang usaha, termasuk kuliner (restoran/kafe).
"Selain sebagai apresiasi, tujuan pemberian Kadin Award 2018 yang pertama ini diberikan untuk memotivasi para pelaku usaha ekonomi di NTT. Ini agar pelaku usaha semakin bergairah dan bekerja keras dalam bidangnya masing-masing untuk pencapaian terbaik. Hasilnya, tim (survei) telah menghasilkan 35 penerima Kadin Award 2018,” terang Ketua Panitia Rapimprov Kadin NTT dan Malam Penganugerahan Kadin NTT Award 2018, Bobby Liyanto dalam laporannya.
Ia menambahkan, kegiatan pihaknya berlangsung selama dua hari pada dua tempat yang berbeda, yaitu pembukaan di Hotel Aston dan Rapimprov di Hotel Silvya, Jalan WJ Lalamentik, Kupang, Sabtu (12/7/2018).
“Kegiatan saat ini dihadiri Kadin (daerah) dari 22 kabupaten/kota se-NTT. Juga pelaku ekonomi, tokoh masyarakat pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), perusahaan, dan investor yang memberikan sumbangsih dan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi di NTT,” papar Bobby.
Dijelaskan, kegiatan Kadin Award 2018 tercetus dari tiga kriteria penilaian yang diusulkan internal Kadin daerah (Kadinda), instansi terkait (pengusaha), dan tim survei untuk menentukan keabsahan penerima penghargaan.
Adapun kategori usaha para penerima Kadin Award 2018, sebut Bobby, terdiri dari kompartemen pemerintah, investasi dan penanaman modal, tokoh penggerak ekonomi daerah, pendidikan, kesehatan, pemuda dan olahraga, logistik dan transportasi, ritel, asuransi, properti, pariwisata, serta hotel dan restoran/kafe (horeka).
Kegiatan dihadiri Ketua Umum Kadin Pusat Rosan Perkasa Roeslani, Ketua Kadin NTT Abraham Paul Liyanto, Wali Kota Kupang Jefirstson Riwu Kore, dan Gubernur NTT yang diwakili Kepala Biro (Karo) Ekonomi Petrus Karon.
Sementara itu, Ketua Kadin NTT Abraham Paul Liyanto mengatakan, Rapimprov kali ini guna mengevaluasi kinerja Kadin NTT dan merancang program kerja tahun depan.
“Melalui Rapimprov ini, Kadin bersama Pemerintah NTT merancang program pembangunan ekonomi yang akan dijalankan untuk meningkatkan ekonomi NTT yang lebih baik,” ulasnya.
Paul menambahkan, dalam Rapimprov kali ini juga, pihaknya ingin mempersatukan persepsi Kadinda dari kabupaten/kota se-NTT.
“Ini untuk melihat potensi yang ada dalam masyarakat desa, selanjutnya akan dikembangkan. Salah satu poin yang akan didukung Kadin adalah soal dana pembangun desa yang telah beredar, yaitu Rp 1,5 miliar per desa,” imbuhnya.
Sebelumnya, Paul juga mengatakan, amanat Undang-undang Nomor 1 tahun 1987, Kadin adalah satu-satunyta organisasi usaha yang dilindungi undang-undang. Kadin juga diberi ruang bersama pemerintah dalam merancang dan mengembangkan ekonomi.

11 May 2018

Sambut Piala Dunia Rusia 2018, Waroenk dan Waroenk Podjok bagi-bagi lima smartphone

Karyawan Waroenk Podjok, Indah Christiani Balla tengah memamerkan beberapa hadiah yang bakal diperoleh pelanggan dalam program bagi-bagi hadiah Piala Dunia Rusia 2018. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Momentum perhelatan sepak bola terakbar sejagat raya yang diselenggarakan empat tahun sekali ini, tidak disia-siakan penikmat bola.
Euforia tersebut sudah terlihat jauh hari dengan beragam peraga pendukung kegiatan yang bertebaran di mana-mana.
Juga sudah terlihat kostum terkait bola telah dikenakan banyak orang, baik secara personal maupun komunal. Beberapa pelaku bisnis juga memanfaatkan kesempatan langka itu untuk mendulang laba. Taruhlah seperti menjual pernak-pernik dan aksesori bola dan lain-lain.
Sebagai pelaku bisnis, khususnya dalam kompartemen kuliner, manajemen Waroenk Resto and Cafe dan Waroenk Podjok juga tidak melewatkan momen tersebut.
“Melalui kegiatan Piala Dunia Rusia 2018 ini, kami ingin memanjakan pelanggan dengan memberikan hadiah-hadiah menarik seperti lima smartphone berbasis Android, dua boneka Line, 10 pulsa Rp 50 ribu, dan puluhan hadiah lainnya,” terang Marketing Communication and Representative Admin Waroenk, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Jumat (11/5/2018) pagi.
Merlin menjelaskan, program bagi-bagi hadiah yang dilakukan pihaknya selain sebagai “intermezo” memeriahkan ajang Piala Dunia Rusia 2018, juga apresiasi kepada pelanggan yang telah loyal memilih Waroenk dan Waroenk Podjok di Transmart Kupang sebagai destinasi kuliner favorit mereka.
Adapun mekanisme yang harus dilakukan pelanggan untuk bisa memperolah kesempatan meraih hadiah-hadiah tersebut cukup mudah.
“Cuma transaksi minimal Rp 100 ribu makan-minum di Waroenk maupun Waroenk Podjok, maka pelanggan akan mendapatkan satu kupon undian yang diisi nama, nomor handphone, dan tebakan negara yang bakal meraih juara dunia sepak bola pada tahun ini. Selain itu, pelanggan juga cukup menukarkan 10 poin Telkomsel mereka. Program ini berlaku kelipatan, artinya jika pelanggan bertransaksi lebih, misalnya Rp 200 ribu maka kupon yang mereka peroleh adalah dua lembar. Begitu seterusnya, dan penukaran poin cukup sekali saja,” imbuh Merlin.
Ia menjelaskan, kupon-kupon yang sudah terkumpul nantinya akan diundi seminggu setelah final Piala Dunia Rusia 2018. Pemenang akan dihubungi via telepon untuk pengambilan hadiah.
Wanita muda yang gemar “icip-icip” kuliner ini menambahkan, pihaknya berharap dapat menggenjot penjualan selama momen Piala Dunia Rusia 2018.
“Selama ini, progres penjualan sudah cukup bagus. Tetapi, melalui kesempatan ini (Piala Dunia Rusia 2018), selain utamanya ingin memanjakan pelanggan, kami juga ingin lebih meningkatkan penjualan,” urai Merlin.

04 May 2018

Waroenk Podjok luncurkan Ayam Geprek, lezat dan pedasnya asli



Sebagai salah satu resto dan kafe inovatif, manajemen Waroenk Podjok selalu berkreasi menciptakan menu-menu baru, baik Nusantara maupun mancanegara. Jumat (4/5/2018), manajemen kembali meluncurkan menu Ayam Geprek. / Effendy Wosngso
britaloka.com, KUPANG - Inovasi dan kreativitas, apapun bentuknya dan dalam kompartemen apapun, selalu membuahkan hasil yang tidak terkira.
Hal tersebut tidak terkecuali dalam bisnis kuliner. Sebut saja yang dilakukan manajemen Waroenk Resto and Cafe yang dengan cepat melejit bahkan menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang.
Sebagai salah satu resto dan kafe inovatif, manajemen Waroenk Podjok selalu berkreasi menciptakan menu-menu baru, baik Nusantara maupun mancanegara.
“Bentuk inovasi dan kreativitas manajemen tidak lain adalah komitmen meluncurkan menu-menu baru. Waroenk Podjok sendiri akan meluncurkan menu istimewa Ayam Geprek untuk mengakomodir penikmat kuliner, khususnya yang menyukai makanan berbahan ayam,” terang Public Relation and Representative Admin Waroenk Podjok, Noncy Ndeo saat ditemui di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Rabu (2/5/2018).
Ia menambahkan, memang secara berkala pihaknya terus meluncurkan menu-menu baru. Tidak hanya baru, tetapi juga memiliki cita rasa berbeda ketimbang menu-menu sebelumnya.
“Beberapa makanan, bahkan dapat dikatakan pionir. Sebut saja Ayam Gepuk Waroenk Oebufu, setelah sebelumnya kami meluncurkan menu ikonik yang laris diburu pelanggan seperti Nasi Iga Goreng Sambal Bawang dan Nasi Goreng Kebuli,” paparnya.
Noncy menjelaskan, Ayam Geprek Spesial dan ‘turunannya’ diprediksi bakal menjadi menu favorit pelanggan. “Alasannya, kami melihat pengalaman Ayam Gepuk Waroenk Oebufu yang menjadi favorit pelanggan di sana, bahkan menu itu menjadi ikonik,” urainya.
Lebih detail, Noncy menguraikan ‘turunan’ Ayam Geprek di antaranya Ayam Geprek Original Spesial, Ayam Geprek Sambal Matah, dan Ayam Geprek Sambal Matah Spesial.
“Semuanya kami banderol dengan harga sangat terjangkau, masing-masing Ayam Geprek Original Rp 20 ribu, Ayam Geprek Original Spesial Rp 25 ribu, Ayam Geprek Sambal Matah Rp 20 ribu, Ayam Geprek Sambal Matah Spesial Rp 25 ribu, dan Ayam Goreng Sambal Terasi Rp 35 ribu,” ulasnya.
Menurut Noncy, pihaknya optimistis makanan baru yang diluncurkan hari ini, Jumat (4/5/2018) inikan disukai pelanggan. Pasalnya, kepedasan maupun kelezatan menu-menu tersebut ‘asli’. Artinya, bagi penikmat kuliner yang menyukai pedas, selalu merasa puas dengan cita rasa pedas yang ditawarkan.
“Takaran pedas Ayam Geprek kami ini memang orisinal dan pas, karena menggunakan cabai pilihan. Pastinya, menu itu bakal bikin goyang lidah pelanggan,” katanya.
Sekadar diketahui, “geprek” baik ayam maupun daging sapi adalah makanan khas Sunda, Jawa Barat. Sejatinya, mulanya menu ini terbuat dari daging sapi, dengan rasa khas yang sedikit manis dan gurih.
Geprek yang dibuat dari bahan daging sapi tersebut, diiris searah serat daging kemudian direbus setengah matang. Daging kemudian dipukul-pukul hingga agak empuk. Daging yang sudah empuk direndam ke dalam bumbu yang dicampur santan.
Selanjutnya, direbus kembali hingga air santan menyusut. Jika akan disajikan, daging digoreng dengan sedikit minyak hingga kecokelatan sebelum diangkat.
Lazimnya menu Nusantara lainnya, “geprek” ini akan lebih enak disantap bersama nasi hangat dan sambal yang disediakan pelaku kuliner.

14 April 2018

Chocolate Cookies, minuman fenomenal Waroenk Kupang

Dalam jajaran Monster Shake di Waroenk Kupang, ada satu minuman yang benar-benar ‘fenomenal’, yaitu Chocolate Cookies. Karena sangat digemari pelanggan, minuman ini sudah menjadi menu ikonik Waroenk. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Sebagai bagian dari kuliner, minuman tidak hanya sebagai pelengkap kegiatan bersantap. Pasalnya, minuman di kekinian sudah menjadi salah satu objek kuliner yang di “zaman now” sudah bukan dikotomi atau hal yang bertentangan sama sekali terhadap makanan itu sendiri, tetapi menjadi gaya hidup yang kerap disebut “dine with style”.
Selain cita rasa segar dari minuman tersebut, topping-topping yang mempercantik tampilan sebuah minuman dianggap penting, sebab menjadi media dari gaya hidup.
Penikmat kuliner tidak sekadar makan atau minum, tetapi menjadikan objek minuman itu untuk berswafoto atau selfie dan mengunggahnya di media sosial (medsos) mereka. Hal tersebut dapat dimafhumi karena itulah gaya hidup yang terjadi dalam dunia kuliner saat ini.
Untuk itulah, sebagai destinasi kuliner di Kota Kupang yang senantiasa tampil pionir melahirkan menu-menu unik, beda, dan lezat sebagaimana tujuan maupun visi resto dan kafe dengan logo “koki berkumis” ini, maka manajemen Waroenk terus berinovasi dan berkreasi meluncurkan makanan maupun minuman yang terbilang “wow”, bahkan melebihi ekspektasi pelanggan.
“Terkait minuman, dalam jajaran Monster Shake kami khususnya, ada satu minuman kami yang benar-benar ‘fenomenal’, yaitu Chocolate Cookies. Karena sangat digemari pelanggan, minuman ini sudah menjadi menu ikonik Waroenk,” terang Public Relation and Representative Admin Waroenk, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Sabtu (14/4/2018).
Menurutnya, Chocolate Cookie disukai pelanggan karena unik. “Minuman berbahan cokelat itu biasa, tetapi jika digemari hingga ‘addict’ seperti ini, maka pasti ada ‘something special’. Sehingga, minuman ini terus merajai penjualan minuman di Waroenk,” beber Merlin.
Ia menambahkan, kepopuleran Chocolate Cookie juga tidak lepas dari bahan utama yang menggunakan bubuk cokelat berkualitas, susu, oreo, dan ice cream. Apalagi, harga yang dibanderol pihaknya sangat terjangkau Rp 26 ribu.
“Minuman kategori Monster Shake kami ini tidak hanya digemari anak-anak, tetapi juga anak muda dan dewasa. Jadi, secara umum Chocolate Cookies ‘kena’ di segala usia,” imbuh Merlin.
Dijelaskan, selain Chocolate Cookies, pihaknya juga menyediakan minuman dalam kategori Monster Shake lainnya, di antaranya Funcy Ggummy Rp 31 ribu, Strawberry Breeze Rp 31 ribu, dan Bluefaloo Rp 31 ribu.

13 April 2018

Curry Katsu Rice Waroenk Podjok, kari Jepang yang populer di dunia

Salah satu menu ikonik Jepang yang diangkat manajemen Waroenk Podjok adalah Curry Katsu Rice. Makanan ini kerap disebut "kari Jepang", berisi ayam goreng crispy bersaus teriyaki yang disajikan bersama nasi dan salad. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Restorasi Meiji yang diimplementasikan kaisar muda Meiji di era Meiji pada 1866-1869, membawa perubahan yang demikian besar dalam tatanan pemerintahan Jepang, baik teknologi maupun ekonomi.
Dalam ekonomi, kuliner sebagai salah satu gestur penting juga merambah berbagai belahan dunia. Makanan Jepang menadi ikon dunia, dengan berbagai cita rasa yang diadaptasi dalam budaya lokal setiap negara.
Sebagai resto dan kafe representatif yang diklaim sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang, Waroenk Podjok yang berada di bawah manajemen Waroenk, tidak ketinggalan mengangkat menu populer dunia yang berasal dari Jepang.
“Salah satu menu ikonik Jepang yang kami angkat adalah Curry Katsu Rice. Makanan ini kerap disebut ‘kari Jepang’, berisi ayam goreng crispy bersaus teriyaki yang disajikan bersama nasi dan salad,” jelas Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok, Yunita Kitu dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Oebobo, Kupang, Jumat (13/4/2018).
Menurutnya, seperti menu dalam jajaran Asian and Japanese Corner pihaknya, khususnya makanan berbahan kari, Curry Katsu Rice juga disukai lantaran memiliki cita rasa yang eksotik sebagaimana kari-kari dari Asia Selatan yang khas dan beraroma kuat.
Dibanderol Rp 45 ribu, sebut Yunita, kari Jepang berbahan utama ayam goreng crispy (chicken katsu) tersebut, selama diluncurkan pada 2 Maret 2018 lalu, mendapat apresiasi yang cukup bagus dari penikmat kuliner di daerah berjuluk Kota Sasando.
“Di Waroenk Oebufu dan Waroenk Podjok, berbagai makanan Jepang sangat digemari. Di Waroenk Oebufu, Katsu Rice Sambal Matah yang merupakan paduan makanan Jepang-Bali bahkan sudah menjadi menu ikonik yang identik Waroenk Oebufu sendiri. Kalau di Waroenk Podjok, selain Hambuga Pepper Rice, Curry Katsu Rice juga termasuk salah satu menu ala Jepang kami yang paling diburu dan menempati rating penjualan tertinggi,” bebernya.
Yunita menjelaskan, menu Jepang saat ini sudah bukan menu asing lagi. Hidangan dari Negeri Sakura bahkan sudah banyak diracik serta dikolaborasikan dengan makanan Nusantara.
“Ini dapat dilihat dari Katsu Rice Sambal Matah-nya Waroenk Oebufu yang dikombinasikan dengan Sambal Matah khas Bali. Karena masih terlahir dalam kawasan Asia, banyak rempah atau bumbu hidangan untuk makanan Jepang tidak sulit dicari dan dipadu-padankan dengan menu nasional. Jadi, cita rasanya tetap otentik, begitu pula Curry Katsu Rice ini,” imbuhnya.
Yunita menambahkan, di Jepang terdapat banyak menu kari seperti Saba Kare (kari makerel), Ringo Kari (kari apel), Natto Kare, Nagoya Kochin Chikin Kare (kari ayam Nagoya), Matsusaka Gyu Kare (kari sapi Matsusaka), Kaki Kare (kari tiram), dan masih banyak varian kari lainnya.
Sekadar diketahui, berbagai jenis dan variasi kari Jepang terus berkembang, masing-masing menggunakan bahan pangan khas kawasan tersebut. Hal itu tidak terlepas dari kemudahan informasi online, dan secara tidak langsung telah membantu perkembangan kuliner berbahan kari ini.
Sejatinya, hidangan kari biasanya disajikan dalam tiga bahan pokok utama, di antaranya nasi kari (Kare Raisu), Kare Udon (semacam mie tebal), dan Kare-pan. Nasi kari Jepang biasanya secara sederhana disebut “kare” saja.
Berbagai jenis sayuran dan daging digunakan untuk membuat kari Jepang. Sayuran dasar adalah bawang bombai, wortel, dan kentang. Untuk daging, daging sapi dan ayam adalah yang paling populer. Katsu-kare adalah daging sapi goreng tepung disajikan dengan saus kari.
Dari berbagai literatur kuliner dunia, disebutkan kari sejatinya berasal dari India dan daerah lainnya di kawasan Asia Selatan. Akan tetapi, dalam perkembangannya kari orisinal India telah dikombinasikan dengan mencampurkan bubuk kari dengan tepung terigu sehingga menjadi roux.
Roux adalah campuran antara tepung dan lemak yang dimasak bersama. Pelaku kuliner bisa menggunakan tetesan lemak seperti dari daging, mentega, margarin, atau jenis lemak lainnya untuk membuatnya.
Roux bisa digunakan sebagai bahan dasar dan pengental untuk Gumbo (sejenis hidangan yang berasal dari Louisiana yang diracik orang-orang Kreol Louisiana pada abad ke-18) serta sup lainnya yang kental dan kaya rasa.
Roux sendiri dikembangkan orang Inggris yang kemudian memperkenalkannya ke Jepang pada era Meiji. Kebanyakan rumah tangga di Jepang membuat kari dari berbagai roux kari siap masak yang tersedia di pasar-pasar swalayan di Jepang.
Ada berbagai rasa roux siap masak, dari yang pedas sampai yang manis. Ada juga roux dengan cita rasa India serta cita rasa ala Thailand yang dicampur santan.
Juga ada banyak variasi setempat yang mencerminkan berbagai bahan khas daerah-daerah di Jepang. Di Hiroshima, ada kari dengan tiram, sementara apel tampil menyolok pada kari di daerah produsen apel, Aomori.
Kari tidak hanya disajikan dengan nasi, orang Jepang memunculkan berbagai kombinasi menarik. Misalnya, kari dituangkan pada semangkuk mie soba atau udon. Kari juga biasa menjadi bahan isi untuk roti goreng dan kroket.
Kari mulai diperkenalkan ke Jepang pada masa era Meiji (1868-1912) oleh orang-orang Inggris, yang kala itu menjajah India. Hingga saat ini, hidangan kari menjadi demikian populer dan dapat dibeli di pasar-pasar swalayan. Hidangan tersebut telah beradaptasi dengan selera Jepang, dan dikonsumsi begitu meluas sehingga ada yang menyebutnya masakan nasional Jepang.
Lantaran masakan ini diperkenalkan ke Jepang melalui perantara Inggris, pada awalnya hidangan itu dianggap masakan Barat. Kari gaya Barat ini kini hadir bersamaan dengan kari asli India, dan meluas sejak populernya kari India di awal dasawarsa 1990-an.
Kari Jepang dapat disajikan dalam wadah piring datar hingga mangkuk sup. Kuah kari kental disiramkan di atas nasi putih dengan berbagai cara dan sebanyak sesuai selera.
Beras Jepang yang agak lengket dan berbulir pendek lebih disukai ketimbang beras biasa yang digunakan dalam masakan India dan Tiongkok. Biasanya, hidangan ini dimakan menggunakan sendok, bukan sumpit layaknya kebudayaan makan orang-orang di Asia Timur Jauh.
Penyebabnya, tidak lepas dari sifat cair kuah kari yang biasanya disajikan bersama berbagai tsukemono (acar Jepang) seperti fukujinzuke atau daun bawang.

12 April 2018

Berwadah unik, Sapo Tahu Ayam Waroenk Podjok menarik dijadikan spot selfie


Salah satu varian sup di Waroenk Podjok Kupang dalam jajaran Asian and Japanese Corner adalah Sapo Tahu Ayam/Seafood yang masing-masing berbanderol cukup terjangkau Rp 37 ribu dan Rp 42.500 ribu. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG – Boleh dibilang, saat ini aktivitas bersantap tidak sekadar makan. Artinya, ada tujuan lain yang bukan hanya untuk mengisi perut namun yang terjadi pada “zaman now” berkaitan erat dengan gaya hidup.
Hal itu kerap disebut “dine with style”. Ini dapat dilihat dari kelakuan seseorang atau keluarga maupun komunitas yang kerap selfie (swafoto) dengan latar belakang makanan sebelum disantap seseorang, keluarga, maupun komunitas.
Pelaku kuliner saat ini masif menawarkan tempat usahanya dengan hal-hal terkait gaya hidup. Penyediaan spot selfie misalnya, setting ruangan yang unik bahkan “nyeleneh” seperti yang dapat dilihat dari interior maupun peralatan makan ala penjara pada konsep rumah makan waralaba berlabel Mie Rampok.
Itulah beberapa contoh yang dapat dilihat dari implementasi “dine with style” pada resto maupun kafe di kekinian.
“Salah satu tujuan pelanggan bersantap di rumah makan representatif, tentu tidak terlepas dari cita rasa makanan itu sendiri. Tetapi, cita rasa makanan yang mumpuni saja tidak cukup untuk memuaskan pelanggan ‘zaman now’. Ada saja ekspektasi yang mereka inginkan, dan itu tidak terlepas dari gaya hidup,” terang Marketing Communication and Representatif Admin Waroenk Podjok, Noncy Ndeo dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Rabu (11/4/2018).
Untuk mencapai customer satisfaction atau tingkat kepuasan pelanggan, sebut Noncy, pihaknya pun berusaha menghadirkan atau menawarkan apa yang diinginkan pelanggan.
“Suara pelanggan, tidak terkecuali dalam dunia kuliner adalah ‘soul’ kami. Untuk itulah, kami senantiasa sebisa mungkin untuk mengakomodir kemauan pelanggan. Perlahan, meskipun tidak sesempurna ekspektasi mereka,” imbuhnya.
Ia mengatakan, ekspektasi pelanggan yang mengingkan hal terbaik salah sastunya adalah dengan menghadirkan makanan yang tetap panas.
“Salah satu varian sup kami dalam jajaran Asian and Japanese Corner adalah Sapo Tahu Ayam/Seafood yang masing-masing kami banderol cukup terjangkau Rp 37 ribu dan Rp 42.500. Dengan menggunakan claypot atau ‘mangkuk bertudung’ khusus, makan panasnya tetap terjaga dan awet sehingga makanan yang disajikan di atas meja pelanggan tetap ‘fresh’, terutama panasnya,” ujar Noncy.
Dijelaskan, Sapo Tahu adalah olahan tahu Jepang (meskipun sebagian pengamat kuliner mengatakan berasal dari Tiongkok) dengan sayuran, jamur, dan ayam atau seafood). Dengan menggunakan wadah khusus tadi yang memang dirancang untuk ‘mengawetkan’ panas, maka Sapo Tahu yang lazimnya dikonsumsi selagi panas, tetap lezat dan berkuah gurih.
Noncy mengatakan, makanan yang diluncurkan bersamaan pembukaan Waroenk Podjok di Transmart Kupang pada 2 Maret 2018 lalu, mendapat apresiasi yang cukup baik dari penikmat kuliner di Kota Kupang.
“Apresiatif, masih masuk dalam selera lidah masyarakat di sini. Menu berkuah kami ini juga disukai ekspatriat, terutama dari Tiongkok dan Jepang. Jadi, bagi yang ingin mencicipi otentikasi menu Asia, hanya di Waroenk Podjok tempatnya,” urainya berpromosi.
Terkait target penjualan dari manajemen, Noncy enggan menyebutnya. Ia hanya mengungkapkan sebisa mungkin sebanyak-banyak. “Sebanyak-banyaknyalah. Kalau bisa, makanan ini juga bisa menjadi menu ikonik seperti makanan kami lainnya seperti Nasi Iga Goreng Sambal Bawang dan Nasi Goreng Kebuli,” bebernya.
Sekadar diketahui, Sapo Tahu, baik berimbuh ayam maupun seafood, adalah salah satu jenis masakan yang berasal dari Tiongkok. Sapo Tahu ini awalnya dikenal sebagai masakan bagi para vegetarian karena bahan-bahannya tidak menggunakan daging atau ikan, melainkan sayur dan rempah-rempah
Kendati demikian, dalam perkembangan selanjutnya ada perubahan pada masakan Sapo Tahu dengan masuknya bahan-bahan seperti udang, ikan, dan daging. Dalam acara-acara pesta, Sapo Tahu tergolong sebagai hidangan pembuka.
Nama sapo berasal dari penggunaan panci sapo atau claypot yang digunakan untuk memasak hidangan ini. Claypot berbeda dengan mangkuk lainnya lantaran terbuat dari bahan keramik.
Keunggulannya dapat menyimpan panas lebih lama dibanding panci biasa, sehingga hidangan bisa tetap hangat hingga tetes terakhir. Sapo memiliki banyak jenis, seperti sapo tahu, sapo seafood, sapo ayam, dan lain-lain.
Sapo biasanya langsung dimasak dalam claypot dengan menggunakan egg tofu atau Tahu Tiongkok yang bertekstur halus dan lembut. Agar tahu tidak hancur harus digoreng terlebih dulu.
Beberapa bahan yang diperlukan dalam pembuatan Sapo Tahu antara lain tahu Jepang, jamur merang, wortel, sawi putih, bakso ikan, daging ayam, daun bawang, seledri, bawang bombai, bawang putih, cabai merah, saus tiram, kecap ikan, kaldu ayam, minyak wijen, dan tepung maizena.
Di beberapa restoran, Sapo Tahu disajikan secara menarik di atas mangkuk keramik khas Tiongkok. Hal ini bertujuan agar Sapo Tahu tetap terjaga kehangatannya supaya tetap nikmat disantap saat masih hangat.
Selain fungsi tersebut, penggunaan wadah-wadah unik dan “cantik”, menjadi daya tarik tersendiri untuk dijadikan spot swafoto bagi pelanggan.