17 May 2018

Selama Ramadan, Waroenk Kupang buka hingga pukul 04.00 Wita, ada free takjil juga

Guna mengakomodir umat Muslim yang akan berbuka puasa dan sahur di luar rumah keluarganya masing-masing, Waroenk yang sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang menyediakan free takjil, serta beroperasi hingga pukul 04.00 Wita. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Bulan penuh berkah, Ramadan memasuki hari pertama dan dirayakan seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Kebahagiaan, lebih terasa saat berbuka puasa dan sahur bersama di antara keluarga yang berkumpul di rumah.
Akan tetapi, bagi yang tidak memiliki kesempatan berbuka puasa dan sahur di rumah lantaran satu dan lain hal, biasanya akan berbuka puasa di resto maupun kafe.

Untuk itu, guna mengakomodir umat Muslim yang akan berbuka puasa dan sahur di luar rumah keluarganya masing-masing, Waroenk yang sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang menyediakan free takjil, serta beroperasi hingga pukul 04.00 Wita.

“Selama bulan puasa ini, mulai besok Jumat (18/5/2018) hingga akhir Ramadan, Kamis (14/6/2018), kami akan buka hingga pukul 04.00 Wita. Biasanya, di hari biasa kami tutup pukul 11.30 Wita, tetapi untuk mengakomodir pelanggan yang melaksanakan ibadah puasa di Ramadan tahun ini, Waroenk akan buka sampai subuh,” terang Public Relation and Representative Admin, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk Resto and Cafe, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Kamis (17/5/2018) sore.
Menurut wanita muda yang senang dengar musik ini, jam operasional yang lebih panjang pihaknya selain memberi kesempatan kepada pelanggan untuk sahur, jugat (18/5/2018) hingga akhir Ramadan, Kamis (14/6/2018), kami akan buka hingga pukul 04.00 Wita. Biasanya, di hari biasa kami tutup pukul 11.30 Wita, tetapi untuk mengakomodir pelanggan yang melaksanakan ibadah puasa di Ramadan tahun ini, Waroenk akan buka sampai subuh,” terang Public Relation and Representative Admin, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk Resto and Cafe, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang,  Kamis (17/5/2018) sore.a memberi kesempatan bagi para “night worker” atau pekerja yang beraktivitas di malam hari untuk tetap dapat menikmati makanan di Waroenk.
“Mereka boleh juga ‘ngopi’ sembari kongko-kongko bersama teman, karena kopi yang kami tawarkan dari biji kopi pilihan. Selain itu, kami juga menyediakan roti Royal Bakery yang berkualitas. Yang pasti, makan maupun minum pastinya lebih asyik di Waroenk,” ujar Merlin.

Tidak hanya itu, tambah Merlin, setiap harinya pihaknya akan memberikan secara gratis takjil yang jenisnya berubah setiap hari kepada pelanggan yang berbuka puasa.

Sebelumnya, Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok (Waroenk Group), Yunita Kitu mengatakan, manajemen  turut berbahagia atas datangnya bulan penuh berkah ini.

“Makanya, kami memberikan free takjil yang nantinya akan berbeda-beda setiap harinya (di Waroenk Podjok dan Waroenk Oebufu),” jelasnya.

Adapun jenis takjil yang bakal disediakan resto dan kafe yang belum lama ini meraih penghargaan Kadin NTT Award 2018 kategori “Restoran dengan Menu Terinovatif se-NTT” tersebut, antara lain Kolak Pisang, Kolak Singkong, Bubur Kacang Ijo, dan berbagai jenis takjil lainnya.

“Untuk di hari pertama puasa sore hari ini, kami menyediakan Kolak Pisang. Free takjil berlaku untuk umum, atau siapa saja yang bersantap di Waroenk Podjok (dan Waroenk Oebufu) pada pukul 17.30 Wita hingga 18.30 Wita,” imbuh Yunita.

Ia menambahkan, khusus bagi pelanggan yang ingin membeli menu takjil, pihaknya menyediakan dan menjual aneka jenis takjil di Waroenk Podjok.

“Takjil yang kami jual adalah jajanan pasar (penganan) yang fresh atau dibuat pada hari ini juga, di antaranya Onde-onde Rp 2.500, Putu Ayu Rp 2.300, Pici-pici Rp 2.000, Singkong Keju Rp 2.800, Talam Rp 2.500, Lalampa Rp 6.000, dan masih banyak kue lainnya,” papar Yunita. 
Sebelumnya, Sales Representatif Royal Bakery yang menjaga stan jajanan pasar di Waroenk Podjok, Ika menjelaskan setiap harinya pihaknya memang sudah menjual aneka jajanan pasar yang menjadi pelengkap menu-menu resto di Waroenk Podjok.

“Tetapi, jelang dan masuk Ramadan tahun ini, kami lebih memperkaya variasi jualan. Yang pasti, lebih banyak pilihan bagi pelanggan yang menjalankan ibadah puasa,” katanya.

Yang pasti, sebut Ika, semuanya segar lantaran kompartemen pantry pantry membuatnya langsung untuk hari itu juga. “Jadi tetap terjaga kualitasnya,” ujarnya.

Dijelaskan, tidak hanya jajanan pasar tetapi di Waroenk Oebufu juga menjual aneka roti (bakery).
“Yang ingin membeli roti, boleh ke Royal Bakery di Jalan Bundaran PU (TDM), atau boleh juga ke Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu,” tutupnya.

Alhamdulillah, ada free takjil bagi pelanggan yang bersantap di Waroenk Podjok

Untuk mengakomodir umat Muslim yang akan berbuka puasa di luar rumah keluarga masing-masing, Waroenk Podjok yang merupakan resto dan kafe representatif di Kota Kupang menyediakan free takjil. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Bulan penuh berkah, Ramadan memasuki hari pertama dan dirayakan seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Kebahagiaan terasa saat berbuka puasa bersama di antara keluarga yang berkumpul di rumah.
Namun, bagi yang tidak berbuka puasa di rumah biasanya akan berbuka puasa di resto maupun kafe. Untuk mengakomodir umat Muslim yang akan berbuka puasa di luar rumah keluarga masing-masing, Waroenk Podjok yang merupakan resto dan kafe representatif di Kota Kupang menyediakan free takjil.
“Setiap harinya, kami akan memberikan secara gratis takjil yang jenisnya berubah setiap hari kepada pelanggan yang berbuka puasa di tempat kami. Kami turut berbahagia atas datangnya bulan penuh berkah ini. Makanya, kami memberikan free takjil yang nantinya akan berbeda-beda setiap harinya,” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok, Yunita Kitu dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Oebobo, Kupang, Kamis (17/5/2018).
Adapun jenis takjil yang bakal disediakan pihaknya, antara lain Kolak Pisang, Kolak Singkong, Bubur Kacang Ijo, dan berbagai jenis takjil lainnya.
“Untuk di hari pertama puasa sore hari ini, kami menyediakan Kolak Pisang. Free takjil berlaku untuk umum, atau siapa saja yang bersantap di Waroenk Podjok pada pukul 17.30 Wita hingga 18.30 Wita,” imbuh Yunita.
Ia menambahkan, bagi pelanggan yang ingin membeli menu takjil, pihaknya menyediakan dan menjual aneka jenis takjil.
“Takjil yang kami jual adalah jajanan pasar (penganan) yang fresh atau dibuat pada hari ini juga, di antaranya Onde-onde Rp 2.500, Putu Ayu Rp 2.300, Pici-pici Rp 2.000, Singkong Keju Rp 2.800, Talam Rp 2.500, Lalampa Rp 6.000, dan masih banyak kue lainnya,” papar Yunita.
Sebelumnya, Sales Representatif Royal Bakery, Ika yang menjaga stan jajanan pasar di Waroenk Podjok menjelaskan, setiap harinya pihaknya memang sudah menjual aneka jajanan pasar yang menjadi pelengkap menu-menu resto di Waroenk Podjok.
“Tetapi, jelang dan masuk Ramadan tahun ini, kami lebih memperkaya variasi jualan. Yang pasti, lebih banyak pilihan bagi pelanggan yang menjalankan ibadah puasa,” imbuhnya.
“Yang pasti, semuanya segar, karena kami membuatnya langsung untuk hari itu juga. Jadi tetap terjaga kualitasnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tidak hanya jajanan pasar tetapi pihaknya juga menjual aneka roti (bakery).
“Yang ingin membeli roti, boleh ke Royal Bakery di Jalan Bundaran PU (TDM), atau boleh juga ke Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu,” tutupnya.

13 May 2018

Ini alasan Waroenk Resto and Cafe raih Kadin Award 2018 sebagai resto dengan menu terinovatif se-NTT

Dalam kegiatan Rapat Pimpinan Provinsi Kamar Dagang dan Industri Nusa Tenggara Timur (Rapimprov Kadin NTT) dan Malam Penganugerahan Kadin NTT Award 2018 di Hotel Aston, Jalan Timor Raya, Kupang, Jumat (11/5/2018), Waroenk Resto and Cafe meraih penghargaan sebagai restoran dengan menu terinovatif se-NTT. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Inovasi dalam bidang kuliner yang selama ini diimplementasikan manajemen Waroenk Resto and Cafe membuahkan hasil.
Dalam kegiatan Rapat Pimpinan Provinsi Kamar Dagang dan Industri Nusa Tenggara Timur (Rapimprov Kadin NTT) dan Malam Penganugerahan Kadin NTT Award 2018 di Hotel Aston, Jalan Timor Raya, Kupang, Jumat (11/5/2018), resto dan kafe berlogo “koki berkumis” tersebut meraih penghargaan sebagai restoran dengan menu terinovatif se-NTT.
Penghargaan yang diraih manajemen Waroenk itu merupakan salah satu dari 35 penerima Kadin Award 2018 dari berbagai kategori bidang usaha, termasuk kuliner (restoran/kafe).
Dari ratusan pelaku kuliner yang bergerak di Kota Kupang, bahkan ribuan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kadin NTT memilih manajemen Waroenk. Memang bukan tanpa sebab jika komunal swasta terkait dagang ini menetapkan menu-menu yang diluncurkan Waroenk adalah terinovatif se-NTT.
Dalam penyerahan piagam dan trofi kepada perwakilan Waroenk, Ketua Kadin Abraham Paul Liyanto memuji menu-menu yang ada di Waroenk.
“Secara pribadi, saya sudah dua kali bersantap (bersama kolega/keluarga) di Waroenk. Semuanya enak, mohon dipertahankan terus. Semoga pada Kadin Award berikutnya masih dapat menjadi (pelaku kuliner) terbaik,” ujarnya.
Terkait penghargaan yang diperoleh manajemen, Public Relation and Representative Admin, Bunga Aprilia mengatakan pihaknya sangat bangga dan akan tetap berkomitmen menjadi yang terbaik.
“Komitmen tertinggi kami adalah mencapai tingkat kepuasan pelanggan. Ini tentu dapat kami capai dengan konsisten menghadirkan produk-produk kuliner unggul,” terangnya saat dikonfirmasi di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Minggu (13/5/2018).
Selain produk berkualitas, pihaknya juga tidak mengabaikan hal-hal pendukung lainnya seperti standardisasi resto dan kafe yang baik serta sertifikasi kelayakan higienitas seperti dari Dinas Kesehatan dan kehalalan produk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Ini juga yang menjadi alasan keterpilihan kami sebagai salah satu destinasi kuliner terpandang di Kota Kupang khususnya, dan NTT pada umumnya,” imbuh Bunga.
Saat ini, sebut wanita muda kelahiran 1999 itu, total menu yang ada di Waroenk dan Waroenk Podjok sekitar 200. Tidak cukup sampai di situ, sebab setiap bulannya manajemen bakal meluncurkan menu-menu inovatif lainnya.
Sekadar diketahui, Waroenk Resto and Cafe resmi dibuka pada 8 Juli 2017. merupakan perusahaan kuliner yang saat ini sudah menjadi salah satu destinasi kuliner di Kota Kupang.
Perkembangan tersebut dapat dilihat dari dibukanya cabang kedua Waroenk Resto and Cafe, yaitu Waroenk Podjok di Transmart Kupang pada 2 Maret 2018, dan tidak menutup kemungkinan untuk membuka cabang-cabang berikutnya dalam waktu dekat.
Berkat komitmen untuk menjadi perusahaan kuliner yang unggul, dengan produk yang inovatif dan kreatif, Waroenk akan terus bersumbangsih memajukan Kota Kupang, khususnya dalam bidang kuliner.
Dengan komitmen itu pulalah, Waroenk berusaha menjadi ikon destinasi kuliner yang dapat menarik wisatawan penikmat kuliner, baik domestik maupun mancanegara yang tengah berkunjung ke Kota Kupang khususnya, dan NTT pada umumnya.

12 May 2018

Waroenk raih penghargaan restoran dengan menu terinovatif se-NTT dari Kadin



Karyawan Waroenk tengah memamerkan piagam dan trofi penghargaan dari Kadin NTT sebagai restoran dengan menu terinovatif se-NTT, Sabtu (12/5/2018). / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Inovasi dalam bidang kuliner yang selama ini diimplementasikan manajemen Waroenk membuahkan hasil.
Dalam kegiatan Rapat Pimpinan Provinsi Kamar Dagang dan Industri Nusa Tenggara Timur (Rapimprov Kadin NTT) dan Malam Penganugerahan Kadin NTT Award 2018 di Hotel Aston, Jalan Timor Raya, Kupang, Jumat (11/5/2018), resto dan kafe berlogo “koki berkumis” tersebut meraih penghargaan sebagai restoran dengan menu terinovatif se-NTT.
Penghargaan yang diraih manajemen Waroenk itu merupakan salah satu dari 35 penerima Kadin Award 2018 dari berbagai kategori bidang usaha, termasuk kuliner (restoran/kafe).
"Selain sebagai apresiasi, tujuan pemberian Kadin Award 2018 yang pertama ini diberikan untuk memotivasi para pelaku usaha ekonomi di NTT. Ini agar pelaku usaha semakin bergairah dan bekerja keras dalam bidangnya masing-masing untuk pencapaian terbaik. Hasilnya, tim (survei) telah menghasilkan 35 penerima Kadin Award 2018,” terang Ketua Panitia Rapimprov Kadin NTT dan Malam Penganugerahan Kadin NTT Award 2018, Bobby Liyanto dalam laporannya.
Ia menambahkan, kegiatan pihaknya berlangsung selama dua hari pada dua tempat yang berbeda, yaitu pembukaan di Hotel Aston dan Rapimprov di Hotel Silvya, Jalan WJ Lalamentik, Kupang, Sabtu (12/7/2018).
“Kegiatan saat ini dihadiri Kadin (daerah) dari 22 kabupaten/kota se-NTT. Juga pelaku ekonomi, tokoh masyarakat pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), perusahaan, dan investor yang memberikan sumbangsih dan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi di NTT,” papar Bobby.
Dijelaskan, kegiatan Kadin Award 2018 tercetus dari tiga kriteria penilaian yang diusulkan internal Kadin daerah (Kadinda), instansi terkait (pengusaha), dan tim survei untuk menentukan keabsahan penerima penghargaan.
Adapun kategori usaha para penerima Kadin Award 2018, sebut Bobby, terdiri dari kompartemen pemerintah, investasi dan penanaman modal, tokoh penggerak ekonomi daerah, pendidikan, kesehatan, pemuda dan olahraga, logistik dan transportasi, ritel, asuransi, properti, pariwisata, serta hotel dan restoran/kafe (horeka).
Kegiatan dihadiri Ketua Umum Kadin Pusat Rosan Perkasa Roeslani, Ketua Kadin NTT Abraham Paul Liyanto, Wali Kota Kupang Jefirstson Riwu Kore, dan Gubernur NTT yang diwakili Kepala Biro (Karo) Ekonomi Petrus Karon.
Sementara itu, Ketua Kadin NTT Abraham Paul Liyanto mengatakan, Rapimprov kali ini guna mengevaluasi kinerja Kadin NTT dan merancang program kerja tahun depan.
“Melalui Rapimprov ini, Kadin bersama Pemerintah NTT merancang program pembangunan ekonomi yang akan dijalankan untuk meningkatkan ekonomi NTT yang lebih baik,” ulasnya.
Paul menambahkan, dalam Rapimprov kali ini juga, pihaknya ingin mempersatukan persepsi Kadinda dari kabupaten/kota se-NTT.
“Ini untuk melihat potensi yang ada dalam masyarakat desa, selanjutnya akan dikembangkan. Salah satu poin yang akan didukung Kadin adalah soal dana pembangun desa yang telah beredar, yaitu Rp 1,5 miliar per desa,” imbuhnya.
Sebelumnya, Paul juga mengatakan, amanat Undang-undang Nomor 1 tahun 1987, Kadin adalah satu-satunyta organisasi usaha yang dilindungi undang-undang. Kadin juga diberi ruang bersama pemerintah dalam merancang dan mengembangkan ekonomi.

11 May 2018

Sambut Piala Dunia Rusia 2018, Waroenk dan Waroenk Podjok bagi-bagi lima smartphone

Karyawan Waroenk Podjok, Indah Christiani Balla tengah memamerkan beberapa hadiah yang bakal diperoleh pelanggan dalam program bagi-bagi hadiah Piala Dunia Rusia 2018. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Momentum perhelatan sepak bola terakbar sejagat raya yang diselenggarakan empat tahun sekali ini, tidak disia-siakan penikmat bola.
Euforia tersebut sudah terlihat jauh hari dengan beragam peraga pendukung kegiatan yang bertebaran di mana-mana.
Juga sudah terlihat kostum terkait bola telah dikenakan banyak orang, baik secara personal maupun komunal. Beberapa pelaku bisnis juga memanfaatkan kesempatan langka itu untuk mendulang laba. Taruhlah seperti menjual pernak-pernik dan aksesori bola dan lain-lain.
Sebagai pelaku bisnis, khususnya dalam kompartemen kuliner, manajemen Waroenk Resto and Cafe dan Waroenk Podjok juga tidak melewatkan momen tersebut.
“Melalui kegiatan Piala Dunia Rusia 2018 ini, kami ingin memanjakan pelanggan dengan memberikan hadiah-hadiah menarik seperti lima smartphone berbasis Android, dua boneka Line, 10 pulsa Rp 50 ribu, dan puluhan hadiah lainnya,” terang Marketing Communication and Representative Admin Waroenk, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Jumat (11/5/2018) pagi.
Merlin menjelaskan, program bagi-bagi hadiah yang dilakukan pihaknya selain sebagai “intermezo” memeriahkan ajang Piala Dunia Rusia 2018, juga apresiasi kepada pelanggan yang telah loyal memilih Waroenk dan Waroenk Podjok di Transmart Kupang sebagai destinasi kuliner favorit mereka.
Adapun mekanisme yang harus dilakukan pelanggan untuk bisa memperolah kesempatan meraih hadiah-hadiah tersebut cukup mudah.
“Cuma transaksi minimal Rp 100 ribu makan-minum di Waroenk maupun Waroenk Podjok, maka pelanggan akan mendapatkan satu kupon undian yang diisi nama, nomor handphone, dan tebakan negara yang bakal meraih juara dunia sepak bola pada tahun ini. Selain itu, pelanggan juga cukup menukarkan 10 poin Telkomsel mereka. Program ini berlaku kelipatan, artinya jika pelanggan bertransaksi lebih, misalnya Rp 200 ribu maka kupon yang mereka peroleh adalah dua lembar. Begitu seterusnya, dan penukaran poin cukup sekali saja,” imbuh Merlin.
Ia menjelaskan, kupon-kupon yang sudah terkumpul nantinya akan diundi seminggu setelah final Piala Dunia Rusia 2018. Pemenang akan dihubungi via telepon untuk pengambilan hadiah.
Wanita muda yang gemar “icip-icip” kuliner ini menambahkan, pihaknya berharap dapat menggenjot penjualan selama momen Piala Dunia Rusia 2018.
“Selama ini, progres penjualan sudah cukup bagus. Tetapi, melalui kesempatan ini (Piala Dunia Rusia 2018), selain utamanya ingin memanjakan pelanggan, kami juga ingin lebih meningkatkan penjualan,” urai Merlin.

04 May 2018

Waroenk Podjok luncurkan Ayam Geprek, lezat dan pedasnya asli



Sebagai salah satu resto dan kafe inovatif, manajemen Waroenk Podjok selalu berkreasi menciptakan menu-menu baru, baik Nusantara maupun mancanegara. Jumat (4/5/2018), manajemen kembali meluncurkan menu Ayam Geprek. / Effendy Wosngso
britaloka.com, KUPANG - Inovasi dan kreativitas, apapun bentuknya dan dalam kompartemen apapun, selalu membuahkan hasil yang tidak terkira.
Hal tersebut tidak terkecuali dalam bisnis kuliner. Sebut saja yang dilakukan manajemen Waroenk Resto and Cafe yang dengan cepat melejit bahkan menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang.
Sebagai salah satu resto dan kafe inovatif, manajemen Waroenk Podjok selalu berkreasi menciptakan menu-menu baru, baik Nusantara maupun mancanegara.
“Bentuk inovasi dan kreativitas manajemen tidak lain adalah komitmen meluncurkan menu-menu baru. Waroenk Podjok sendiri akan meluncurkan menu istimewa Ayam Geprek untuk mengakomodir penikmat kuliner, khususnya yang menyukai makanan berbahan ayam,” terang Public Relation and Representative Admin Waroenk Podjok, Noncy Ndeo saat ditemui di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Rabu (2/5/2018).
Ia menambahkan, memang secara berkala pihaknya terus meluncurkan menu-menu baru. Tidak hanya baru, tetapi juga memiliki cita rasa berbeda ketimbang menu-menu sebelumnya.
“Beberapa makanan, bahkan dapat dikatakan pionir. Sebut saja Ayam Gepuk Waroenk Oebufu, setelah sebelumnya kami meluncurkan menu ikonik yang laris diburu pelanggan seperti Nasi Iga Goreng Sambal Bawang dan Nasi Goreng Kebuli,” paparnya.
Noncy menjelaskan, Ayam Geprek Spesial dan ‘turunannya’ diprediksi bakal menjadi menu favorit pelanggan. “Alasannya, kami melihat pengalaman Ayam Gepuk Waroenk Oebufu yang menjadi favorit pelanggan di sana, bahkan menu itu menjadi ikonik,” urainya.
Lebih detail, Noncy menguraikan ‘turunan’ Ayam Geprek di antaranya Ayam Geprek Original Spesial, Ayam Geprek Sambal Matah, dan Ayam Geprek Sambal Matah Spesial.
“Semuanya kami banderol dengan harga sangat terjangkau, masing-masing Ayam Geprek Original Rp 20 ribu, Ayam Geprek Original Spesial Rp 25 ribu, Ayam Geprek Sambal Matah Rp 20 ribu, Ayam Geprek Sambal Matah Spesial Rp 25 ribu, dan Ayam Goreng Sambal Terasi Rp 35 ribu,” ulasnya.
Menurut Noncy, pihaknya optimistis makanan baru yang diluncurkan hari ini, Jumat (4/5/2018) inikan disukai pelanggan. Pasalnya, kepedasan maupun kelezatan menu-menu tersebut ‘asli’. Artinya, bagi penikmat kuliner yang menyukai pedas, selalu merasa puas dengan cita rasa pedas yang ditawarkan.
“Takaran pedas Ayam Geprek kami ini memang orisinal dan pas, karena menggunakan cabai pilihan. Pastinya, menu itu bakal bikin goyang lidah pelanggan,” katanya.
Sekadar diketahui, “geprek” baik ayam maupun daging sapi adalah makanan khas Sunda, Jawa Barat. Sejatinya, mulanya menu ini terbuat dari daging sapi, dengan rasa khas yang sedikit manis dan gurih.
Geprek yang dibuat dari bahan daging sapi tersebut, diiris searah serat daging kemudian direbus setengah matang. Daging kemudian dipukul-pukul hingga agak empuk. Daging yang sudah empuk direndam ke dalam bumbu yang dicampur santan.
Selanjutnya, direbus kembali hingga air santan menyusut. Jika akan disajikan, daging digoreng dengan sedikit minyak hingga kecokelatan sebelum diangkat.
Lazimnya menu Nusantara lainnya, “geprek” ini akan lebih enak disantap bersama nasi hangat dan sambal yang disediakan pelaku kuliner.

14 April 2018

Chocolate Cookies, minuman fenomenal Waroenk Kupang

Dalam jajaran Monster Shake di Waroenk Kupang, ada satu minuman yang benar-benar ‘fenomenal’, yaitu Chocolate Cookies. Karena sangat digemari pelanggan, minuman ini sudah menjadi menu ikonik Waroenk. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Sebagai bagian dari kuliner, minuman tidak hanya sebagai pelengkap kegiatan bersantap. Pasalnya, minuman di kekinian sudah menjadi salah satu objek kuliner yang di “zaman now” sudah bukan dikotomi atau hal yang bertentangan sama sekali terhadap makanan itu sendiri, tetapi menjadi gaya hidup yang kerap disebut “dine with style”.
Selain cita rasa segar dari minuman tersebut, topping-topping yang mempercantik tampilan sebuah minuman dianggap penting, sebab menjadi media dari gaya hidup.
Penikmat kuliner tidak sekadar makan atau minum, tetapi menjadikan objek minuman itu untuk berswafoto atau selfie dan mengunggahnya di media sosial (medsos) mereka. Hal tersebut dapat dimafhumi karena itulah gaya hidup yang terjadi dalam dunia kuliner saat ini.
Untuk itulah, sebagai destinasi kuliner di Kota Kupang yang senantiasa tampil pionir melahirkan menu-menu unik, beda, dan lezat sebagaimana tujuan maupun visi resto dan kafe dengan logo “koki berkumis” ini, maka manajemen Waroenk terus berinovasi dan berkreasi meluncurkan makanan maupun minuman yang terbilang “wow”, bahkan melebihi ekspektasi pelanggan.
“Terkait minuman, dalam jajaran Monster Shake kami khususnya, ada satu minuman kami yang benar-benar ‘fenomenal’, yaitu Chocolate Cookies. Karena sangat digemari pelanggan, minuman ini sudah menjadi menu ikonik Waroenk,” terang Public Relation and Representative Admin Waroenk, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Sabtu (14/4/2018).
Menurutnya, Chocolate Cookie disukai pelanggan karena unik. “Minuman berbahan cokelat itu biasa, tetapi jika digemari hingga ‘addict’ seperti ini, maka pasti ada ‘something special’. Sehingga, minuman ini terus merajai penjualan minuman di Waroenk,” beber Merlin.
Ia menambahkan, kepopuleran Chocolate Cookie juga tidak lepas dari bahan utama yang menggunakan bubuk cokelat berkualitas, susu, oreo, dan ice cream. Apalagi, harga yang dibanderol pihaknya sangat terjangkau Rp 26 ribu.
“Minuman kategori Monster Shake kami ini tidak hanya digemari anak-anak, tetapi juga anak muda dan dewasa. Jadi, secara umum Chocolate Cookies ‘kena’ di segala usia,” imbuh Merlin.
Dijelaskan, selain Chocolate Cookies, pihaknya juga menyediakan minuman dalam kategori Monster Shake lainnya, di antaranya Funcy Ggummy Rp 31 ribu, Strawberry Breeze Rp 31 ribu, dan Bluefaloo Rp 31 ribu.

13 April 2018

Curry Katsu Rice Waroenk Podjok, kari Jepang yang populer di dunia

Salah satu menu ikonik Jepang yang diangkat manajemen Waroenk Podjok adalah Curry Katsu Rice. Makanan ini kerap disebut "kari Jepang", berisi ayam goreng crispy bersaus teriyaki yang disajikan bersama nasi dan salad. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Restorasi Meiji yang diimplementasikan kaisar muda Meiji di era Meiji pada 1866-1869, membawa perubahan yang demikian besar dalam tatanan pemerintahan Jepang, baik teknologi maupun ekonomi.
Dalam ekonomi, kuliner sebagai salah satu gestur penting juga merambah berbagai belahan dunia. Makanan Jepang menadi ikon dunia, dengan berbagai cita rasa yang diadaptasi dalam budaya lokal setiap negara.
Sebagai resto dan kafe representatif yang diklaim sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang, Waroenk Podjok yang berada di bawah manajemen Waroenk, tidak ketinggalan mengangkat menu populer dunia yang berasal dari Jepang.
“Salah satu menu ikonik Jepang yang kami angkat adalah Curry Katsu Rice. Makanan ini kerap disebut ‘kari Jepang’, berisi ayam goreng crispy bersaus teriyaki yang disajikan bersama nasi dan salad,” jelas Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok, Yunita Kitu dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Oebobo, Kupang, Jumat (13/4/2018).
Menurutnya, seperti menu dalam jajaran Asian and Japanese Corner pihaknya, khususnya makanan berbahan kari, Curry Katsu Rice juga disukai lantaran memiliki cita rasa yang eksotik sebagaimana kari-kari dari Asia Selatan yang khas dan beraroma kuat.
Dibanderol Rp 45 ribu, sebut Yunita, kari Jepang berbahan utama ayam goreng crispy (chicken katsu) tersebut, selama diluncurkan pada 2 Maret 2018 lalu, mendapat apresiasi yang cukup bagus dari penikmat kuliner di daerah berjuluk Kota Sasando.
“Di Waroenk Oebufu dan Waroenk Podjok, berbagai makanan Jepang sangat digemari. Di Waroenk Oebufu, Katsu Rice Sambal Matah yang merupakan paduan makanan Jepang-Bali bahkan sudah menjadi menu ikonik yang identik Waroenk Oebufu sendiri. Kalau di Waroenk Podjok, selain Hambuga Pepper Rice, Curry Katsu Rice juga termasuk salah satu menu ala Jepang kami yang paling diburu dan menempati rating penjualan tertinggi,” bebernya.
Yunita menjelaskan, menu Jepang saat ini sudah bukan menu asing lagi. Hidangan dari Negeri Sakura bahkan sudah banyak diracik serta dikolaborasikan dengan makanan Nusantara.
“Ini dapat dilihat dari Katsu Rice Sambal Matah-nya Waroenk Oebufu yang dikombinasikan dengan Sambal Matah khas Bali. Karena masih terlahir dalam kawasan Asia, banyak rempah atau bumbu hidangan untuk makanan Jepang tidak sulit dicari dan dipadu-padankan dengan menu nasional. Jadi, cita rasanya tetap otentik, begitu pula Curry Katsu Rice ini,” imbuhnya.
Yunita menambahkan, di Jepang terdapat banyak menu kari seperti Saba Kare (kari makerel), Ringo Kari (kari apel), Natto Kare, Nagoya Kochin Chikin Kare (kari ayam Nagoya), Matsusaka Gyu Kare (kari sapi Matsusaka), Kaki Kare (kari tiram), dan masih banyak varian kari lainnya.
Sekadar diketahui, berbagai jenis dan variasi kari Jepang terus berkembang, masing-masing menggunakan bahan pangan khas kawasan tersebut. Hal itu tidak terlepas dari kemudahan informasi online, dan secara tidak langsung telah membantu perkembangan kuliner berbahan kari ini.
Sejatinya, hidangan kari biasanya disajikan dalam tiga bahan pokok utama, di antaranya nasi kari (Kare Raisu), Kare Udon (semacam mie tebal), dan Kare-pan. Nasi kari Jepang biasanya secara sederhana disebut “kare” saja.
Berbagai jenis sayuran dan daging digunakan untuk membuat kari Jepang. Sayuran dasar adalah bawang bombai, wortel, dan kentang. Untuk daging, daging sapi dan ayam adalah yang paling populer. Katsu-kare adalah daging sapi goreng tepung disajikan dengan saus kari.
Dari berbagai literatur kuliner dunia, disebutkan kari sejatinya berasal dari India dan daerah lainnya di kawasan Asia Selatan. Akan tetapi, dalam perkembangannya kari orisinal India telah dikombinasikan dengan mencampurkan bubuk kari dengan tepung terigu sehingga menjadi roux.
Roux adalah campuran antara tepung dan lemak yang dimasak bersama. Pelaku kuliner bisa menggunakan tetesan lemak seperti dari daging, mentega, margarin, atau jenis lemak lainnya untuk membuatnya.
Roux bisa digunakan sebagai bahan dasar dan pengental untuk Gumbo (sejenis hidangan yang berasal dari Louisiana yang diracik orang-orang Kreol Louisiana pada abad ke-18) serta sup lainnya yang kental dan kaya rasa.
Roux sendiri dikembangkan orang Inggris yang kemudian memperkenalkannya ke Jepang pada era Meiji. Kebanyakan rumah tangga di Jepang membuat kari dari berbagai roux kari siap masak yang tersedia di pasar-pasar swalayan di Jepang.
Ada berbagai rasa roux siap masak, dari yang pedas sampai yang manis. Ada juga roux dengan cita rasa India serta cita rasa ala Thailand yang dicampur santan.
Juga ada banyak variasi setempat yang mencerminkan berbagai bahan khas daerah-daerah di Jepang. Di Hiroshima, ada kari dengan tiram, sementara apel tampil menyolok pada kari di daerah produsen apel, Aomori.
Kari tidak hanya disajikan dengan nasi, orang Jepang memunculkan berbagai kombinasi menarik. Misalnya, kari dituangkan pada semangkuk mie soba atau udon. Kari juga biasa menjadi bahan isi untuk roti goreng dan kroket.
Kari mulai diperkenalkan ke Jepang pada masa era Meiji (1868-1912) oleh orang-orang Inggris, yang kala itu menjajah India. Hingga saat ini, hidangan kari menjadi demikian populer dan dapat dibeli di pasar-pasar swalayan. Hidangan tersebut telah beradaptasi dengan selera Jepang, dan dikonsumsi begitu meluas sehingga ada yang menyebutnya masakan nasional Jepang.
Lantaran masakan ini diperkenalkan ke Jepang melalui perantara Inggris, pada awalnya hidangan itu dianggap masakan Barat. Kari gaya Barat ini kini hadir bersamaan dengan kari asli India, dan meluas sejak populernya kari India di awal dasawarsa 1990-an.
Kari Jepang dapat disajikan dalam wadah piring datar hingga mangkuk sup. Kuah kari kental disiramkan di atas nasi putih dengan berbagai cara dan sebanyak sesuai selera.
Beras Jepang yang agak lengket dan berbulir pendek lebih disukai ketimbang beras biasa yang digunakan dalam masakan India dan Tiongkok. Biasanya, hidangan ini dimakan menggunakan sendok, bukan sumpit layaknya kebudayaan makan orang-orang di Asia Timur Jauh.
Penyebabnya, tidak lepas dari sifat cair kuah kari yang biasanya disajikan bersama berbagai tsukemono (acar Jepang) seperti fukujinzuke atau daun bawang.

12 April 2018

Berwadah unik, Sapo Tahu Ayam Waroenk Podjok menarik dijadikan spot selfie


Salah satu varian sup di Waroenk Podjok Kupang dalam jajaran Asian and Japanese Corner adalah Sapo Tahu Ayam/Seafood yang masing-masing berbanderol cukup terjangkau Rp 37 ribu dan Rp 42.500 ribu. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG – Boleh dibilang, saat ini aktivitas bersantap tidak sekadar makan. Artinya, ada tujuan lain yang bukan hanya untuk mengisi perut namun yang terjadi pada “zaman now” berkaitan erat dengan gaya hidup.
Hal itu kerap disebut “dine with style”. Ini dapat dilihat dari kelakuan seseorang atau keluarga maupun komunitas yang kerap selfie (swafoto) dengan latar belakang makanan sebelum disantap seseorang, keluarga, maupun komunitas.
Pelaku kuliner saat ini masif menawarkan tempat usahanya dengan hal-hal terkait gaya hidup. Penyediaan spot selfie misalnya, setting ruangan yang unik bahkan “nyeleneh” seperti yang dapat dilihat dari interior maupun peralatan makan ala penjara pada konsep rumah makan waralaba berlabel Mie Rampok.
Itulah beberapa contoh yang dapat dilihat dari implementasi “dine with style” pada resto maupun kafe di kekinian.
“Salah satu tujuan pelanggan bersantap di rumah makan representatif, tentu tidak terlepas dari cita rasa makanan itu sendiri. Tetapi, cita rasa makanan yang mumpuni saja tidak cukup untuk memuaskan pelanggan ‘zaman now’. Ada saja ekspektasi yang mereka inginkan, dan itu tidak terlepas dari gaya hidup,” terang Marketing Communication and Representatif Admin Waroenk Podjok, Noncy Ndeo dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Rabu (11/4/2018).
Untuk mencapai customer satisfaction atau tingkat kepuasan pelanggan, sebut Noncy, pihaknya pun berusaha menghadirkan atau menawarkan apa yang diinginkan pelanggan.
“Suara pelanggan, tidak terkecuali dalam dunia kuliner adalah ‘soul’ kami. Untuk itulah, kami senantiasa sebisa mungkin untuk mengakomodir kemauan pelanggan. Perlahan, meskipun tidak sesempurna ekspektasi mereka,” imbuhnya.
Ia mengatakan, ekspektasi pelanggan yang mengingkan hal terbaik salah sastunya adalah dengan menghadirkan makanan yang tetap panas.
“Salah satu varian sup kami dalam jajaran Asian and Japanese Corner adalah Sapo Tahu Ayam/Seafood yang masing-masing kami banderol cukup terjangkau Rp 37 ribu dan Rp 42.500. Dengan menggunakan claypot atau ‘mangkuk bertudung’ khusus, makan panasnya tetap terjaga dan awet sehingga makanan yang disajikan di atas meja pelanggan tetap ‘fresh’, terutama panasnya,” ujar Noncy.
Dijelaskan, Sapo Tahu adalah olahan tahu Jepang (meskipun sebagian pengamat kuliner mengatakan berasal dari Tiongkok) dengan sayuran, jamur, dan ayam atau seafood). Dengan menggunakan wadah khusus tadi yang memang dirancang untuk ‘mengawetkan’ panas, maka Sapo Tahu yang lazimnya dikonsumsi selagi panas, tetap lezat dan berkuah gurih.
Noncy mengatakan, makanan yang diluncurkan bersamaan pembukaan Waroenk Podjok di Transmart Kupang pada 2 Maret 2018 lalu, mendapat apresiasi yang cukup baik dari penikmat kuliner di Kota Kupang.
“Apresiatif, masih masuk dalam selera lidah masyarakat di sini. Menu berkuah kami ini juga disukai ekspatriat, terutama dari Tiongkok dan Jepang. Jadi, bagi yang ingin mencicipi otentikasi menu Asia, hanya di Waroenk Podjok tempatnya,” urainya berpromosi.
Terkait target penjualan dari manajemen, Noncy enggan menyebutnya. Ia hanya mengungkapkan sebisa mungkin sebanyak-banyak. “Sebanyak-banyaknyalah. Kalau bisa, makanan ini juga bisa menjadi menu ikonik seperti makanan kami lainnya seperti Nasi Iga Goreng Sambal Bawang dan Nasi Goreng Kebuli,” bebernya.
Sekadar diketahui, Sapo Tahu, baik berimbuh ayam maupun seafood, adalah salah satu jenis masakan yang berasal dari Tiongkok. Sapo Tahu ini awalnya dikenal sebagai masakan bagi para vegetarian karena bahan-bahannya tidak menggunakan daging atau ikan, melainkan sayur dan rempah-rempah
Kendati demikian, dalam perkembangan selanjutnya ada perubahan pada masakan Sapo Tahu dengan masuknya bahan-bahan seperti udang, ikan, dan daging. Dalam acara-acara pesta, Sapo Tahu tergolong sebagai hidangan pembuka.
Nama sapo berasal dari penggunaan panci sapo atau claypot yang digunakan untuk memasak hidangan ini. Claypot berbeda dengan mangkuk lainnya lantaran terbuat dari bahan keramik.
Keunggulannya dapat menyimpan panas lebih lama dibanding panci biasa, sehingga hidangan bisa tetap hangat hingga tetes terakhir. Sapo memiliki banyak jenis, seperti sapo tahu, sapo seafood, sapo ayam, dan lain-lain.
Sapo biasanya langsung dimasak dalam claypot dengan menggunakan egg tofu atau Tahu Tiongkok yang bertekstur halus dan lembut. Agar tahu tidak hancur harus digoreng terlebih dulu.
Beberapa bahan yang diperlukan dalam pembuatan Sapo Tahu antara lain tahu Jepang, jamur merang, wortel, sawi putih, bakso ikan, daging ayam, daun bawang, seledri, bawang bombai, bawang putih, cabai merah, saus tiram, kecap ikan, kaldu ayam, minyak wijen, dan tepung maizena.
Di beberapa restoran, Sapo Tahu disajikan secara menarik di atas mangkuk keramik khas Tiongkok. Hal ini bertujuan agar Sapo Tahu tetap terjaga kehangatannya supaya tetap nikmat disantap saat masih hangat.
Selain fungsi tersebut, penggunaan wadah-wadah unik dan “cantik”, menjadi daya tarik tersendiri untuk dijadikan spot swafoto bagi pelanggan.

10 April 2018

Sate Lilit Waroenk Podjok, makanan khas Bali yang menggiurkan

Sate Lilit sendiri yang sudah masyhur sebagai menu ikonik Nusantara, saat ini juga hadir di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Salah satu keunggulan Indonesia selain berlimpahnya sumber daya alam, juga tidak lepas dari beragam budaya dan khazanah kulinernya.
Terkait kuliner, di setiap daerah Nusantara pasti terdapat makanan khas dengan cita rasa lezat tersendiri. Sebut saja Rendang di Sumatera Barat, Sop Konro di Sulawesi Selatan, Bubur Manado di Sulawesi Utara, Soto Betawi di DKI Jakarta, Sate Lilit di Bali, dan masih banyak menu nasional lainnya.
Sate Lilit sendiri yang sudah masyhur sebagai menu ikonik Nusantara, saat ini juga hadir di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang.
“Alasan kami mengangkat Sate Lilit di Waroenk Podjok tidak lepas kepopuleran menu ini, tidak hanya di Bali secara domestik, tetapi secara global sudah menjadi menu nasional,” terang Marketing Communication and Representative Admin Waroenk Podjok, Noncy Ndeo dalam keterangan resminya, Selasa (10/4/2018).
Menurutnya, seperti makanan khas daerah lainnya yang sudah masuk dalam daftar menu di Waroenk Podjok, Sate Lilit yang diluncurkan pihaknya bersamaan pembukaan Waroenk Podjok di Transmart pada 2 Maret 2018 lalu, memiliki cita rasa dan keunikan tersendiri.
“Aroma ‘panggang’ daging ayam yang melingkar pada kayu tusuk Sate Lilit inilah yang disukai penikmat kuliner. Jadi, bagi penyuka menu berbahan daging ayam, Sate Lilit berisi delapan tusuk dalam satu porsi ini adalah makanan yang menggiurkan. Apalagi, menu ini juga diimbuhi plecing kangkung dan sambal mata yang juga sambal khas Bali,” papar Noncy.
Ia menambahkan, animo pelanggan terhadap menu asal Pulau Dewata tersebut cukup bagus. Terbukti, makanan yang masuk dalam jenis ala carte di Waroenk Podjok ini menempati rating tinggi dalam list permintaan, baik makan di tempat maupun take away.
“Apalagi, harga yang kami banderol untuk Sate Lilit ini cukup terjangkau hanya Rp 35 ribu,” kata Noncy.
Sekadar diketahui, sejatinya Sate Lilit adalah varian sate asal Bali. Sate ini terbuat dari ayam, ikan, dan daging sapi yang dicincang  kemudian dicampur parutan kelapa, santan, jeruk nipis, bawang merah, dan merica.
Daging cincang yang telah berbumbu dilekatkan pada sebuah bambu kemudian dipanggang di atas arang.
Tidak seperti sate lainnya yang dibuat dengan tusuk sate yang pipih dan tajam, tusuk sate lilit berbentuk datar dan lebar. Permukaan yang lebih luas memungkinkan daging cincang untuk melekat. Istilah lilit dalam bahasa Bali dan Indonesia berarti “membungkus”, yang sesuai cara pembuatan sate ini.
Sebagai pulau dengan mayoritas pemeluk agama Hindu, daging sapi atau ikan lebih menjadi pilihan lantaran daging sapi sebenarnya pantang dikonsumsi di Bali.
Namun, untuk memenuhi konsumen Muslim, Sate Lilit menggunakan daging sapi sapi atau daging ayam. Di pusat-pusat perikanan Bali, seperti Desa Kusamba yang menghadap ke Selat Nusa Penida, Sate Lilit yang terbuat dari ikan sangat disukai.
Dua sate favorit asal Bali adalah Sate Lilit dan sate ikan. Sate Lilit dan sate ikan yang asli, kaya campuran rempah-rempah.
Di Bali, hampir setiap hidangan dibumbui bumbu “megenep” atau campuran rempah-rempah seperti daun jeruk, santan, bawang putih, bawang merah, lengkuas, ketumbar, kunyit, dan cabai

08 April 2018

Ayam Goreng Kremesan Waroenk Podjok, menu legenda Nusantara sejak zaman Jepang


Sebagai salah satu resto dan kafe representatif yang sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang, Waroenk Podjok tidak ketinggalan mengangkat menu “legenda” yang sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang di Indonesia, yaitu Ayam Goreng Kremesan. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Menu berbahan ayam, baik ayam kampung maupun broiler yang lebih sering disebut ayam potong, saat ini menjadi salah satu bahan daging yang paling banyak dikonsumsi penikmat kuliner.
Berbagai kreasi makanan yang menggunakan bahan dari unggas ini digemari lantaran keefisienannya. Para peternak tidak terlalu sulit mengembang-biakkan ayam, khususnya ayam potong karena ditunjang teknologi mutakhir dalam peternakan, terutama pakan.
Adapun olahan kreatif dari makanan berbahan ayam tersebut di antaranya Ayam Goreng Kremesan.
Sebagai salah satu resto dan kafe representatif yang sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang, Waroenk Podjok tidak ketinggalan mengangkat menu “legenda” yang sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang di Indonesia, yaitu Ayam Goreng Kremesan.
“Sejatinya, Ayam Goreng Kremesan menggunakan bahan daging ayam kampung. Meskipun dibombardir kehadiran ayam broiler di era 1980 hingga saat ini, tetapi ayam kampung tetap memiliki penikmat tersendiri,” jelas Marketing Communication and Representative Admin Waroenk Podjok, Noncy Ndeo dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Minggu (8/4/2018).
Ia menambahkan, selain cita rasa gurih daging ayam kampung yang menjadi kontribusi kepopuleran Ayam Goreng Kremesan, hal lain yang juga menjadi penentu digemarinya makanan ini tidak lepas dari penggunaan kremesan renyah.
“Ayam Goreng Kremesan adalah kreasi masakan yang dibuat dengan teknik menggoreng. Caranya, daging ayam kampung digoreng dengan baluran tepung terigu yang telah dibumbui (kremes), dan digoreng hingga matang kecokelatan,” imbuhnya.
Noncy menjelaskan, sensasi “kriuk” yang dihasilkan dari remah tepung terigu menjadikan olahan ini disebut “ayam kremes” atau ayam kriuk di beberapa tempat.
“Mirip ‘ayam kentucky’, namun baluran tepung pada Ayam Goreng Kremesan lebih berbentuk remah-remah. Perbedaan mendasar lainnya dibandingkan ayam kentucky karena menggunakan bahan daging ayam kampung, bukan ayam broiler seperti pada ayam kentucky,” paparnya.
Ditambahkan, proses pembuatan Ayam Goreng Kremesan juga jauh lebih sulit. Pasalnya, saat membuat “kremesan” sangat mudah melempem (luyak) dan menggumpal tidak karuan saat digoreng. Sehingga, dibutuhkan teknik tersendiri.
Di Waroenk Podjok, sebut Noncy, Ayam Goreng Kremesan dibanderol cukup terjangkau Rp 40 ribu.
Ayam Goreng Kremesan Waroenk Podjok, menu legenda Nusantara sejak zaman Jepang,” jelasnya.
Noncy berharap, hadirnya menu Ayam Goreng Kremes di Waroenk Podjok bisa memberi pilihan berbeda bagi penikmat ayam goreng yang sudah bosan makan ayam goreng yang biasa-biasa saja.
Sekadar diketahui, sejatinya Ayam Goreng Kremesan merupakan kreasi resep ayam goreng temurun dari “Mbok Berek” yang sudah dikenal di Yogyakarta sejak masa penjajahan Jepang.
Nama Mbok Berek merupakan sebutan untuk Nini Ronodikromo yang memiliki nama panggilan Nyi Rame, istri dari Roniro yang lebih sering dipanggil Djakiman. Keduanya tinggal di desa Candisari, Yogyakarta, dan memiliki enam orang anak, yaitu Samidjo Mangundimedjo, Saminten Pawirosudarsono, Sukinah Mulyodimejo, Tumirah Martohanggono, Saminun, dan Suwarto.
Salah seorang anak Nyi Rame sangat rewel dan sering menangis hingga menjerit-jerit (dalam bahasa Jawa disebut “berek-berek”), sehingga membuat Nyi Rame memiliki panggilan baru, yaitu Mbok Berek.
Nama tersebut akhirnya menjadi ciri khas ayam goreng kremes yang dijualnya hingga keturunannya.

07 April 2018

Iga Panggang Citrus Waroenk Podjok, sensasi iga panggang beraroma jeruk

Animo pelanggan Waroenk Podjok, khususnya penikmat kuliner yang menyukai varian iga, sangat apresiatif menyambut hadirnya Iga Panggang Citrus. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Jika penikmat kuliner ditanyakan apa yang menjadi alasan mereka loyal bersantap di salah satu resto atau kafe, maka jawabannya tidak terlepas dari cita rasa unggul dari produk makanan maupun minuman yang dihasilkan.
Sehingga, tidak berlebihan bila suatu resto atau kafe dijadikan penikmat kuliner sebagai destinasi kuliner. Pasalnya, cita rasa merupakan poin penting dari semua penilaian, disusul hal-hal pendukung lainnya seperti kenyamanan, keramahan pelayanan, dan kebersihan lingkungan resto atau kafe tersebut.
Jika merujuk hal itu, tidak dapat disangkal bila posisi Waroenk Resto and Cafe yang berlokasi di Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, maupun Waroenk Podjok yang bernaung di bawah manajemen Waroenk, sudah dijadikan destinasi kuliner masyarakat Kota Kupang, bahkan ekspatriat dan wisatawan mancanegara (wisman) yang tengah berkunjung ke daerah berjuluk “Kota Sasando”.
Hal tersebut dapat dilihat dari pencapaian yang telah diraih manajemen Waroenk yang sukses menjadikan salah satu varian iganya, Nasi Iga Goreng Sambal Bawang sebagai salah satu menu ikonik di Kota Kupang.
Pasalnya, setelah diluncurkan bersama pembukaan Waroenk Oebufu pada 8 Juli 2017 lalu, Nasi Iga Goreng Sambal Bawang mendapat animo yang luar biasa dari penikmat kuliner.
Bahkan, Nasi Iga Goreng Sambal Bawang identik Waroenk Oebufu sehingga resto dan kafe berlogo “koki berkumis” tersebut dijadikan destinasi kuliner di Kota Kupang.
“Antusiasnya pelanggan mengunjungi resto dan kafe kami tidak lepas dari kontribusi produk kuliner unggul yang telah diluncurkan, Nasi Iga Goreng Sambal Bawang. Menu itu, hingga saat ini terus diburu pelanggan,” kata Marketing Communication and Representative Admin Waroenk Podjok dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Sabtu (6/4/2018).
Kendati sudah berhasil menciptakan menu ikonik, Noncy mengatakan pihaknya tidak lantas berpuas diri. Menurutnya, manajemen Waroenk Oebufu dan Waroenk Podjok terus meluncurkan menu inovatif yang tidak kalah dibandingkan menu sebelumnya.
“Pasalnya, hal itu merupakan visi awal manajemen kami yang akan terus diimplementasikan guna meraih pencapaian tertinggi perusahaan, yaitu customer satisfaction atau kepuasan pelanggan,” bebernya.
Dijelaskan, resto dan kafe yang memiliki jargon “Semuanya Enak, Harga Terjangkau” tersebut kembali meluncurkan varian iga yang diklaim tidak kalah lezatnya dibandingkan Nasi Iga Goreng Sambal Bawang, yaitu Iga Panggang Citrus.
“Varian iga terbaru kami ini sama lezatnya dengan Nasi Iga Goreng Sambal Bawang, tetapi lebih inovatif terutama dalam bumbu khas yang menambah kelezatan iga ini,” imbuh Noncy.
Dijelaskan, selain daging iganya yang empuk dan renyah, kelezatan iga yang diluncurkan bersamaan pembukaan Waroenk Podjok pada 2 Maret 2018 lalu itu tidak lepas dari baluran saus spesial yang “yummy”.
“Saus spesial ini memiliki sensasi tersendiri di lidah konsumen. Apalagi, kita ketahui jika varian daging iga di Waroenk Oebufu dan Waroenk Podjok sudah terkenal keempukannya,” jelasnya.
Noncy mengatakan, harga yang dibanderol untuk Iga Panggang Citrus cukup terjangkau Rp 50 ribu. “Seperti Iga Asap Hotplate dan Iga Rica Kemangi, menu ini termasuk ala carte. Porsinya cukup lumayan, dapat disantap berdua,” urainya.
Ia menambahkan, animo pelanggan Waroenk Podjok, khususnya penikmat kuliner yang menyukai varian iga, sangat apresiatif menyambut hadirnya Iga Panggang Citrus yang diluncurkan pihaknya.
“Varian iga dengan bahan citrus (jeruk) ini, masih menjadi salah satu best seller di Waroenk Podjok selain Iga Rica Kemangi. Jadi, yang ingin mencicipi varian iga yang mumpuni, bersantap saja di Waroenk Podjok,” kata Noncy.
Selain Iga Panggang Citrus, varian iga Waroenk Podjok di antaranya Iga Rica Kemangi, Asam Iga Seruni Rp 55 ribu, Iga Goreng Sambal Bengis Rp 50 ribu, Iga Asap Hotplate (Level 0-4) Rp 60 ribu, dan Iga Masak Kare Rp 45 ribu.