17 October 2018

Gandeng Telkomsel, Waroenk bagi-bagi hadiah dalam program Take Me Out

Karyawan Waroenk Resto and Cafe, Kupang, Angel Adu tengah memamerkan beberapa hadiah yang bakal dibawa pulang pelanggan dalam program Take Me Out. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hadiah dapat diartikan pemberian (kenang-kenangan, penghargaan, penghormatan). Hadiah biasanya diberikan seseorang atau komunal untuk mengapresiasi suatu prestasi. Hadiah juga lazim diberikan untuk seseorang yang merayakan hari jadi atau ulang tahun, pernikahan, dan lain-lain.
Terkait hadiah, resto dan kafe yang sudah menjadi pusat destinasi kuliner favorit di Kota Kupang, Waroenk dan Waroenk Podjok juga mengapresiasi pelanggannya dengan memberikan hadiah-hadiah menarik.
“Mulai besok, Selasa (16/10/2018), menggandeng Telkomsel, kami meluncurkan program ‘Take Me Out’. Kegiatan bagi-bagi hadiah ini untuk mengapresiasi penikmat kuliner, khususnya di Kota Kupang yang sudah menjadikan Waroenk sebagai tempat makan dan minum favorit mereka,” jelas Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok, Yunita Kitu saat ditemui di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Fatululi, Kupang, Senin (15/10/2018).
Yunita menambahkan, peran pelanggan terhadap perkembangan Waroenk tidak dapat dinafikan pihaknya. Untuk itulah, bersama Telkomsel yang sudah bekerja sama manajemen sejak awal pembukaan Waroenk di Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, diajak berkontribusi dalam program “Take Me Out” tersebut.
“Dalam program ‘Take Me Out’, pelanggan berhak mendapatkan hadiah langsung berbagai suvenir maupun merchandise menarik, di antaranya pulsa Telkomsel, boneka, tas, mug dan stoples cantik, dan masih banyak hadiah lainnya,” imbuhnya.
Yunita menguraikan, pelanggan cukup bertransaksi makan maupun minum senilai Rp 100 ribu, kemudian menukarkan 50 Telkomsel Poin mereka dengan cara ketik waroenk (untuk Waroenk Oebufu) dan warpok (untuk Waroenk Podjok) dan kirim SMS ke 777. Setelah ada notifikasi masuk (berhasil) dari Telkomsel, mereka dapat mencabut hadiah langsung yang berisi berbagai hadiah tadi dalam bowl.
“Tetapi tidak hanya itu, sebab pelanggan masih berkesempatan memperoleh hadiah utama satu unit smartphone yang bakal diundi di setiap akhir periode (tiga bulanan). Caranya, struk pelanggan ditulisi nama, nomor handphone, dan nomor identitas diri (KTP/SIM), lalu dimasukkan dalam kotak undian yang tersedia di Waroenk, baik Waroenk Oebufu maupun Waroenk Podjok di Transmart,” paparnya.
Yunita berharap, program “Take Me Out” pihaknya dapat lebih menggenjot penjualan yang selama ini sudah bagus.
“Program apresiasi bagi-bagi hadiah seperti ini memang selalu kami gelar untuk lebih mendekatkan pelanggan agar lebih loyal lagi. Sewaktu gelaran Piala Dunia Rusia 2018 lalu, juga dengan menggandeng Telkomsel, kami bagi-bagi hadiah serupa. Animo pelanggan sangat baik, dan tetap menginginkan kegiatan lebih rutin dilaksanakan,” tutupnya.

03 October 2018

Varian makanan dalam Waroenk Korean Food Times laris diburu pelanggan


Salah satu menu dalam Waroenk Korean Food Times, Korean Shrimp Rice. Sebelumnya menu-menu Korea tadi sudah diluncurkan bersamaan pembukaan Waroenk pada 8 Juli 2018, namun karena ingin lebih meningkatkan penjualan, pihaknya berinisiatif membuat program Waroenk Korean Food Times. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Diluncurkan kemarin, Senin 1 Oktober 2018, varian menu Korea dalam program Waroenk Korean Food Times laris diburu pelanggan. Menu-menu bercita rasa “eksotik” khas Asia Timur Jauh tersebut di antaranya Beef Bulgogi, Korean Shrimp Rice, Sticky Wings, dan Korean Chicken Pop.
Program diskon 20 persen menu Korea tersebut turut menggandeng 96 SKFM Radio Suara Kupang. Tujuannya, selain publisitas terkait makanan yang ingin ditonjolkan, manajemen Waroenk juga berupaya mengenalkan makanan Korea lebih dekat kepada penikmat kuliner, khususnya di Kota Kupang.
“Kenapa kami mengangkat menu Korea, karena makanan dari Negeri Gingseng ini tidak kalah lezatnya dengan menu-menu dari negara lain, seperti Chinese Food (Tiongkok) dan Japanese Food (Jepang),” terang Public Relation and Representative Admin Waroenk, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya terkait animo program yang baru diluncurkan pihaknya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Selasa 2 Oktober 2018.
Merlin mengungkapkan, sebelumnya menu-menu Korea tadi sudah diluncurkan bersamaan pembukaan Waroenk pada 8 Juli 2017, namun karena ingin lebih meningkatkan penjualan, pihaknya berinisiatif membuat program Waroenk Korean Food itu.
“Menu-menu Korea kami sudah lama bisa dinikmati penikmat kuliner, animo pelanggan juga cukup apresiatif. Tetapi, dengan adanya peluncuran program Waroenk Korean Food, diharapkan menu tadi dapat lebih diterima masyarakat. Apalagi, dengan mengikuti program tersebut, banyak benefit yang dapat diperoleh pelanggan yang khususnya mencicipi menu Korea setiap Senin, seperti diskon harga 20 persen jika makan dari jam dua siang hingga jam lima sore,” imbuhnya.
Merlin menambahkan, tidak hanya diskon yang tergolong besar, tetapi pelanggan juga berkesempatan mendapatkan voucher makan gratis bila mengikuti kuis di 96 SKFM Radio Suara Kupang.
Wanita muda yang hobi mendengarkan musik ini menguraikan, optimistis terhadap keberhasilan program Waroenk Korean Food Times. Pasalnya, sejak diluncurkan kemarin, Senin 1 Oktober 2018, pelanggan langsung “berburu” menu-menu Korea tadi.
Terkait spesifikasi menu Korea pihaknya yang paling laris, Merlin mengatakan semuanya disukai.
“Selain Beef Bulgogi yang sudah menjadi menu ikonik Waroenk, Korean Shrimp Rice juga laris dalam list menu Korea kami. Makanan ini sendiri terdiri dari udang crispy berpadu saus Korea yang disajikan bersama nasi putih hangat. Menu tersebut merupakan tipikal menu Korea yang khas disajikan dalam mangkuk (Korean Rice Bowl),” urainya.
Merlin menjelaskan, pihaknya tidak dapat menafikan faktor tren Korea (Korean Wave, sehingga kuliner Korea juga terangkat.
“Satu dasawarsa ini, tren terkait Korea (mengacu ke Korea Selatan), sangat digemari warga dunia. Berbagai kompartemen hiburan seperti film, musik, dan fashion menjadi kiblat para kaum urban, tidak terkecuali kuliner seperti Korean Rice Bowl yang sudah mendunia,” tutupnya.

01 October 2018

Gandeng Radio Suara Kupang, Waroenk luncurkan Korean Food Time


Untuk lebih mengakomodir penikmat kuliner Korea, manajemen Waroenk Kupang membuat program yang memberikan banyak benefit bagi pelanggan, yaitu Waroenk Korean Food Time dengan menggandeng 96 SKFM Radio Suara Kupang. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Siapa yang tidak mengenal Korea Selatan (Korsel). Salah satu daerah di Semenanjung Korea ini adalah negara yang sebelumnya dikenal sebagai penghasil telepon seluler ternama, Samsung. Tidak hanya itu, dalam bidang otomotif pun mereka menghasilkan produk mobil yang juga cukup ternama, Hyundai.
Tidak kalah dengan produk komersial dalam bidang teknologi, Korsel yang kerap disebut “Korea” saja juga tak kalah pamor dalam bidang fashion, juga entertainment seperti film dan musik. Film dan musik bahkan sudah menjadi industri di sana.
Dalam bidang kuliner, Negeri Gingseng ini juga “menggigit”. Berbagai varian makanan Korea sudah menjandi menu internasional yang digemari warga dunia. Sebut saja Bulgogi dan Kimchi.
Salah satu resto dan kafe representatif yang sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang, Waroenk juga sudah mengeluarkan menu Korea, di antaranya Beef Bulgogi yang dibanderol Rp 28.500, Korean Chicken Pop Rp 37 ribu, Sticky Wings Rp 37 ribu, dan Korean Shrimp Rice Rp 37 ribu.
Hal tersebut diungkapkan Public Relation and Representative Admin Waroenk, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Kupang, Minggu 30 September 2018.
Dijelaskan, sebelumnya bersamaan pembukaan Waroenk pada 8 Juli 2017 lalu, pihaknya memang sudah meluncurkan menu Korea tadi.
“Untuk lebih mengakomodir penikmat kuliner Korea, maka kami berinisiatif membuat program yang memberikan banyak benefit bagi pelanggan, yaitu Waroenk Korean Food Time,” imbuh Merlin.
Benefit yang dimaksudnya adalah diskon harga 20 persen untuk makanan Korea tadi.
“(Program) ini berlaku setiap Senin, jam 2 siang hingga 5 sore. Tidak hanya itu, pelanggan juga berkesempatan mendapatkan voucher makan gratis di Waroenk dengan mengikuti kuis setiap Senin di 96 SKFM Radio Suara Kupang,” paparnya.
Terkait animo pelanggan selama ini terhadap makanan Korea, Merlin mengungkapkan cukup apresiatif.
“Pelanggan suka, kok. Ya, seperti yang sudah menjadi komitmen manajemen untuk mempersembahkan men-menu lezat, kegemaran konsumen terhadap hal-hal berbau Korea juga tidak terlepas dari tren Korea (Korean Wave), tidak terkecuali kulinernya,” katanya.
Merlin menggambarkan, makanan Korea pihaknya semuanya enak. “Beberapa bumbu memang impor (Korea), sehingga boleh dibilang di Kota Kupang, kamilah yang pertama menyajikan menu-menu itu,” klaimnya.
Dengan menggandeng beberapa mitra sebagai media publikasi seperti 96 SKFM Radio Suara Kupang, Merlin menjelaskan pihaknya optimistis dapat lebih menggenjot penjualan, khususnya menu Korea.
“Dari media-media mitra tersebutlah, update soal makanan dan sebagainya bisa sampai ke pelanggan. Tidak menutup kemungkinan, ke depannya kami tidak hanya mengangkat kuliner Korea, tetapi juga kuliner Jepang, dan negara-negara lainnya dengan membuat program serupa,” bebernya.
Sekadar diketahui, Hallyu atau Korean Wave yang dapat diartikan sebagai “demam Korea” adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara sejak 1990-an.
Secara umum, Hallyu memicu banyak orang untuk mempelajari bahasa Korea dan kebudayaan Korea.
Salah satu pelecut demam Korea tidak lain masifnya tayangan drama Korea. Media-media asing, terutama di Korea melansir drama Korea merupakan penyebab mulai merebaknya Hallyu di berbagai negara.
Warga Korea yang suka menonton drama dan film, serta mendengar musik berkontribusi terhdap maraknya perusahaan TV Korea mengeluarkan biaya besar untuk memproduksi film drama.
Tidak sedikit di antaranya yang mencetak sukses, diekspor ke luar negeri dengan royalti atau hak siar berbiaya besar. Adapun drama televisi yang memicu Hallyu antara lain Winter Sonata, Dae Jang Geum, Stairway to Heaven, Beautiful Days, dan Hotelier.

27 September 2018

Komitmen manjakan lidah pelanggan, Waroenk Resto luncurkan Ayam Bakar

AYAM BAKAR WAROENK - Selama ini, berbagai varian menu berbahan sudah banyak disajikan manajemen Waroenk, seperti Nasi Ayam Goreng Jomblo, Nasi Ayam Goreng Surabaya, Ayam Goreng Lado Ijo di Waroenk Oebufu atau Ayam Goreng Kremesan dan Ayam Goreng Sambal Terasi di Waroenk Podjok. Tetapi, untuk memperkaya menu sekaligus memanjakan pelanggan, manajemen Waroenk menghadirkan menu baru yaitu Ayam Bakar Waroenk. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Keragaman kuliner Nusantara memang tidak ada habisnya. Hal inilah yang memperkaya khazanah terkait makanan di Indonesia. Apapun bahannya, menu nasional selalu menggiurkan.
Salah satu bahan makanan yang paling banyak digunakan di dalam negeri, bahkan negara-negara Asia adalah ayam. Menu berbahan ayam, baik ayam kampung maupun broiler yang lebih sering disebut ayam potong, saat ini menjadi salah satu bahan daging yang paling banyak dikonsumsi penikmat kuliner.
Jika ditelaah, berbagai kreasi makanan yang menggunakan bahan dari unggas ini digemari lantaran keefisienannya. Para peternak tidak terlalu sulit mengembang-biakkan ayam, khususnya ayam potong karena ditunjang teknologi mutakhir dalam peternakan, terutama pakan.
Adapun olahan kreatif dari makanan berbahan ayam tersebut di antaranya “ayam bakar”. Sebagai salah satu resto dan kafe representatif yang sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang, Waroenk tidak ketinggalan mengangkat menu populer tersebut.
 “Selama ini, berbagai varian menu berbahan ayam sudah banyak disajikan manajemen, seperti Nasi Ayam Goreng Jomblo, Nasi Ayam Goreng Surabaya, Ayam Goreng Lado Ijo di Waroenk Oebufu atau Ayam Goreng Kremesan dan Ayam Goreng Sambal Terasi di Waroenk Podjok. Tetapi, untuk memperkaya menu sekaligus memanjakan pelanggan, kami menghadirkan menu baru yaitu Ayam Bakar Waroenk,” terang Public Relation and Representative Admin Waroenk, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Rabu (26/9/2018) malam.
Ayam Bakar Waroenk yang dibanderol harga promo Rp 30 ribu itu, sebut Merlin, diklaim berbeda dibandingkan menu berbahan ayam yang sudah diluncurkan sebelumnya.
“Berbeda, karena cara meracik dan mengolahnya pun sudah berbeda yaitu dibakar. Apalagi, sebelum dibakar ayamnya ‘diungkep’ (direndam) dengan bumbu-bumbu khas sehingga terasa gurih,” bebernya.
Merlin menambahkan, tidak hanya itu sebab sambal terasi yang sepaket nasi dan Ayam Bakar Waroenk hadir menambah kelezatannya.
Terkait target penjualan yang ingin disasar manajemen atas peluncuran menu baru itu, ia mengatakan tidak ada tetapi tetap optimistis akan menjadi menu ikonik pihaknya.
“Melihat animo pelanggan terhadap menu berbahan ayam yang sudah diluncurkan sebelumnya, kami optimistis Ayam Bakar Waroenk bakal disukai dan menjadi menu favorit penikmat kuliner di Kota Kupang,” ungkapnya.
Merlin berharap, hadirnya menu Ayam Bakar Waroenk bisa memberi pilihan berbeda bagi penikmat ayam yang sudah bosan makan ayam goreng atau bakar yang biasa-biasa saja.
Sekadar diketahui, ayam bakar atau juga sering disebut ayam panggang merupakan makanan berbahan unggas yang sudah masif dikonsumsi penduduk dunia, terutama penduduk Asia dan Amerika. Daging ayam yang diperoleh dari ayam ternak itu, biasanya dihidangkan sebagai makanan dalam berbagai cara.
Kegemaran sebagian besar masyarakat dunia dalam mengonsumsi daging ayam dapat dilihat dari ukiran-ukiran Babylon sekitar 600 sebelum masehi (SM) yang menampilkan ayam sebagai makanan.
Ayam juga merupakan daging yang paling laris diperoleh ketika zaman pertengahan. Penggunaan daging ayam di Amerika Serikat (AS), meningkat lantaran kekurangan persediaan daging sapi pada Perang Dunia II.
Di Eropa, pada 1996 konsumsi daging ayam meningkat drastis dibandingkan daging sapi. Hal tersebut terjadi sehubungan merebaknya isu terkait penyakit bovine spongiform encephalopathy (BSE) atau lebih dikenal sebagai penyakit sapi gila di Indonesia.

20 September 2018

Ini keunikan dan kelezatan Nasi Goreng Keju Waroenk Podjok


Karyawan Waroenk Podjok, Angel Adu tengah memamerkan Nasi Goreng Keju di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Kamis 20 September 2018. Tidak hanya lezat, Nasi Goreng Keju diklaim unik dan berbeda karena disajikan secara kreatif di atas hotplate. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Salah satu jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi orang Indonesia adalah nasi goreng. Selain lezat, makanan yang berbahan utama nasi putih dan varian lauk seperti suwiran daging, ayam, sayur, dan banyak variasi lainnya ini sangat simple, terutama dalam penyajiannya.
Selain itu, nasi goreng juga merupakan makanan yang bisa dinikmati semua kalangan, baik dewasa maupun anak-anak. Secara basicly, meskipun sederhana, beberapa varian nasi goreng diracik kreatif para pelaku kuliner dalam kompartemen pantry-nya.
Salah satu nasi goreng yang sudah diolah kreatif dan menjadi menu unik dapat dijumpai di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang. Namanya, Nasi Goreng Keju yang tidak hanya berbeda dibandingkan menu nasi goreng yang dikenal sebelumnya, namun juga berbeda dalam penyajiannya.
Pasalnya, Nasi Goreng Keju yang ditawarkan tempat makan dan minum yang belum lama ini memperoleh penghargaan Kadin NTT Award 2018 kategori “Restoran dengan Menu Terinovatif se-NTT” ini, menyajikannya di atas hotplate atau piring baja.
“Jadi uniknya di sini. Kalau penyajian nasi goreng reguler yang kita kenal selama ini di atas piring biasa, tetapi di Waroenk Podjok manajemen menggunakan hotplate,” terang Marketing Communication and Representative Admin Waroenk Podjok, Noncy Ndeo dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Kamis (20/9/2018) pagi.
Penggunaan hotplate sendiri cukup beralasan, urai Noncy, lantaran wadah tersebut dapat mempertahankan panas sehingga kehangatan makanan tetap terjaga lama.
“Tujuan penggunaan hotplate agar makanan yang berada dalam wadah ini tetap panas. Jadi, jangan heran kalau saat disajikan di atas meja pelanggan, makanan tetap mengepulkan asap. Ini sensasi tersendiri dalam menyantap makanan yang fresh,” imbuh Noncy.
Sekadar diketahui, hotplate merupakan inovasi lain dari sebuah piring penyaji makanan yang terbuat dari baja. Hotplate sering digunakan beberapa pengusaha kuliner untuk menyajikan aneka makanan seperti steik, spageti (lebih sering ditulis spaghetti), nasi goreng, cah kangkung, dan lain-lain.
Lantaran sifatnya yang mampu menahan panas selama kurun waktu tertentu, piring baja ini cocok untuk menyajikan makanan yang nikmat disantap saat kondisi panas seperti steik.
“Tetapi, tentu tidak hanya itu karena Nasi Goreng Keju Waroenk Podjok menggunakan bahan-bahan makanan yang prestisius seperti keju slice, mozarella, telur, dan daging asap yang tidak dapat diragukan lagi kelezatannya,” paparnya.
Yang pasti, sebut Noncy, pihaknya selalu berkomitmen menghadirkan menu berkualitas, unik, dan berbeda. Ia mengklaim jika Nasi Goreng Keju yang dibanderol Rp 48 ribu tersebut diluncurkan pertama kali oleh pihaknya di Kota Kupang.
“Selama ini, sejak diluncurkan pada 2 Maret 2018 lalu, animo pelanggan terhadap menu kami ini cukup bagus. Dalam varian nasi goreng, Nasi Goreng Keju kami ini masuk dalam daftar salah satu pesanan terlaris,” imbuhnya.
Selain Nasi Goreng Keju, Noncy mengatakan Waroenk Podjok juga menawarkan Katsu Fried Rice yang dibanderol Rp 45.500, Nasi Goreng Bistik Ayam Rp 45.500, dan masih banyak varian nasi goreng lainnya.

14 September 2018

Lelehan Keju Mozza Bikin Tambah Lezat Bebek Goreng Golden Waroenk Podjok

Kelezatan Bebek Goreng Golden Waroenk Podjok diklaim lebih nikmat karena disajikan dengan saus telur asin dan keju mozarella leleh. Ini juga yang membedakan dengan bebek goreng lain, yang secara reguler hanya digoreng biasa. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Salah satu jenis makanan yang tidak kalah favorit dari ayam adalah bebek. Bebek, entah dengan olahan digoreng atau dibakar, sama lezatnya ketika sudah tersaji di atas piring pelanggan
Di Indonesia, bebek bahkan menjadi menu ikonik. Hal itu dapat dilihat di beberapa daerah, seperti di Surabaya dengan menu Nasi Bebek-nya yang masif dikonsumsi masyarakat setempat.
Mengapa bebek selalu menjadi “juara” di hati penikmatnya, tidak lain karena bebek digoreng atau dibakar memiliki cita rasa yang berbeda dan khas dibandingkan olahan ayam. Belum lagi aroma kulit bebek yang bersentuhan dengan minyak yang panas, benar-benar “melelehkan liur” penikmat kuliner.
“Kelezatan Bebek Goreng Golden kami lebih nikmat karena disajikan dengan saus telur asin dan keju mozarella leleh. Ini juga yang membedakan dengan bebek goreng lain, yang secara reguler hanya digoreng biasa,” terang Marketing Communication and Representative Admin, Noncy Ndeo dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Jumat (14/9/2018).
Ia menambahkan, sebagai destinasi kuliner terpandang di Kota Kupang, pihaknya selalu pionir menyajikan menu-menu unggul yang unik dan berbeda, seperti Bebek Goreng Golden.
“Selain menambah unsur saji lain seperti lelehan keju mozarella dan saus telur asin, daging bebeknya pun empuk dan tidak alot,” papar Noncy.
Wanita kelahiran Rote, 1994 ini mengatakan, sejak diluncurkan 2 Maret 2018 lalu, menu bertekstur warna senada emas tersebut selalu diburu pelanggan.
“Tidak kalah menu berbahan ayam, Bebek Goreng Golden juga merajai daftar pesanan pelanggan di Waroenk Podjok. Beberapa komentar dari pelanggan, rata-rata menyukai menu bebek kami ini karena berkontur lembut dan empuk. Jadi, tidak alot dan sekeras daging bebek lainnya,” imbuhnya.
Bebek Goreng Golden, sebut Noncy, dibanderol cukup terjangkau Rp 59 ribu. “Selain itu, menu bebek lainnya yang kami tawarkan ada Bebek Goreng Rempah Wangi Rp 51 ribu,” urainya.
Sekadar diketahui, di Indonesia menu bebek memiliki banyak varian tergantung cara penyajian setiap daerah. Di kalangan penikmat kuliner “abangan”, bebek goreng adalah versi daging bebek yang digoreng dan dihidangkan dengan lalapan (sayuran segar).
Saat ini, bebek goreng dapat ditemui di warung-warung kaki lima hingga di restoran dan hotel mewah. Lantaran bebek goreng biasanya dimakan dengan nasi, maka penjual bebek goreng kaki lima menuliskan menu bebek goreng dengan spanduk bertuliskan “Nasi Bebek”.
Hingga saat ini, masih jarang dijumpai sajian bebek yang dimasak atau disajikan selain digoreng. Nasi bebek atau bebek goreng ini biasanya disajikan dalam keadan yang masih panas atau baru digoreng dengan lalapan daun kemangi, timun, dan sambal serta dimakan langsung dengan tangan (tanpa sendok).
Namun, yang paling khas dari bebek goreng adalah bumbunya yang berupa minyak berwarna kuning yang dilumurkan di atas nasi panas.
Dari sekian banyak versi penyajian bebek, salah satu yang paling terkenal di dunia adalah Bebek Peking. Bebek Peking atau disebut “Beijing Kaoya” adalah makanan tradisional di Tiongkok yang berasal dari Beijing.
Makanan Bebek Peking ini juga marak ditemui di Taiwan, mulanya dibawa pemerintahan nasionalis Kuomintang yang kalah perang saudara di Tiongkok daratan dan melarikan diri ke Pulau Taiwan pada 1949.
Bebek Peking dibuat menggunakan bahan daging bebek yang diternakkan secara khusus untuk menu ini. Lazimnya, bebek-bebek digemukkan dengan cara diberikan makanan bergizi pada saat bebek-bebek kekenyangan. Para peternak biasanya memberi pangan ternak secara paksa.
Sehingga, inilah yang kemudian menjadikan Bebek Peking juga dikenal dengan nama “bebek isi”. Bebek tadi disajikan setelah dipanggang dengan kayu-kayu bakar khusus yang akan menambah wangi daging bebek yang dipanggang.

13 September 2018

Menu berbahan ayam ini punya saus khas yang lezat, ini penampakannya

Salah satu varian menu chinese food yang tidak kalah lezatnya adalah Ayam Masak Saus Inggris. Menu ini dapat dikatakan “wajib” ada dalam paket dimsum yang biasanya disajikan dalam setiap gelaran makan bersama sebuah keluarga. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Menyoal kuliner dunia, tidak ada yang dapat memungkiri jika chinese food atau makanan yang berakar dari Tiongkok merupakan salah satu makanan paling populer. Karena kelezatannya, menu asal Tiongkok banyak diadaptasi negara lain seperti Jepang dan Korea.
Sementara itu, dalam perkembangan sejarah kuliner pula, dengan menyebarnya imigran Tiongkok di berbagai negara, maka restoran chinese food juga semakin menjamur, khususnya di wilayah pecinan (China Town) berbagai negara.
Salah satu varian menu chinese food yang tidak kalah lezatnya adalah Ayam Masak Saus Inggris. Menu ini dapat dikatakan “wajib” ada dalam paket dimsum yang biasanya disajikan dalam setiap gelaran makan bersama sebuah keluarga.
“Ayam Masak Saus Inggris yang merupakan menu ‘turunan’ dari daging cantonese yang kami sajikan di Waroenk Podjok sangat digemari pelanggan. Secara umum, untuk varian chinese food menu ini menempati rating-rating teratas dalam daftar pesanan,” jelas Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok, Yunita Kitu dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Rabu (12/9/2018).
Salah satu alasan Ayam Masak Saus Inggris sangat disukai, sebut wanita kelahiran 1996 itu, tidak lepas dari sausnya yang khas.
“Daging ayam pada menu ini memiliki cita rasa lezat karena sausnya yang sangat spesial. Sebelum dimasak, daging dipotong kecil-kecil (fillet), selanjutnya dimasak dengan ‘kecap inggris’. Lantaran dipotong kecil-kecil, sausnya lebih mudah meresap hingga ke seluruh bagian dalam daging ayam,” imbuhnya.
Yunita menguraikan, Ayam Masak Saus Inggris dimasak menggunakan lada hitam, ditambah potongan paprika merah dan paprika hijau. Kuahnya sedikit kental dan berwarna hitam.
Dijelaskan, meskipun saus pada menu tersebut bernama “inggris”, tetapi asal makanan itu bukan dari negara Inggris.
Diuraikan, banyak klaim terkait muasal negara pertama yang menciptakan kecap sebagai bahan utama saus inggris.
Adapun nama Inggris disematkan pada ‘kecap’ ini, imbuh Yunita, karena banyak orang Inggris yang dulunya menjajah India, membawa resep kecap atau saus ini ke Inggris.
“Kecap inggris merupakan peninggalan hubungan Inggris dengan India pada zaman kolonial yang menjadi populer sekitar 1830-an. Sejarah kuliner ini sendiri simpang siur karena di Tiongkok kecap itu ada jauh sebelum orang Inggris mempopulerkannya ke berbagai belahan dunia, seperti pada era Meiji di Jepang melalui India,” paparnya.
Ia menjelaskan, di Tiongkok kecap tersebut bernama “Lajiangyou”. Kecap ini banyak dijadikan saus terkait chinese food yang berakar pada cantonese food.
Adapun nama “cantonese” diambil dari salah satu provinsi ternama Tiongkok, Kanton (Guandong). Seperti diketahui sebelumnya, Kanton sudah sangat terkenal sebagai pencipta bumbu masakan yang khas dan lezat.
“Di restoran dimsum di Hongkong, kecap inggris disebut ‘gip jup’ dalam bahasa Kanton. Secara harfiah, penyedap untuk makanan,” tutup Yunita.

09 September 2018

Chilli Chicken Tender, perpaduan menu Tiongkok-India yang lezat

Menu yang disukai pelanggan sejak peluncurannya pada 8 Juli 2017 lalu bersamaan pembukaan Waroenk tersebut dinamai Chilli Chicken Tender. Makanan berbahan nasi disajikan dengan ayam fillet paha masak cabai garam itu mendapat apresiasi yang cukup bagus dari penikmat kuliner. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Dari seratusan menu di Waroenk Resto and Cafe dan Waroenk Podjok, ada satu menu yang dapat merepresentasikan paduan kelembutan dan kelezatan berbalur pedas cabai yang khas “menggigit”.
Menu yang disukai pelanggan sejak peluncurannya pada 8 Juli 2017 lalu bersamaan pembukaan Waroenk tersebut dinamai Chilli Chicken Tender. Makanan berbahan nasi disajikan dengan ayam fillet paha masak cabai garam itu mendapat apresiasi yang cukup bagus dari penikmat kuliner.
“Sesuai artinya, jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti (potongan) ayam lembut pedas. Menu yang masuk dalam kategori Rice Bowl kami ini disukai pelanggan karena kelembutan tekstur daging ayam filletnya,” jelas Public Relation and Representative Admin, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Sabtu 8 September 2018.
Ia menambahkan, makanan yang dibanderol Rp 32 ribu tersebut didukung sensasi cabai garam pedas yang dibalur pada menu ini sehingga menambah kelezatannya.
“Selama ini, Chilli Chicken Tender sudah populer di Asia, terutama India, Tiongkok, Korea, dan Jepang. Makanya, di Asia seperti Indonesia yang dihuni ekspatriat dari keempat negara itu, menu ini sangat digemari. Berkat menu ini pulalah sehingga berkontribusi menumbuhkan restoran-restoran China (Tiongkok), Jepang dan Korea di Tanah Air,” beber Merlin.
Dijelaskan, Chilli Chicken Tender kerap juga disebut “ayam cabai”. Masuk dalam varian menu modern Indo-China dengan racikan kering berbalur cabai. Umumnya, menu ini menggunakan bahan ayam tanpa tulang, tetapi dalam perkembangannya banyak koki juga menggunakan potongan ayam bertulang.
Sekadar diketahui, Chilli Chicken Tender sejatinya berasal dari perpaduan hidangan Tiongkok dan India. Masakan ini berasal dari imigran Tiongkok yang menghuni India, terutama yang berbasis di Kolkata yang dulu disebut Kalkuta (Calcutta).
Secara parsial, chinese food masih populer di sana lantaran imigran Tiongkok banyak membuka restoran. Asimilasi dengan makanan tradisional India itulah yang mendukung berkembangnya perpaduan masakan Tiongkok-India.

12 August 2018

Minuman rekomendasi kesehatan ini diluncurkan Waroenk Kupang

Dalam momentum Kemerdekaan tahun ini, tepatnya di awal Agustus 2018, resto dan kafe yang meraih penghargaan dari Kamar Dagang dan Industri Nusa Tenggara Timur (Kadin NTT) sebagai restoran dengan menu terinovatif se-NTT ini kembali meluncurkan jus baru, Juice Merdeka. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Salah satu unsur terpenting dalam usaha kuliner adalah penyediaan minuman yang dapat dikata tidak dapat dipisahkan dari makanan utama. Sehingga, juga boleh dikata hampir tidak ada restoran maupun kafe yang tidak menyediakan minuman, baik sekadar air putih (mineral water), minuman ringan (soft drink) maupun jus (juice).
Demikian pula yang disajikan manajemen Waroenk Resto and Cafe yang sudah menjadi destinasi kuliner terpandang di Kota Kupang, yang rutin meluncurkan minuman-minuman baru dalam daftar menunya.
Dalam momentum Kemerdekaan tahun ini, tepatnya di awal Agustus 2018, resto dan kafe yang meraih penghargaan dari Kamar Dagang dan Industri Nusa Tenggara Timur (Kadin NTT) sebagai restoran dengan menu terinovatif se-NTT ini kembali meluncurkan jus baru, Juice Merdeka.
“Kami ada luncurkan Juice Merdeka. Kenapa dinamakan merdeka, karena tampilan juice ini berwarna merah-putih. Bahannya terdiri dari buah naga dan sirsak. Yang pasti, sangat menyegarkan,” jelas Marketing Communication and Public Relation Waroenk, Bunga Aprilia dalam keterangan resminya belum lama ini di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang.
Peluncuran Juice Merdeka yang dibanderol Rp 21 ribu itu juga bersamaan peluncuran dua menu Nusantara baru lainnya, di antaranya Nasi Campur Waroenk Rp 35 ribu dan Cakalang Suwir Rp 25 ribu.
Bunga menambahkan, bahan jus yang disajikan pihaknya pada umumnya menggunakan sari buah asli, begitu pun dalam bahan Juice Merdeka. “Seperti yang diketahui, buah-buahan (asli) kaya akan nutrisi seperti vitamin dan zat-zat alami yang baik untuk kesehatan. Juice Merdeka terdiri dari dua bahan buah, yaitu buah naga dan sirsak. Jadi, sangat recommended-lah untuk dikonsumsi,” sarannya.
Lebih lanjut, Bunga berharap minuman baru yang dipersembahkan manajemen di Agustus 2018 ini dapat diterima baik masyarakat. Adapun target penjualan yang ingin disasar, dara kelahiran 1999 itu hanya menyebut kalau bisa sebanyak mungkin.
“Kalau bisa sebanyak mungkin, soalnya berpengalaman terhadap menu minuman berbahan sari buah lainnya seperti Juice Alpukat, Juice Apel, dan banyak buah lainnya penjualan cukup tinggi,” imbuhnya.
Sekadar diketahui, sari buah atau jus (berasal dari bahasa Inggris juice, namun lebih tepatnya fruit juice) adalah cairan yang terdapat secara alami dalam buah-buahan.
Sari buah populer dikonsumsi manusia sebagai minuman. Biasanya dibuat dengan cara memblender buah-buahan bersama sedikit air dan takaran gula yang sesuai. Beberapa jenis sari buah yang terkenal di antaranya sari buah jeruk, sari jeruk nipis, sari buah jambu biji, sari buah sirsak, sari buah mangga, sari buah terong Belanda, dan sari buah markisa.
Buah naga atau lebih dikenal sebagai pitaya di Inggris, merupakan buah dari beberapa jenis kaktus marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Saat ini, juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia, dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara, dan Tiongkok selatan.
Uniknya, Hylocereus hanya mekar pada malam hari. Pada 1870, tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan Tiongkok, buahnya dianggap membawa berkah (hoki). Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar.
Warna merah buah terlihat mencolok di antara warna naga-naga yang hijau. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Tiongkok dikenal sebagai Thang Loy (buah naga). Istilah Thang loy kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai Dragon Fruit.
Buah naga harus dibelah hingga daging buahnya terlihat ketika akan dikonsumsi. Tekstur buahnya sering disamakan dengan buah kiwi lantaran bijinya yang hitam dan renyah. Daging buahnya terasa agak manis ketika dimakan dan memiliki kandungan kalori yang rendah. Biji buah naga memiliki rasa pedas serta kaya akan lipid (kelompok molekul alami yang meliputi lemak, lilin, sterol, dan vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K, monogliserida, digliserida, trigliserida, fosfolipid, dan lain-lain) serta dimakan bersama daging buahnya, namun bijinya harus dikunyah karena sulit dicerna tubuh.
Selain dimakan langsung, buah naga juga dapat diolah menjadi berbagai bentuk makanan dan minuman seperti sup, salad, keripik, agar-agar, jus buah, bubur mutiara, dan sebagainya.
Buah naga merah sebagai salah satu buah yang memiliki banyak manfaat untuk membantu mengatasi dan membantu menyembuhkan berbagai penyakit. Mulai dari batang buah naga, daging buah naga, sampai dengan kulit buah naga juga memiliki banyak kandungan vitamin dan zat yang sangat bermanfaat. Dokter juga sangat merekomendasikan buah naga merah, sebagai buah konsumsi yang bisa di gunakan untuk terapi dalam penyembuhan suatu penyakit.
Buah naga merah membantu menyembuhkan penyakit kanker, kandungan vitamin kompleksnya, sudah direkomendasikan dokter sebagai buah terapi penyembuhan kanker.
Sementara itu, buah sirsak, atau biasa disebut nangka belanda atau durian belanda (Annona muricata L) di beberapa daerah di Indonesia adalah tumbuhan berbuah yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.
Di berbagai daerah Indonesia dikenal sebagai nangka sebrang, nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak (Sunda), nangka buris, nangkelan (Madura), srikaya jawa (Bali), boh lona (Aceh), durio ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau), serta jambu landa (di Lampung, "Nangko Belando" (Palembang).
Penyebutan "belanda" dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak (dari bahasa Belanda, zuurzak yang berarti "kantung asam") didatangkan pemerintah kolonial Hindia Belanda ke Nusantara, yaitu pada abad ke-19, meskipun bukan berasal dari Eropa.
Tanaman ini ditanam secara komersial untuk diambil daging buahnya. Tumbuhan ini dapat tumbuh di berbagai kondisi tempat, tetapi paling baik ditanam di daerah yang cukup berair. Beberapa pakar kesehatan merekomendasikan buah ini dibikin jus untuk dikonsumsi lantaran jus sirsak membantu mencegah kanker dan tumor ganas lainnya.
Pasalnya, jus sirsak menawarkan tindakan antioksidan untuk tubuh karena membantu menghilangkan racun penyebab penyakit kronis seperti kanker. Untuk itu, dianjurkan minum jus sirsak sebagai terapi alami menyertai prosedur medis pada pasien dengan kanker.

10 August 2018

Ini rahasia kelezatan Nasi Campur Waroenk yang bakal diluncurkan di momen Kemerdekaan

Menyambut perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI yang ke-73, Waroenk yang sudah menjadi destinasi kuliner populer di Kota Kupang, tidak ketinggalan merayakannya dengan meluncurkan menu baru, salah satunya adalah Nasi Campur Waroenk yang dibanderol Rp 35 ribu. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Bagi penikmat kuliner, rasanya tidak ada yang tidak mengenal Nasi Campur. Makanan asli Indonesia yang terdiri dari berbagai bahan ini sudah sangat populer, tidak hanya masyarakat Indonesia, tetapi juga mancanegara.
Bagaimana tidak, kombinasi campuran beberapa bahan lezat menyatu dalam satu sajian. Sebut saja item lauk yang digunakan seperti sambal goreng, abon, serundeng, tahu goreng, ikan goreng, telur, dan lain-lain sesuai penyajian warung atau rumah makan yang menyajikannya.
Sehingga, Nasi Campur dapat memiliki variasi tersendiri. Sekadar informasi, masakan ini juga sering dijual dalam bungkus kertas atau daun pisang.
Menyambut perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI yang ke-73, Waroenk yang sudah menjadi destinasi kuliner populer di Kota Kupang, tidak ketinggalan merayakannya dengan meluncurkan menu baru, salah satunya adalah Nasi Campur Waroenk yang dibanderol Rp 35 ribu.
Secara mendetail, saat ditemui di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Senin 6 Agustus 2018 lalu, Marketing and Public Relation Waroenk, Bunga Aprilia menguraikan selain Nasi Campur Waroenk, pihaknya meluncurkan dua menu baru Nusantara lainnya, Cakalang Suwir Rp 25 ribu dan Juice Merdeka Rp 21 ribu.
Ia menjelaskan, pihaknya memang sengaja mengangkat menu nasional di momentum kemerdekaan sebagai bentuk apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan para pendahulu bangsa.
“Jadi, bertepatan di bulan Kemerdekaan, ada jiwa nasionalisme-lah (dengan mengangkat menu nasional). Selain itu, (peluncuran menu baru) tentu untuk melepaskan kerinduan para penikmat kuliner mencicipi menu Nusantara seperti Nasi Campur Waroenk dan Cakalang Suwir yang memang seratus persen bahannya dari negeri kita sendiri,” paparnya.
Bunga mengatakan, animo terhadap menu Nusantara di Waroenk dan Waroenk Podjok Transmart cukup apresiatif. Beberapa menu Nasional bahkan sudah menjadi ikonik dan terus diburu pelanggan.
“Selama ini, menu Nusantara kami memang masih menjadi andalan, sebut saja Nasi Iga Goreng Sambal Bawang di Waroenk dan Nasi Goreng Balacan di Waroenk Podjok. Menu-menu tersebut menjadi favorit karena memang kami tidak menafikan kualitas racikan dari chef andal kami,” imbuhnya.
Bunga menguraikan, pihaknya optimistis Nasi Campur Waroenk bakal disukai pelanggan karena bahannya komplet.
“Bahannya beragam, terdiri dari nasi putih, paru goreng, ubi kering, abon, telur balado, dan rawon daging,” jelasnya.
Sementara itu, Cakalang Suwir terdiri dari suwiran ikan cakalang berkualitas dan sayur kangkung. Tidak hanya makanan, Bunga menginformasikan Waroenk juga meluncurkan minuman segar pelepas dahaga.
“Kami juga meluncurkan Juice Merdeka. Kenapa dinamakan merdeka, karena tampilan juice ini berwarna merah putih. Bahannya terdiri dari buah naga dan sirsak. Yang pasti, sangat menyegarkan,” tambahnya.
Bunga berharap, menu-menu baru yang dipersembahkan manajemen di Agustus 2018 ini dapat diterima baik masyarakat. Adapun target penjualan yang ingin disasar, dara kelahiran 1999 itu menyebut kalau bisa sebanyak mungkin.
“Ya, sebanyak mungkinlah. Soalnya, berpengalaman terhadap menu kami sebelumnya seperti Ayam Geprek Original di Waroenk Podjok, penjualan cukup tinggi,” jelasnya.

08 August 2018

Waroenk Kupang luncurkan tiga menu Nusantara di momen kemerdekaan

Sebagai pusat destinasi kuliner terpopuler di Kota Kupang, Waroenk Resto and Cafe tidak ketinggalan mengakomodir para penikmat kuliner dengan terus meluncurkan menu-menu baru, khususnya menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-73. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Selalu saja ada yang istimewa setiap perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI. Di HUT Kemerdekaan yang ke-73, lazimnya tahun-tahun sebelumnya, seluruh warga Indonesia turut merayakannya dengan semarak.
Selain masyarakat pada umumnya, pelaku usaha dalam berbagai kompartemen pun masif memeriahkannya, tidak terkecuali para pelaku kuliner.
Sebagai pusat destinasi kuliner terpopuler di Kota Kupang, Waroenk Resto and Cafe tidak ketinggalan mengakomodir para penikmat kuliner dengan terus meluncurkan menu-menu baru, khususnya menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-73.
Mengawali Agustus 2018, tempat makan dan minum berlogo “Koki Berkumis” tersebut meluncurkan tiga menu Nusantara baru, di antaranya Nasi Campur Waroenk yang dibanderol Rp 35 ribu, Cakalang Suwir, Rp 25 ribu, dan Juice Merdeka Rp 21 ribu.
Saat ditemui di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Senin 6 Agustus 2018, Marketing and Public Relation Waroenk, Bunga Aprilia mengatakan pihaknya sengaja mengangkat menu nasional di momentum kemerdekaan sebagai bentuk apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan para pendahulu bangsa.
“Jadi, bertepatan di bulan Kemerdekaan, ada jiwa nasionalisme-lah (dengan mengangkat menu nasional). Selain itu, (peluncuran menu baru) tentu untuk melepaskan kerinduan para penikmat kuliner mencicipi menu Nusantara seperti Nasi Campur Waroenk dan Cakalang Suwir yang memang seratus persen bahannya dari negeri kita sendiri,” paparnya.
Bunga menjelaskan, animo terhadap menu Nusantara di Waroenk dan Waroenk Podjok Transmart cukup apresiatif. Beberapa menu Nasional bahkan sudah menjadi ikonik dan terus diburu pelanggan.
“Selama ini, menu Nusantara kami memang masih menjadi andalan, sebut saja Nasi Iga Goreng Sambal Bawang di Waroenk dan Nasi Goreng Balacan di Waroenk Podjok. Menu-menu tersebut menjadi favorit karena memang kami tidak menafikan kualitas racikan dari chef andal kami,” imbuhnya.
Bunga menguraikan, pihaknya optimistis Nasi Campur Waroenk bakal disukai pelanggan karena bahannya komplit.
“Bahannya beragam, terdiri dari nasi putih, paru goreng, ubi kering, abon, telur balado, dan rawon daging,” jelasnya.
Sementara itu, Cakalang Suwir pihaknya terdiri dari suwiran ikan cakalang berkualitas dan sayur kangkung.
Tidak hanya makanan, Bunga mengatakan, Waroenk juga meluncurkan minuman segar pelepas dahaga.
“Kami ada luncurkan Juice Merdeka. Kenapa dinamakan merdeka, karena tampilan juice ini berwarna merah putih. Bahannya terdiri dari buah naga dan sirsak. Yang pasti, sangat menyegarkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bunga berharap menu-menu baru yang dipersembahkan manajemen di Agustus 2018 ini dapat diterima baik masyarakat. Adapun target penjualan yang ingin disasar, dara kelahiran 1999 itu menyebut kalau bisa sebanyak mungkin.
“Ya, sebanyak mungkinlah. Soalnya, berpengalaman terhadap menu kami sebelumnya seperti Ayam Geprek Original di Waroenk Podjok, penjualan cukup tinggi,” imbuhnya.

17 May 2018

Selama Ramadan, Waroenk Kupang buka hingga pukul 04.00 Wita, ada free takjil juga

Guna mengakomodir umat Muslim yang akan berbuka puasa dan sahur di luar rumah keluarganya masing-masing, Waroenk yang sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang menyediakan free takjil, serta beroperasi hingga pukul 04.00 Wita. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Bulan penuh berkah, Ramadan memasuki hari pertama dan dirayakan seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Kebahagiaan, lebih terasa saat berbuka puasa dan sahur bersama di antara keluarga yang berkumpul di rumah.
Akan tetapi, bagi yang tidak memiliki kesempatan berbuka puasa dan sahur di rumah lantaran satu dan lain hal, biasanya akan berbuka puasa di resto maupun kafe.

Untuk itu, guna mengakomodir umat Muslim yang akan berbuka puasa dan sahur di luar rumah keluarganya masing-masing, Waroenk yang sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang menyediakan free takjil, serta beroperasi hingga pukul 04.00 Wita.

“Selama bulan puasa ini, mulai besok Jumat (18/5/2018) hingga akhir Ramadan, Kamis (14/6/2018), kami akan buka hingga pukul 04.00 Wita. Biasanya, di hari biasa kami tutup pukul 11.30 Wita, tetapi untuk mengakomodir pelanggan yang melaksanakan ibadah puasa di Ramadan tahun ini, Waroenk akan buka sampai subuh,” terang Public Relation and Representative Admin, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk Resto and Cafe, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Kamis (17/5/2018) sore.
Menurut wanita muda yang senang dengar musik ini, jam operasional yang lebih panjang pihaknya selain memberi kesempatan kepada pelanggan untuk sahur, jugat (18/5/2018) hingga akhir Ramadan, Kamis (14/6/2018), kami akan buka hingga pukul 04.00 Wita. Biasanya, di hari biasa kami tutup pukul 11.30 Wita, tetapi untuk mengakomodir pelanggan yang melaksanakan ibadah puasa di Ramadan tahun ini, Waroenk akan buka sampai subuh,” terang Public Relation and Representative Admin, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk Resto and Cafe, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang,  Kamis (17/5/2018) sore.a memberi kesempatan bagi para “night worker” atau pekerja yang beraktivitas di malam hari untuk tetap dapat menikmati makanan di Waroenk.
“Mereka boleh juga ‘ngopi’ sembari kongko-kongko bersama teman, karena kopi yang kami tawarkan dari biji kopi pilihan. Selain itu, kami juga menyediakan roti Royal Bakery yang berkualitas. Yang pasti, makan maupun minum pastinya lebih asyik di Waroenk,” ujar Merlin.

Tidak hanya itu, tambah Merlin, setiap harinya pihaknya akan memberikan secara gratis takjil yang jenisnya berubah setiap hari kepada pelanggan yang berbuka puasa.

Sebelumnya, Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok (Waroenk Group), Yunita Kitu mengatakan, manajemen  turut berbahagia atas datangnya bulan penuh berkah ini.

“Makanya, kami memberikan free takjil yang nantinya akan berbeda-beda setiap harinya (di Waroenk Podjok dan Waroenk Oebufu),” jelasnya.

Adapun jenis takjil yang bakal disediakan resto dan kafe yang belum lama ini meraih penghargaan Kadin NTT Award 2018 kategori “Restoran dengan Menu Terinovatif se-NTT” tersebut, antara lain Kolak Pisang, Kolak Singkong, Bubur Kacang Ijo, dan berbagai jenis takjil lainnya.

“Untuk di hari pertama puasa sore hari ini, kami menyediakan Kolak Pisang. Free takjil berlaku untuk umum, atau siapa saja yang bersantap di Waroenk Podjok (dan Waroenk Oebufu) pada pukul 17.30 Wita hingga 18.30 Wita,” imbuh Yunita.

Ia menambahkan, khusus bagi pelanggan yang ingin membeli menu takjil, pihaknya menyediakan dan menjual aneka jenis takjil di Waroenk Podjok.

“Takjil yang kami jual adalah jajanan pasar (penganan) yang fresh atau dibuat pada hari ini juga, di antaranya Onde-onde Rp 2.500, Putu Ayu Rp 2.300, Pici-pici Rp 2.000, Singkong Keju Rp 2.800, Talam Rp 2.500, Lalampa Rp 6.000, dan masih banyak kue lainnya,” papar Yunita. 
Sebelumnya, Sales Representatif Royal Bakery yang menjaga stan jajanan pasar di Waroenk Podjok, Ika menjelaskan setiap harinya pihaknya memang sudah menjual aneka jajanan pasar yang menjadi pelengkap menu-menu resto di Waroenk Podjok.

“Tetapi, jelang dan masuk Ramadan tahun ini, kami lebih memperkaya variasi jualan. Yang pasti, lebih banyak pilihan bagi pelanggan yang menjalankan ibadah puasa,” katanya.

Yang pasti, sebut Ika, semuanya segar lantaran kompartemen pantry pantry membuatnya langsung untuk hari itu juga. “Jadi tetap terjaga kualitasnya,” ujarnya.

Dijelaskan, tidak hanya jajanan pasar tetapi di Waroenk Oebufu juga menjual aneka roti (bakery).
“Yang ingin membeli roti, boleh ke Royal Bakery di Jalan Bundaran PU (TDM), atau boleh juga ke Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu,” tutupnya.

Alhamdulillah, ada free takjil bagi pelanggan yang bersantap di Waroenk Podjok

Untuk mengakomodir umat Muslim yang akan berbuka puasa di luar rumah keluarga masing-masing, Waroenk Podjok yang merupakan resto dan kafe representatif di Kota Kupang menyediakan free takjil. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Bulan penuh berkah, Ramadan memasuki hari pertama dan dirayakan seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Kebahagiaan terasa saat berbuka puasa bersama di antara keluarga yang berkumpul di rumah.
Namun, bagi yang tidak berbuka puasa di rumah biasanya akan berbuka puasa di resto maupun kafe. Untuk mengakomodir umat Muslim yang akan berbuka puasa di luar rumah keluarga masing-masing, Waroenk Podjok yang merupakan resto dan kafe representatif di Kota Kupang menyediakan free takjil.
“Setiap harinya, kami akan memberikan secara gratis takjil yang jenisnya berubah setiap hari kepada pelanggan yang berbuka puasa di tempat kami. Kami turut berbahagia atas datangnya bulan penuh berkah ini. Makanya, kami memberikan free takjil yang nantinya akan berbeda-beda setiap harinya,” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok, Yunita Kitu dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Oebobo, Kupang, Kamis (17/5/2018).
Adapun jenis takjil yang bakal disediakan pihaknya, antara lain Kolak Pisang, Kolak Singkong, Bubur Kacang Ijo, dan berbagai jenis takjil lainnya.
“Untuk di hari pertama puasa sore hari ini, kami menyediakan Kolak Pisang. Free takjil berlaku untuk umum, atau siapa saja yang bersantap di Waroenk Podjok pada pukul 17.30 Wita hingga 18.30 Wita,” imbuh Yunita.
Ia menambahkan, bagi pelanggan yang ingin membeli menu takjil, pihaknya menyediakan dan menjual aneka jenis takjil.
“Takjil yang kami jual adalah jajanan pasar (penganan) yang fresh atau dibuat pada hari ini juga, di antaranya Onde-onde Rp 2.500, Putu Ayu Rp 2.300, Pici-pici Rp 2.000, Singkong Keju Rp 2.800, Talam Rp 2.500, Lalampa Rp 6.000, dan masih banyak kue lainnya,” papar Yunita.
Sebelumnya, Sales Representatif Royal Bakery, Ika yang menjaga stan jajanan pasar di Waroenk Podjok menjelaskan, setiap harinya pihaknya memang sudah menjual aneka jajanan pasar yang menjadi pelengkap menu-menu resto di Waroenk Podjok.
“Tetapi, jelang dan masuk Ramadan tahun ini, kami lebih memperkaya variasi jualan. Yang pasti, lebih banyak pilihan bagi pelanggan yang menjalankan ibadah puasa,” imbuhnya.
“Yang pasti, semuanya segar, karena kami membuatnya langsung untuk hari itu juga. Jadi tetap terjaga kualitasnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tidak hanya jajanan pasar tetapi pihaknya juga menjual aneka roti (bakery).
“Yang ingin membeli roti, boleh ke Royal Bakery di Jalan Bundaran PU (TDM), atau boleh juga ke Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu,” tutupnya.